Bulutangkis.comBerita > Berita
Eng Hian: “Pemain pratama bisa bermain rangkap”
Oleh : admin Jumat, 06 Januari 2017 09:24:09
Penanganan ganda putri Pelatnas kembali dipercayakan PP PBSI kepada Eng Hian. Catatan prestasi Eng Hian sebagai pelatih ganda putri boleh dibilang bisa mengangkat prestasi ganda putri. Tangan dingin Eng Hian membawa Greysia/Nitya meraih medali emas Asian Games 2014.
Penanganan ganda putri Pelatnas kembali dipercayakan PP PBSI kepada Eng Hian. Catatan prestasi Eng Hian sebagai pelatih ganda putri boleh dibilang bisa mengangkat prestasi ganda putri. Tangan dingin Eng Hian membawa Greysia/Nitya meraih medali emas Asian Games 2014.

Kembali mendapat kepercayaan PBSI, Eng Hian peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004 berpasangan dengan Flandy Limpele ini membeberkan program kerja yang akan dia jalankan di tahun 2017 ini. Disebutkan Eng Hian bahwa dirinya akan menerapkan punishment untuk anak asuhnya nanti.

“Perubahan yang akan saya buat adalah dibuat punishment, itu yang akan saya lebih tekankan lagi dan sudah disetujui binpres. Tujuannya saya harapkan menjadi rasa yang lebih positif untuk ganda putri. Keinginan mereka untuk menjadi pemain top dunia semakin tinggi.” kata Eng Hian di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur hari Rabu (04/01).

“Saya juga bikin KPI (Key Performance Index), itu setidaknya harus 80%. Ada evaluasi enam dan 12 bulan. Enam bulan di bawah 60% out, 12 bulan di bawah 80% out,” tambah Eng Hian, seperti kami kutip dalam rilis humas PBSI.

Selain itu, Eng Hian juga akan meningkatkan atmosfer kompetisi selama ini yang dirasanya masih kurang dan berencana mendatangkan psikolog untuk membentuk mental juara pemain-pemainnya.

“Sifat dasar kompetisi anak-anak kita ini kurang, padahal secara kapasitas dan kualitas mereka sangat punya untuk jadi juara. Tapi sifat kompetisi mereka itu hanya ditunjukkan di dalam. Kembali lagi kalau kalah bilang Tuhan kasih rezeki segini. Kita memang harus berserah tapi saya ga mau pasrah,” ucap Eng Hian.

“Untuk psikolog saya sudah minta ke binpres untuk melengkapi hal-hal itu, psikolog pasti kita libatkan,” lanjut Eng Hian lagi.

Hal ini menurut Eng Hian diterapkan untuk bisa menyamai level Greysia/Nitya terutama untuk tiga pasangan yang diproyeksikan menjadi ganda utama yaitu Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Rizki Amelia Pradipta/Tiara Rosalia Nuraidah.

Selain itu saat disinggung tentang pelatnas pratama, Eng Hian menyoroti pertukaran antara Mychelle Christine Bandaso dan Vania Arianti Sukoco dan berharap adanya sistem main rangkap.

“Dari performance dan kacamata pelatih jadi kita lihat kecocokan kedua pemain ini seperti terbalik. Vania lebih cocok di ganda putri sementara Mychelle cocok di ganda campuran tetapi yang kita harapkan nanti mudah-mudahan bisa berjalan untuk pemain pratama ini bisa bermain rangkap jadi bisa lebih kelihatan potensi mereka ada dimana,” tutup Eng Hian. (*)
Bulutangkis.com : http://www.bulutangkis.com
Versi online: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=103881