Bulutangkis.comBerita > Artikel > Sosok
Kala Maria Kristin “Bosan” Dengan Bulutangkis
Oleh : admin Sabtu, 09 September 2017 08:45:52
Masih ingat Maria Kristin Yulianti? Masih terlintas di memori kita saat pebulutangkis Indonesia kelahiran Tuban, 25 Juni 1985 ini menghancurkan ambisi Tiongkok dalam meraup semua medali di sektor tunggal putri Olimpiade Beijing 2008. Maria menaklukkan andalan tuan rumah Lu Lan yang kala itu berperingkat 4 dunia yang sekaligus memastikan diri meraih medali perunggu.
Masih ingat Maria Kristin Yulianti? Masih terlintas di memori kita saat pebulutangkis Indonesia kelahiran Tuban, 25 Juni 1985 ini menghancurkan ambisi Tiongkok dalam meraup semua medali di sektor tunggal putri Olimpiade Beijing 2008. Maria menaklukkan andalan tuan rumah Lu Lan yang kala itu berperingkat 4 dunia yang sekaligus memastikan diri meraih medali perunggu.

Jika dulu bulutangkis begiu digemari dan menjadi prioritas utama baginya. Kini bagaimana ya? Sudah lebih dari 5 tahun pensiun. Rupanya kini pasca menikah tahun lalu bersama Simon Andri Setianto. Maria Kristin mengaku mulai jarang melirik bulutangkis olahraga yang membesarkan namanya itu.

“Gimana ya kayak ada rasa bosan sama bulutangkis gitu apalagi kan setelah menikah lebih banyak mengurus rumah tapi tetap sih masih bantu-bantu PB Djarum buat sharing ke atlet-atlet yang usia dini,” ujarnya dalam obrol-obrol dengan Bulutangkis.com di GOR Jati PB Djarum Kudus, hari Jumat (08/09) kemarin.

Maria Kristin memang diketahui sering turut serta dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh PB Djarum kub bulutangkis yang menaunginya saat sukses dulu. Terakhir tahun lalu tepatnya sebelum menikah dirinya sempat menjadi pelatih di PB Djarum dan kerap menjadi tim pencarian bakat saat Audisi Umum Bulutangkis yang diselenggarakan tiap tahun tersebut.

Ditanya mengenai peluang menjadi pelatih kembali dan terutama menjadi pelatih pelatnas PP PBSI. Maria Kristin mengaku belum mau menerima tawaran dan belum bersedia jika diminta.

“Gak mau sih, jangan dipaksa ya. Kalau sharing-sharing juga saat ini gak mau,” ungkap pemilik julukan “Lazy Style” ini.

Mengenai sosok kepelatihan yang cocok untuk tunggal putri yang tengah krisis prestasi saat ini. Maria Kristin mengaku memfavoritkan Hendrawan. Salah satu nama yang turut andil dirinya meraih sukses di Beijing 9 tahun silam ini.

“Kalau saya sih favorit pelatih ya Hendrawan. Dia itu pelatih paling demokratis mengerti apa yang diinginkan pemain. Tetapi bukan berarti pelatih lembek juga. Maksudnya bisa mengemong atletnya,” ungkap Maria mengakhiri obrol-obrol ringan dengan kami. (luky)
Bulutangkis.com : http://www.bulutangkis.com
Versi online: http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=104596