Forum > Atlet Bulutangkis

Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017

Jumat, 09 Juni 2017 13:49:05
1880 klik -- 17 respon
Oleh : chico_aura
Versi cetak

Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017


Bola.com, Jakarta - Kegagalan tim bulutangkis Indonesia pada ajang dunia beregu campuran Piala Sudirman 2017 mengundang banyak evaluasi, salah satunya menyangkut posisi Ketua Umum PBSI Wiranto. Masih layakkah Wiranto menjadi ketua umum organisasi yang mengurusi cabang olahraga kebanggaan kita itu?

Keraguan itu menyangkut posisi Wiranto yang menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Apalagi dengan kondisi polhukam di dalam negeri yang memanas, pastilah ia mendahulukan membantu Presiden daripada harus mengurusi bulutangkis.
Memang Wiranto bisa mendelegasikan kepada pembantunya di PBSI, misalnya soal prestasi kepada Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Susy Susanti. Namun, dalam organisasi modern yang berada dalam lingkaran persaingan ketat, pendelegasian sudah tidak model lagi. Sang ketua harus full time, tidak lagi bekerja sambilan. Profesionalitas tinggi dituntut di sini.
Untuk evaluasi saja Menpora Imam Nahrawi masih ewuh pakewuh memanggil Wiranto yang notabene koordinator kementerian. Menjadi aneh, yang diminta oleh Kemenpora hadir dalam evaluasi justru cukup Susy Susanti, bukan Wiranto. Padahal kegagalan yang hendak dievaluasi adalah kejuaraan tingkat dunia.
Kalau hanya Susy yang hadir, pastilah hasil evaluasi tidak menjadi tuntas, hanya berupa laporan di lapangan oleh Susy yang kebetulan juga ketua kontingen. Hasilnya bakal tidak sesuai harapan untuk menjadi bahan kemajuan ke depan.

Respon

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : chico_aura
    Jumat, 09 Juni 2017 13:49:26

    Bagaimana bisa seperti ini?
    Didahului memang oleh proses pemilihan dan didasari oleh keinginan kuat insan bulutangkis yang tergabung dalam pengurus provinsi yang hanya ingin dipimpin oleh ketua yang memiliki waktu penuh untuk bulutangkis. Pemilihan jangan hanya didasari oleh jabatan seseorang.
    Dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional tahun 2005 memang tidak disebutkan pelarangan pejabat publik memimpin organisasi olahraga. Hanya pelarangan pada Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat dan Daerah. Walau untuk KONI Pengprov masih ada pemimpin daerah yang menjadi ketuanya. Walau juga soal ini pernah dibawa ke Mahkamah Konstitusi namun keputusannya dikembalikan kepada insan olahraga itu sendiri.
    Jabatan seseorang mungkin masih bisa tidak terpengaruh jika bidang yang dibawahi masih searah. Misalnya bulutangkis dipegang Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Transmigrasi, karena organisasi mempunyai tujuan agar bulutangkis juga masuk ke desa-desa. Tapi kalau Menko Polhukam, apa yang mau diamankan dan dipolitikkan dalam bulutangkis?

    Sumber: http://www.bola.com/ragam/read/2980024/kolom-wiranto-dan-kegagalan-di-piala-sudirman-2017

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : chico_aura
    Jumat, 09 Juni 2017 13:49:58

    Kegagalan Indonesia melaju ke babak Quarter Final Sudirman Cup 2017 lalu ternyata mengudang reaksi yang cukup besar dan panjang terhadap induk organisasi bulutangkis Indonesia, PBSI. Bahkan dikabarkan sampai dibahas dalam rapat kabinet oleh Bapak Wapres Jusuf Kala. Dan menimbulkan gugatan yang cukup tajam tentang posisi sang ketua umum PBSI:
    Masih layakkah Wiranto menjadi ketua umum organisasi yang mengurusi cabang olahraga kebanggaan kita itu?
    Seperti dalam kolom Portal Olahraga Nasional www.bola.com : Kolom: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017

    Kegagalan Indonesia melaju ke babak Quarter Final Sudirman Cup 2017 lalu memang merupakan sejarah terburuk sepanjang keikutsertaan Indonesia di Sudriman Cup, dan rasanya gugatan kepada sang ketua umum yang baru menjalani masa kepengurusannya kurang dari 6 bulan ini juga merupakan sejarah atau catatan tersendiri untuk PBSI.

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : chico_aura
    Jumat, 09 Juni 2017 13:50:30

    Gugatan utamanya menyangkut posisi dan kesibukan Bapak Wiranto sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Kabinet Kerja Presiden Jokowi yang menyebabkan terbatasnya waktu sang ketua umum untuk terlibat langsung megurusi bulutangkis nasional.
    Dimana kita semua ketahui, situasi politik nasional relatif memanas sejak Pilkada DKI. Dan akan semakin memanas saat Pilpres 2019 sebelum tiba Olimpiade 2020 yang merupakan target terbesar PBSI.

    Catatan menarik dalam kolom tersebut:
    1. Posisi Bapak Wiranto sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yang pasti akan mendahulukan membantu Presiden daripada harus mengurusi bulutangkis.
    2. Dalam organisasi modern yang berada dalam lingkaran persaingan ketat, pendelegasian sudah tidak model lagi. Sang ketua harus full time, tidak lagi bekerja sambilan. Profesionalitas tinggi dituntut di sini.
    3. Evaluasi yang tidak tuntas/tidak sesuai harapan jika hanya oleh Kabid Binpres bukan langsung oleh sang ketua umum

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : chico_aura
    Jumat, 09 Juni 2017 13:51:14

    Kita berharap semoga PBSI bisa belajar dari kegagalan ini dan kegagalan di Piala Sudirman 2017 ini tidak berlalu sia-sia. Setidaknya bisa dijadikan awal untuk evaluasi besar-besaran di tubuh PBSI. Sehingga tidak terjadi lagi atau tidak sampai harus menunggu kegagalan besar lainnya di kejuaraan-kejuaraan besar mendatang seperti kejuaraan dunia, Thomas & Uber Cup 2018, Asian Games 2018 untuk mengevaluasi Bapak Wiranto dari posisi ketua umum PBSI.

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : Natunaku
    Jumat, 09 Juni 2017 14:11:19

    Terima kasih, akhirnya ada yang menyoroti kinerja Ketua Umum ini. Sangat lucu memang seorang Menteri bisa dipercaya menjadi ketua induk organisasi terbesar nasional. Setelah kegagalan di Sudirman Cup, berikut komentar normatif dari Bapak KETUM.

    ' Sekarang yang kami miliki adalah bibit-bibit yang sudah ada, yang kita coba di Piala Sudirman tapi gagal. Memang ada sedikit kesalahan strategis di sana, walaupun sangat tipis, tapi tetap kita mengakui, jujur kita belum mampu mengalahkan lawan, itu harus jujur'

    'Namun, bukan berarti kita harus patah semangat mencapai apa yang bisa kita lakukan untuk mendongkrak yang sudah ada ini, untuk bisa mempunyai kualitas melebihi mereka,' tutur pria yang juga menjabat sebagai Menkopolhukam itu.

    ' Ini nanti untuk berikutnya ke berbagai event, di depan ini banyak sekali, kita akan coba melakukan satu metode baru. Untuk mencoba pemain-pemain yang sudah kami poles kelemahannya dan kami majukan lagi. Nanti kami lihat bagaimana kemajuan mereka itu,' ujar Wiranto kepada wartawan di Kantor Kementerian Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan

    ' Kami sudah melakukan suatu evaluasi yg cukup njlimet dari masalah strategi, teknik, kemampuan pemain, kelemahan pemain masa lalu, dan bagaimana koreksinya. Tapi kan lawan di sana sudah punya, melakukan langkah-langkah yang sama karena itu kita segera menyelesaikan masalah-masalah hasil evaluasi itu untuk kemudian kami poles kembali.

    ' Kemarin kita sudah menang di All England. Di beberapa event kita akan terus ada (juara), meski dari ganda putra atau campuran. Untuk event peorangan kita memiliki potensi tapi yang beregu ini menutut pemain yang merata. Meratanya ini yang sekarang kita coba jajaki. Kita mampu enggak memiliki suatu skuat, satu tim yg kuat dalam semua lini,'

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 15:04:46

    si bapak sudah evaluasi tuh
    njelimeeet lg
    tp
    lawan lebih unggul ya pak?
    tertekan?
    terbawa strategi lawan?

    tekan tombol rewind aja pak ya

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : chico_aura
    Jumat, 09 Juni 2017 17:39:09

    @Natunaku thanks infonya untuk evaluasi dr pak ketum.
    Berharap evaluasinya yang njelimet ini akan mampu membuat bulutangkis Indonesia eksis kembali

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : kopipanas
    Jumat, 09 Juni 2017 18:26:16

    kayaknya jembatan ibu susi
    cepat tercapai
    si bapak janji
    ikut mendongkrak
    mantaf!!!!

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : Yassjunior
    Jumat, 09 Juni 2017 20:22:00

    Kami lelah dengan evaluasi


    Tapi hasil evaluasi dikit ... udah dikit mengecewakan lagi dan TIDAK BERPROSPEK serta TIDAK MENJANJIKAN

    negara seblah ngak ngomong ngomong ke media evaluasi evaluasi tau tau bikin ganda berprospek...mana ada yang dah masuk TOP 8 lagi padahal aslinya ngak dinomor itu, kayaknya evaluasinya dia dimulai dari internal asosiasi deh bukan dimulai dari kekalahan dari lawan trus diumbar ke media ujung ujubgnya gitu lagi ...


    Terseralah mau gimana bosen juga hwhehw.... semoga bisa dapat medali aja lah dibasaian games, sekeping brinze kayaknya dah sangat prestisius untuk kita....kan mumoungbdi indo cabor yang lain juga kayaknya lebihbstagnan dari bulutangkis... yaudah lah yah

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : chico_aura
    Jumat, 09 Juni 2017 22:00:59

    http://www.indosport.com/raket/20170609/mibun-sidek-jadi-pelatih-tunggal-putra-malaysia

    Misbun merupakan pelatih yang dihormati. Dia tahu bagaimana cara untuk memoles kemampuan terbaik para pemain, kata Zakaria dilansir Badminton Planet.

    Ia mencontohkan, tunggal putra andalan Malaysia saat ini, Lee Chong Wei, sebagai bukti kesuksesan Misbun dalam mencetak pemain hebat. Zakaria juga mengatakan, Misbun dan Chong Wei telah sama-sama setuju dengan keputusan ini.

    -------
    Apakah ini tanda2 Hendrawan akan dilepas Malaysia dan benar akan menjadi pelatih kepala WS Pelatnas?

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : iki
    Jumat, 09 Juni 2017 22:01:01

    mana mayoritas rakyat Indonesia diambang gak bisa nonton Indonesia Open 2017 karena harganya 200 ribu rupiah,200 ribu, siapa yang kuattttttt,,....

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : ikra4433
    Jumat, 09 Juni 2017 22:26:59

    Sebenarnya kalau harga tiket itu relatif mahal atau tidaknya..saya yakin dengan harga segitu jhcc pasti msh rame penonton..yg vvip aja yg duduknya dipinggir lapangan pas SF/F saat IOSSP tahun lalu full kursinya..dengan harga segitu dan pencinta bulutangkis mampu membelinya maka level badminton ikut terangkat..menjadi tontonan yg lebih berkelas..Singapore Superseries itu harga tiketnya dari hari pertama sampai Final minimal $50 dollar Singapore,kalau dirupiahkan sekitar 500ribuan..Malaysia SSP juga harga tiket terendahnya itu sekitar 150ribuan..jadi harga tiket IOSSP kali ini yg diadakan di JHCC masih tergolong murah,apalagi harga tiket tahun lalu saat di Istora sangat2 murah jika dibandingkan negara2 tetangga.. kalau skrg harga tiket byk yg mengatakan mahal,jrn menyesuaikan tempat dan kapasitas penonton yg dpt ditampung lebih sedikit..

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : johantjun
    Jumat, 09 Juni 2017 23:08:39

    Budiarto sempat mengatakan menaikan harga tiket untuk membendung animo masyarakat yg sangat tinggi dengan indonesia open. mungkin maksudnya membatasi penonton jg supaya dengan penonton yg lebih berkualitas bisa mengurangi teriakan celotehan penonton yg kadang mengganggu. dukungan suporter jg lebih sewajarnya supaya tdk membebani pemain tuan rumah yg kadang justru tampil grogi di kandang sendiri makanya 3 tahun terakhir tuan rumah tanpa gelar

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : johantjun
    Jumat, 09 Juni 2017 23:23:40

    Komenter ketum sangat normatif..
    yg patut dipertanyakan itu para pengprov yg memilihnya. sudah jelas di tangan Gita Pbsi mulai membaik malah menikung dari belakang di saat akhir pemilihan memilih wiranto.
    sepertinya kelihatan wiranto tdk ngerti betul bulutangkis, jabatan ketum cuma sbg prestise. jauh beda dengan Gita yg mengikuti perkembangan bulutangkis selalu support pemain saat kejuaraan besar.

    Kejuaraan reguler semacam turnamen ss, ssp itu memang penting. tapi pencapaian atlet di kejuaraan yg membawa bendera negara semacam Sudirman cup, thomas uber, sea games, asian games dan olimpiade itu yg menjadi tolok ukur keberhasilan pengurus.

    di awal masa tugasnya satu turnamen sudirman cup sudah gagal total bahkan mencatat prestasi terburuk, kita lihat kejuaraan-kejuaraan berikutnya...

    Kalo Wiranto menghormati presiden Jokowi harusnya mundur serahkan posisi ketum kepada orang yg lebih kompeten dan fokus mengurusi masalah keamanan bangsa yg sedang memanas ini butuh fokus kerjaanya. jangan merangkap ketum Pbsi yg justru tidak terurus malah mencatat prestasi buruknya malah menodai kepemimpinan presiden jokowi.

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : senaraket
    Sabtu, 10 Juni 2017 05:27:43

    rangkap jabatan selama beliau bisa serius juga ke PBSI nggak masalah. nah ini? mbak susy tanggung jawabnya jadi terlalu besar. seakan-akan nggak ada ketum.

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : senaraket
    Sabtu, 10 Juni 2017 05:32:24

    untuk BIOSSP, lomba yel-yel nggak ada di tahun ini. Penonton biasa mah ya standar aja kok. Cuma agak ganggu saat game/match point teriak matiin.

  • Re: Wiranto dan Kegagalan di Piala Sudirman 2017
    Oleh : chico_aura
    Sabtu, 10 Juni 2017 10:28:33

    Bella/Rafi gagal tanding di BIOSSP 2017

    Gagal deh menyaksikan duo cantik dan ganteng ini eksis di JHCC.....

    Satu lagi bukti kalo pemain sebenernya bisa dicoba potensinya di berbagai sektor.
    Jangan kaku PBSI!

    ======
    Menjelang bergulirnya Indonesia Open 12-18 Juni nanti, kabar mengejutkan datang dari bulutangkis Tanah Air. Salah satu pemain yang ditunggu, Bellaetrix Manuputty, dipastikan tidak ikut bertanding di kejuaraan kali ini.

    Sejatinya Bellaetrix akan bermain di nomor ganda campuran, berpasangan dengan Rafiddias Akhdan Nugroho. Namun, laga yang seharusnya menjadi comeback Bellaetrix usai lama absen harus pupus lantaran pasangan ini tidak masuk drawing panitia.

    Hal itu sebenarnya sudah dari awal menjadi keraguan, pasalnya Bellaetrix dan Rafiddias hanya terdaftar sebagai pasangan cadangan.

    Kita tidak jadi bertanding di Indonesia Open kali ini karena tidak masuk drawing. Mungkin next tournament, tapi belum tahu juga di mananya, ujar Rafiddias Akhdan sebagai partner Bellaetrix.

    Rafiddias Akhdan juga menjelaskan keduanya sempat menjalani latihan bersama dalam beberapa kali kesempatan. Namun dengan kepastian tersebut, keduanya memilih untuk rehat sementara waktu dan akan dilanjutkan usai Lebaran.

    Kita sempat beberapa kali latihan bareng, cuma sekarang sudah agak jarang. Karena saya juga lagi puasa, mungkin setelah lebaran baru aktif lagi, tuturnya.

Respon Anda?

Untuk meramaikan diskusi, Anda harus login terlebih dahulu.


Audisi Umum Bulutangkis




Crown Group Australian Open

Seeded Entries
Players
Draws
Matches
Visual LiveScore

Forum Diskusi

Diskusi Terbaru

Respon Terbaru