Bulutangkis.comBerita > Artikel > Sosok
Langkah Sempurna “Comeback” Li Xuerui
Oleh : admin Senin, 25 Juni 2018 11:53:46
Langkah Li Xuerui, tunggal putri Tiongkok menapak elit bulutangkis dunia kembali makin terbuka. Ajang Canada Open 2018 yang berakhir Minggu sore (24/6) di Calagary, Kanada atau Senin (25/6) pagi di Jakarta, menjadi ajang pembuktian Xuerui.
Langkah Li Xuerui, tunggal putri Tiongkok menapak elit bulutangkis dunia kembali makin terbuka. Ajang Canada Open 2018 yang berakhir Minggu sore (24/6) di Calagary, Kanada atau Senin (25/6) pagi di Jakarta, menjadi ajang pembuktian Xuerui.

Li Xuerui berhasil naik ke podium juara di Kanada usai menaklukkan tunggal putri Jepang, Sayaka Takahashi, yang merupakan unggulan dua. Tak mudah bagi Xuerui untuk meraih gelar juara di ajang berhadiah total USD 75,000 ini, Xuerui harus main rubber game dengan skor 22-20, 15-21 dan 21-17.

Sebelum final, Xuerui, peraih medali emas Olimpiade London 2012, harus menyingkirkan dua andalan Jepang di semifinal dan perempat final, Asuka Takahashi dan Moto Hayashi. Dan di babak dua memupuskan harapan tuan rumah, Li Michelle yang merupakan unggulan satu lewat laga ketat 21-15, 13-21 dan 21-10.

Tak hanya itu, jalan panjang menapak podium juara harus dilalui Xuerui yang kini berada di peringkat 82 ini lewat babak kualifikasi. Begitu juga di US Open 2018, Xuerui sukses naik ke podium juara dengan melewati babak kualifikasi. Ini gelar ketiga Xuerui tahun ini. Pertama direbutnya di kandangnya sendiri pada ajang China Masters 2018.

Sayangnya, langkah “comeback” Xuerui gagal membawa negerinya untuk mempertahankan Piala Uber. Tiongkok tersandung di babak semifinal Piala Uber 2018 yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Tiongkok harus mengakui keunggulan tuan rumah lewat partai yang menegangkan 2-3. Xuerui yang menjadi tunggal putri keempat Tiongkok turun di tunggal ketiga tak berhasil menyumbangkan poin bagi timnya di partai penentuan. Xuerui harus mengakui keunggulan andalan Thailand, Busanan Ongbamrungphan dua game langsung 11-21dan 9-21.

Ini kegagalan Tiongkok untuk mempertahankan Piala Ubernya yang keempat kalinya sejak tahun 2012. Dan kegagalan ini pun berbuntut dihentikannya pelatih utama tunggal putri Tiongkok, Zhang Ning, oleh Asosiasi Bulutangkis Tiongkok. Tunggal putri Tiongkok yang selama ini mendominasi elite tunggal putri dunia terlihat menurun prestasinya usai mundurnya Wang Shixian dan Wang Yihan pasca Olimpiade Rio 2016. Andalan tunggal Tiongkok yang diisi Chen Yufei, He Bingjiao, Chen Xiaoxin, dan Gao Fangjie belum bisa berbuat banyak.

Langkah Li Xuerui, tunggal putri Tiongkok menapak elit bulutangkis dunia kembali makin terbuka. Ajang Canada Open 2018 yang berakhir Minggu sore (24/6) di Calagary, Kanada atau Senin (25/6) pagi di Jakarta, menjadi ajang pembuktian Xuerui.

Li Xuerui berhasil naik ke podium juara di Kanada usai menaklukkan tunggal putri Jepang, Sayaka Takahashi, yang merupakan unggulan dua. Tak mudah bagi Xuerui untuk meraih gelar juara di ajang berhadiah total USD 75,000 ini, Xuerui harus main rubber game dengan skor 22-20, 15-21 dan 21-17.

Sebelum final, Xuerui, peraih medali emas Olimpiade London 2012, harus menyingkirkan dua andalan Jepang di semifinal dan perempat final, Asuka Takahashi dan Moto Hayashi. Dan di babak dua memupuskan harapan tuan rumah, Li Michelle yang merupakan unggulan satu lewat laga ketat 21-15, 13-21 dan 21-10.

Tak hanya itu, jalan panjang menapak podium juara harus dilalui Xuerui yang kini berada di peringkat 82 ini lewat babak kualifikasi. Begitu juga di US Open 2018, Xuerui sukses naik ke podium juara dengan melewati babak kualifikasi. Ini gelar ketiga Xuerui tahun ini. Pertama direbutnya di kandangnya sendiri pada ajang China Masters 2018.

Sayangnya, langkah “comeback” Xuerui gagal membawa negerinya untuk mempertahankan Piala Uber. Tiongkok tersandung di babak semifinal Piala Uber 2018 yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Tiongkok harus mengakui keunggulan tuan rumah lewat partai yang menegangkan 2-3. Xuerui yang menjadi tunggal putri keempat Tiongkok turun di tunggal ketiga tak berhasil menyumbangkan poin bagi timnya di partai penentuan, dua tunggal lainnya pun tak berhasil menyumbangkan poin kemenangan. Xuerui harus mengakui keunggulan andalan Thailand, Busanan Ongbamrungphan dua game langsung 11-21 dan 9-21.

Ini kegagalan Tiongkok untuk mempertahankan Piala Ubernya yang keempat kalinya sejak tahun 2012. Dan kegagalan ini pun berbuntut dihentikannya pelatih utama tunggal putri Tiongkok, Zhang Ning, oleh Asosiasi Bulutangkis Tiongkok. Tunggal putri Tiongkok yang selama ini mendominasi elite tunggal putri dunia terlihat menurun prestasinya usai mundurnya Wang Shixian dan Wang Yihan pasca Olimpiade Rio 2016. Andalan tunggal Tiongkok yang diisi Chen Yufei, He Bingjiao, Chen Xiaoxin, dan Gao Fangjie belum bisa berbuat banyak.

Kini Tiongkok masih menaruh harapan di pundak Xuerui untuk kembali menaikkan pamor tunggal putri Negeri Tirai Bambu ini pasca pulihnya cedera Xuerui pada saat ajang Olimpiade Rio. Gelar di Kanada menambah koleksi poin Xuerui sebesar 5500, dan ini akan mengantarkannya masuk ke jajaran 60 besar dunia pekan ini. (*)

Hasil lengkap final Canada Open 2018 :
Ganda putra :
- Marcus Ellis/Chris Langridge (1/ENG) vs Mark Lamsfuss/Marvin Emil Seidel (2/GER) 19-21, 21-18, 22-20
Ganda putri :
- Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata (1/JPN) vs Isabel Herttrich/ Carla Nelte (GER) 21-13, 21-15
Tunggal putra :
- Lu Guangzu (CHN) vs Minoru Koga (JPN) 21-15, 21-10
Tunggal putri :
- LI Xuerui (CHN) vs Sayaka Takahashi (2/JPN) 22-20, 15-21, 21-17
Ganda campuran :
- Marcus Ellis/Lauren Smith (1/ENG) vs Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich (2/GER) 21-13, 21-4
Bulutangkis.com : http://bulutangkis.com
Versi online: http://bulutangkis.com /mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=105570