TIM bulu tangkis Indonesia tidak mampu untuk bisa bertahan di ajang Piala Thomas maupun Piala Uber. Perjuangan para pemain Indonesia terhenti di perempat final setelah tim putra maupun tim putri dikalahkan Jepang.
Kekalahan Piala Thomas di perempat final merupakan prestasi yang terburuk. Selama ini paling tidak kita selalu bisa lolos hingga empat besar. Namun kali ini kita harus menghentikan perjuangan di babak delapan besar.
Hal yang pantas membuat kita lebih prihatin bukanlah kita harus terhenti di perempat final. Yang harus membuat kita lebih tersentak adalah dengan kegagalan ini berarti 10 tahun sudah kita tidak pernah lagi memegang Piala Thomas. Apalagi untuk Piala Uber yang sudah sejak tahun 1996 tidak pernah bisa kita rebut lagi.
Sepuluh tahun tanpa gelar merupakan waktu yang terlalu lama. Padahal, itulah cabang olahraga yang pernah membawa kita terbang begitu tinggi. Nama Indonesia harum di mata internasional karena prestasi besar kita di cabang bulu tangkis.
Hanya bulu tangkislah yang mampu membawa kita masuk ke dalam kelompok negara peraih emas Olimpiade. Sejak Alan Budikusuma dan Susy Susanti mempersembahkan medali emas pada Olimpiade Barcelona 1992, kita boleh berbangga sudah masuk ke dalam kelompok elite negara-negara peserta Olimpiade.
Ketika prestasi bulu tangkis kita terus terpuruk seperti ini, tentu harus ada evaluasi menyeluruh yang kita lakukan. Tanpa harus mencari kambing hitam, kita harus berani melakukan refleksi terhadap kesalahan pembinaan yang terjadi dan memikirkan jalan keluarnya.
Itulah ciri bangsa yang besar, mereka tidak pernah hanya berhenti pada berkeluh kesah. Mereka bangkit untuk mencari akar persoalannya dan mencarikan jalan keluar untuk bisa memperbaiki kelemahan yang ada dan merebut kembali kebesaran itu.
Kita harus melakukan itu sekarang. Setelah 10 tahun prestasi bulu tangkis kita terus terpuruk, kita harus mengumpulkan semua orang yang memahami bulu tangkis untuk berbicara bagaimana membangun kembali kebesaran olahraga kebanggaan bangsa ini.
Bagaimana kita melahirkan kembali pemain-pemain besar seperti Tan Joe Hock, Ferry Souneville, Rudy Hartono, Iie Sumirat, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Hendrawan, Taufik Hidayat. Bagaimana pula kita mencetak pemain bintang seperti Retno Kustiyah, Ferawaty Fajrin, Ivanna Lie, Susy Susanti.
Kita memang tidak bisa lagi hanya bernostalgia. Sekarang zamannya olahraga dikembangkan dengan pendekatan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu kita harus juga mengundang para ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk ikut memikirkan cara membangun kembali bulu tangkis Indonesia.
Belum pernah kita melakukan pertemuan besar yang serius membicarakan masalah ini. Kementerian Pemuda dan Olahraga harus mengambil inisiatif ini, karena kementerian itulah yang pertama-tama harus merasa prihatin dengan kemerosotan prestasi olahraga bangsa ini.
Mari kita tinggalkan segala macam urusan yang lebih berbau seremonial. Sekarang waktunya bekerja dan memikirkan cara membangkitkan kembali prestasi olahraga kita. Sebab, kebanggaan prestasi olahraga akan membuat seluruh bangsa ini lebih percaya diri dan kemudian berupaya meraih prestasi pada bidang-bidang yang lain.
Selalu kita katakan bahwa olahraga berkaitan erat dengan pembinaan generasi muda. Semua negara berlomba membangun prestasi olahraga untuk memacu generasi muda agar terbangun sikap disiplin, tidak mudah menyerah, dan selalu ingin menjadi yang terbaik.
Pada akhirnya masa depan sebuah negara ditentukan oleh kesiapan generasi mudanya. Siapa yang memiliki generasi muda yang andal, maka merekalah yang akan memiliki masa depan.
Kita belum mengalami kiamat. Masih ada jalan bagi kita untuk bangkit membangun kembali kebesaran bulu tangkis kita. Kita pernah punya pengalaman panjang dan pengalaman itulah yang dipakai negara-negara lain seperti Korea Selatan dan Malaysia. Mereka mampu menjadi kekuatan bulu tangkis utama dunia karena belajar dari pelatih-pelatih Indonesia.
Yang dibutuhkan sekarang hanyalah perhatian. Harus ada hati dan dedikasi dari mereka yang menangani pembinaan bulu tangkis untuk benar-benar memperhatikan para pemain. Jangan jadinya olahraga sebagai ajang politik, karena ini bukan tempat untuk mencari pencitraan, tetapi benar-benar membangun kebanggaan bagi bangsa dan negara.
Kita ada contoh pahlawan-pahlawan bulutangkisku, masih ingat kah kalian Gelar All England di ganda campuran, selama 33 tahun lamanya kita menunggu gelar itu dari sektor XD, mgkn bagi kita tdk pernah datang lagi gelar itu tapi Tontowi/Liliyana menepis pernyataan itu dan membobol pulang gelar Gelar All England, Jadi Jangan terlalu berlarut-larut dalam kesedihan, kejar prestasi dengan belajar dan bangkit dari kegagalan yang pernah dialami. Karena hanya itulah satu-satunya cara yang bisa menjadi motivasi untuk memenangkan setiap pertandingan, di samping mental juara yang masih terus perlu dibina dengan baik.
Dan ketahuilah, kami warga Indonesia akan senantiasa mendukung tim merah putih sampai titik darah penghabisan, dan tidak akan pernah melupakanmu meskipun kekecewaan kerap kali menghinggapi kami.
@Lilikeda
Terima kasih atas atensinya yang begitu besar terhadap bulutangkis Indonesia. Kami berharap @Lilikeda dan teman-teman lain mempunyai pemikiran yang seperti ini.
Kami juga berharap lewat forum ini kita juga semakin dewasa dalam menyikapi permasalahan bulutangkis Indonesia. Tidak hanya sekedar caci maki belaka yang pada akhirnya tidak menemukan permasalahan yang ada. Malah kita dianggap cuma sebatas sampah yang tidak berguna.
Sebagai pengelola portal, kami berharap kiranya ini juga bisa kita jadikan sebagai momen untuk memberikan nilai positif bagi forum diskusi.
Jujur saja hingga saat ini belum ada forum diskusi bulutangkis sebebas Forum Diskusi Bulutangkis.com. Maaf, pendapat ini bukan berasal dari kami tentunya. Dengan demikian marilah kita menjaga suasana forum diskusi agar berjalan wajar. Kritikan atau perbedaan pendapat bukanlah sesuatu yang kami tabukan, tapi sampaikanlah dengan rasa tanggung jawab.
Aturan dan Etika yang ada bukanlah sesuatu yang membelenggu suasana demokrasi di forum diskusi. Dengan demikian kehadiran teman-teman sekalian pada forum diskusi Bulutangkis.com bisa memberikan kontribusi positif bagi bulutangkis Indonesia. Inilah harapan kami dari awal saat kami membangun portal Bulutangkis.com.
Semoga mendapat respon yang positif dari teman-teman forum sekalian. Tks
iya admin..
kmrn saya sempat pesimis melihat pemain2 badminton kita yg sll mentok n mentok, mknya ga tau lg caranya mau gmn membangkitkan semangat para pejuang kita alhasil saya melontarkan hujatan, cacian n makian..tapi smakin hari smkin kebelakang yg saya liat smakin byk tmn2 di fordis ini yg ikut2an melontarkan hujatan sama pemain2 badminton INA.
tp disisi lain benar jg mnrt saya, kita para fans bulutangkis INA tdk mengharapkan trus2an pemain2 badminton INA juara, stidaknya mereka sekali dua kali saja juara dlm setahun itu sudah menghapus keringat kami yg sll mendukung/menyuarakan pemain2 badminton INA dikala berlaga. tp kenyataan apa??hanya tolyn, hanya tolyn..
tapi saya berpikir udahlah, yg terpenting kekompakan para fans2 badminton INA jgn sampai melambai/pudar untuk mendukung trus2an atlet badminton INA. dgn dukungan n doa para fans2 badminton INA saya optimis Indonesia pasti bisa. Tuhan tdk tidur, sesuatu indah pada waktunya.
kenapa g ada yg nyinggung sudirman cup yah??? padahal kejuaraan beregu selanjutnya ya ini,,, fokus ke depan aja!!! lupakan masa lalu,,, kita evaluasi bareng2!!!! TOLYN plis jgn kecewakan kami di OG dan IOSSP yah!!!!
semoxx: wkwkwkwa, lg lg tolyn lg lg tolyn..hehe
jgn lah bro terfokus cma sm tolyn doank (trlalu berat mereka memikul itu, yg ada tar mereka terbebani)kita masih punya angga/ryan, anit dan sudel..semoga mereka bs belajar dr tolyn..
amin!!
@semoxxxx
Setuju bila topiknya 'fokus ke depan aja' tapi tidaklah sampai 'melupakan masa lalu'.
Kenapa? Hasil-hasil atau pencapaian kita, baik maju dan mundurnya bulutangkis pada waktu yang lalu sebagai dasar kita melakukan evaluasi untuk kedepannya. Jadi, ya gak bisa juga melupakan masa lalu begitu saja. Ini pendapat kami, atau mungkin yang @semoxxxx maksudkan juga demikian? :))
tumben bikin tread beginian? copas dr mana bro? wkwkwk....
yg harus dilakukan skrng adalah berbenah, baik pengurus, pelatih, sampe pemain. selalu optimis, sprt SUDEL yg bisa memberi perlawanan ketat lawan ZY/TQ walau akhirny kalah. jgn kalah duluan sblm brtanding. selain itu jgn menganggap enteng lawan walaupun sudah unggul (AnNit hampir terkejar game ke-2, Linda gak berkembang setelah angka 14 game ke-3)
@admin
yuuupp bener mimin,,, hehehehe.....
jadikan sejarah masa lalu bulutangkis kita yg besar sebagai patokan dan tatap terus masa depan agar terus move on dan g terlalu terlarut dalam kesedihan!!! bangkitlah indonesiaku!!! kita BISA!!!
tul tul tuh semoxx, saya jg ga sabar lg nih nuggu kiprahnya tolyn, annga/ryan, sudel, dll nya di sinapura open SS dan indonesia open SSP serta tournament2 berikutnya..
smoga mereka memberikan yg maksimal.
kalo diperhatiin isi trit ini copas deh, karena gaya bahasa dan penulisan kalimat / kata per kata nya beda jauuuuhhhhh dgn tulisan lilikeda selanjutnya yg saat ngejawab comment dari Admin dan semoxxxx..
hmmm
@lilikeda, copas dari mana sis?
tp gpp yg penting maksud dan tujuannya bagus yaitu demi kebangkitan bulutangkis INDONESIA.
Salut !