Forum > Siaran TV

Nasionalisme Penggemar Bulutangkis di Senayan

Selasa, 20 Mei 2008 15:19:38
2014 klik -- 1 respon
Oleh : irone08
Versi cetak

Salam kenal buat para anggota milis sesama Badmintonmania!

Saya sangat salut dan terharu kepada para penggemar bulutangkis ketika menonton langsung pertandingan Thomas Cup beberapa hari yang lalu di Senayan, dengan inisiatif sendiri mereka kompak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, berteriak terus menerus tanpa henti menyemangati pemain kita sampai habis suaranya (padahal masih pertandingan pertama lho).

Saya pun sampai-sampai meneteskan airmata saking terharunya saat pendukung merah putih berteriak histeris saat Sony menang di game keduanya saat melawan Korea.

Namun, lambat laun teriakan pendukung merah putih sudah tidak terdengar seiring dengan gagalnya tim merah putih melawan Korea.

Semoga dengan gambaran ekspresi dan semangat yang luar biasa pendukung merah putih yang saya rasakan tsb dapat menjadi bahan instropeksi para pemain, apakah para pemain sudah habis-habisan bertanding seperti habisnya suara para pendukung akibat berteriak histeris tanpa henti?
Apakah mereka berlatih lebih keras dibanding pemain Korea dan China?

Tentunya jawabannya hanya para pemain dan Tuhan yang tahu.


Salam olahraga!


Irwan

Respon

  • nasionalisme.....apa perlu???
    Oleh : sitizahra
    Rabu, 21 Mei 2008 16:26:15


    N A S I O N A L I S M E > > >

    apa perlu???


    >> YA IYALAH..!!!!
    >> BUKAN PERLU TAPI HARUS!!!


    teringat kata2 Firda ketika dia bilang saya Egois, bermain untuk diri sendiri...


    itulah,,,,,


    BERMAINLAH DENGAN RASA NASIONALISME BUKAN EGOISME !!



    untuk Firda.. te2p Semangat yach!!

    kalaw s4,, gabung dunkz... ma kita2 di milis ni.,...


    INDONESIA BISA!!!!!


    AYO2... ngrebut THOMAS UBER maneh!!!!


    OJO LOYO!!!
    Sink Semangat nu.... (^_^)...



    by: ............

Respon Anda?

Untuk meramaikan diskusi, Anda harus login terlebih dahulu.


PB Djarum



@portalbulutangkis

Forum Diskusi

Diskusi Terbaru

Respon Terbaru