Forum > Siaran TV

Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia

Senin, 11 November 2013 22:24:53
7556 klik -- 13 respon
Oleh : fik_kido
Versi cetak

AyoGitaBisa.com -
Beginilah kalau politik mengintervensi media massa dan bulutangkis.

Saya baru saja mendapat kabar menggelikan soal TV One dan ANTV. Beberapa hari setelah tim bulutangkis Indonesia merebut dua medali emas dalam kejuaraan dunia di Cina, produser program berita yang mewakili dua stasiun televisi bersaudara itu menghubungi humas PBSI untuk mewawancarai para jagoan Indonesia.

Tapi, dan ini yang penting, mereka meminta agar yang diwawancarai hanyalah para atlet, tanpa mengikutsertakan Ketua umum PBSI.

Permintaan wawancara tentu saja hal yang biasa-biasa saja. Tapi yang jadi pertanyaan, kenapa harus ada klausul tanpa Ketua umum PBSI?

Untuk menjaga agar jangan sampai ada yang bingung, saya tambahkan dua catatan penting. Pertama, Ketua umum PBSI adalah Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan yang hampir pasti menjadi calon Presiden yang akan ikut dalam Konvensi Partai Demokrat. Kedua, TV One dan ANTV dimiliki Abu Rizal Bakrie yang adalah Ketua Umum Golkar sekaligus calon Presiden 2014.

Jadi, layak diduga, ini adalah persoalan politik.

Sekembalinya mereka dari Cina, tim Indonesia kebanjiran permintaan wawancara televisi dan media lainnya. Mereka muncul setidaknya yang saya lihat di Net TV, Metro, SCTV dan RCTI. Dan hampir selalu memang dalam wawancara itu hadir Gita.

Respon

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Oleh : fik_kido
    Senin, 11 November 2013 22:25:57

    Kemenangan itu bisa dibilang membanggakan publik Indonesia. Setelah sekian tahun terpuruk, bulutangkis Indonesia seperti kembali menunjukkan kejayaannya. Apalagi kemenangan itu diraih di kandang Cina, di hadapan ribuan penonton Cina fanatik, sementara Indonesia hanya didukung oleh sekitar 35 penonton. Bahwa tak ada satupun stasiun televisi nasional menyiarkan siaran langsung pertandingan final itu rasanya menunjukkan bahwa hanya sedikit orang meramalkan keberhasilan tim Indonesia.

    Namun yang penting, kebangkitan itu ada kaitannya dengan pembenahan sistem yang dilakukan Gita sejak ia terpilih menjadi Ketua Umum PBSI pada September 2012. Ketika ia naik, Indonesia baru saja terkena skandal memalukan di Olimpade London yang menyebabkan tim nasional didiskualifikasi karena ketahuan sengaja kalah untuk mencari lawan lebih mudah di babak berikutnya. Sejak 2007, Indonesia juga tak pernah menang di final kejuaraan dunia. Ketika Gita datang, tak ada kebanggaan dalam tim Indonesia.

    Salah satu hal terpenting yang dilakukan Gita adalah menempatkan para pemain sebagai pusat perhatian. Dengan tangan dinginnya, ia berhasil menarik banyak sponsor dan sebagian besar uang yang masuk itu dialirkan untuk meningkatkan kesejahteraan para pemain. Sjeak awal 2013, 83 atlet di pelatnas mendapat individual sponsorship. Penghasilan pemain dan pelatih naik 50-100 persen.

    Gita juga melibatkan para bintang bulutangkis senior untuk melatih para calon bintang muda ataupun terlibat dalam struktur kepengurusan PBSI. Dari Tan Joe Hok, Rudy Hartono, Christian Hadinata, Lius Pongoh, sampai Ricky Subagja serta Rexy dan Richard Mainaky kini terlibat dalam pembinaan pemain muda. Ivanna Lie bahkan berhasil diajak terlibat walau bintang legendaris itu pernah menyatakan tak akan mau membantu bulutangkis Indonesia, bertahun-tahun yang lalu.

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Oleh : fik_kido
    Senin, 11 November 2013 22:26:15

    Gita percaya pada pembinaan sejak kecil. Salah satu sponsor terbesar saat ini adalah perusahaan Coca Cola yang berkomitmen menyediakan jutaan rakat gratis bagi anak-anak Indonesia agar budaya bulutrangkis kembali tumbuh di masyarakat.


    Di bawah Gita, PBSI saat ini membangun sekolah atlet di pusat pelatihan di Cipayung. Sekolah ini sengaja didirikan dengan tujuan menjaga agar pendidikan para atlet yang berada di kamp pelatihan tidak terabaikan. Gita tak ingin bahwa para atlet sampai kehilangan kesempatan memperoleh kualitas pendidikan terbaik hanya karena mereka mendedikasikan diri dalam dunia bulutangkis.


    Apa yang ingin dikatakan melalui contoh panjang di atas adalah bahwa meningkatnya pencapaian para atlet bulutangkis Indonesia saat ini bisa diduga terkait dengan pembenahan sistem pembinaan di PBSI dan ini, tak bisa tidak, harus dikaitkan dengan peran Gita sebagai Ketua PBSI. Dengan konsisi semacam ini, ta berlebihan bila Gita sudah merancang bahwa dalam tiga tahun ke depan, Indonesia akan kembali menjadi raksasa di berbagai gelanggang internasional dan dunia: SEA Games, All England, Thomas/Uber Cup, Piala Sudirman dan Piala Dunia

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Oleh : fik_kido
    Senin, 11 November 2013 22:26:35

    Ini yang menyebabkan harian besar Kompas, misalnya, menyajikan wawancara khusus dengan Gita soal PBSI. Ini yang menjelaskan mengapa stasiun-stasiun televisi nasional melibatkan Gita dalam wawancara khusus mereka dengan para atlet bulutangkis. Dan ini pula yang menyebabkan baik Humas PBSI ataupun para atlet bulutangkis Indonesia heran mengapa TV One dan ANTV secara khusus meminta agar tak ada Gita.

    Dari informasi yang saya dapat, Humas PBSI bahkan sampai meminta sang produser acara mempertimbangkan ulang persyaratan yang ia berikan. Namun, sang produser kemudian menyatakan bahwa keputusan untuk tidak mewawancarai Gita adalah keputusan rapat redaksi.

    Tentu saja Anda tidak perlu menjadi jenius untuk memahami kebijakan redaksi TV One dan ANTV. Ini adalah soal politik. Entah siapa yang memerintahkan, redaksi memutuskan untuk tidak mengangkat keberhasilan tokoh yang mungkin akan menjadi pesaing pemilik media (ARB) dalam gelanggang pemilihan presiden 2014. Kalau saja Gita bukan calon presiden, ceritanya pasti lain.

    Dilihat dari persepsktif jurnalistik, ini sangat memalukan dan memperihatinkan. Media massa adalah mata telinga masyarakat. Media massa diharapkan menjadi pihak yang secara netral, independen dan objektif menyediakan informasi tentang dunia kepada masyarakat. Menjadi jurnalis adalah pilhan profesi mulia karena di dalamnya ada kewajiban etik bahwa para pelakunya senantiasa menempatkan kebenaran dan kewajiban melayani publik sebagai prioritas utama.

    Kalau hanya karena kepentingan pemilik, media dengan sengaja menghambat informasi yang perlu diketahui masyarakat, media tersebut telah mengkhianati keberadaannya. Kesuksesan Gita memimpin PBSI adalah contoh yang penting untuk diketahui agar masyarakat bisa belajar tentang cara-cara yang harus dilakukan untuk memperbaiki keadaan. Kalau hanya karena Gita adalah pesaing ARB, TV One dan ANTV memutuskan untuk melaporkan keberhasilan itu kepada public, itu memalukan.

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Oleh : fik_kido
    Senin, 11 November 2013 22:26:51

    Media massa adalah kekuatan penting dalam masyarakat. Namun media hanya akan membawa manfaat kalau media digerakkan oleh orang-orang yang berintegritas. TV One dan ANTV sayangnya, dalam kasus ini, mengambil pilihan yang tidak membanggakan.

    *Ditulis Ade Armando, dosen Universitas Indonesia yang juga mengajar di berbagai program pasca sarjana PT swasta di Jakarta.

    Seperti dimuat http://politik.kompasiana.com/2013/08/21/ketika-tv-one-dan-antv-melenyapkan-gita-wirjawan-dari-kesuksesan-bulutangkis-indonesia-582788.html

    [asa]

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Oleh : kim_ha_na
    Senin, 11 November 2013 22:52:59

    vvip

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Oleh : kim_ha_na
    Senin, 11 November 2013 22:54:48

    pak gita memang bagus. tp msh perlu pembuktian dgn regenerasi yg bagus, krn lili dan hendra sdh hebat jauh sblm gita jd ketum pbsi...

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Oleh : ember
    Senin, 11 November 2013 23:24:23

    ember @kimhana
    anda benar, tapi poin diskusinya kan mau menyorot bahwa media kita saat ini tidak berperilaku independen

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Oleh : kim_ha_na
    Senin, 11 November 2013 23:41:23

    iya @ember sy tau. tp tanpa tvone ato antv mau mewawancarai ato ga klo regenerasi qta bagus otomatis nama ketum akan terangkat dg sendiri na tanpa digembar-gemborkan oleh media sprti tvone ato antv, kan jg masih byk media2 lain na. dan jg hrs diketahui bahwa masyarakat pencinta bulutangkis psti ga tdur. pd akhir na akan ketahuan jg siapa yg benar2 peduli dg kemajuan bulutangkis Indonesia ato hanya ingin mendompleng ketenaran dr prestasi bultang Ina skr.

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Oleh : sherif
    Senin, 11 November 2013 23:41:48

    negri kita ini penuh dengan politik.

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Selasa, 12 November 2013 08:52:49

    Wajar lah politik gituu..

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Selasa, 12 November 2013 09:09:47

    udah banyak yg ga suka lihat tv one.. lebih berkelas metrotv mah menurutku pembawaan beritanya.. padahal sama2 tv berita

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Oleh : Gleedenny
    Selasa, 12 November 2013 09:28:56

    CHina SSP udah dimuali tu skrng! babak kualifikasi,

  • Re: Saat TV One & ANTV 'Melenyapkan' Gita Wirjawan dari Kesuksesan Bulutangkis Indonesia
    Selasa, 12 November 2013 11:26:50

    oh tv oon itu yaa..?
    harap maklum!!

Respon Anda?

Untuk meramaikan diskusi, Anda harus login terlebih dahulu.


PB Djarum



@portalbulutangkis

Forum Diskusi

Diskusi Terbaru

Respon Terbaru