Bulutangkis.comBerita > Artikel > Sportainment
Chou Tien Chen Yang Simpatik
Oleh : admin Senin, 01 Oktober 2018 21:10:56
Rasa duka dan simpati kepada para korban gempa dan tsunami di Palu, Indonesia, langsung berdatangan. Tak hanya datang dari Tanah Air, tapi juga berdatangan dari luar negeri. Salah satunya datang dari atlet China Taipei, Chou Tien Chen, yang tengah berlaga di ajang Korea Open 2018, yang berakhir hari Minggu (30/9) lalu.
Rasa duka dan simpati kepada para korban gempa dan tsunami di Palu, Indonesia, langsung berdatangan. Tak hanya datang dari Tanah Air, tapi juga berdatangan dari luar negeri. Salah satunya datang dari atlet China Taipei, Chou Tien Chen, yang tengah berlaga di ajang Korea Open 2018, yang berakhir hari Minggu (30/9) lalu.

Sebelum turun berlaga melawan Tommy Sugiarto di partai final, Chou Tien Chen, berkesempatan membuat suatu postingan di akun istagram miliknya @tienchenchou. Video Chou Tien Chen dalam bahasa Inggris, namun di wall instagramnya, satu hal yang begitu simpatik, Chou menuliskannya dalam bahasa Indonesia.

''Halo, saya Chou Tien Chen pemain dari Chinese Taipei. Saya dengar telah terjadi gempa yang besar dan juga tsunami di Indonesia dan banyak yang menjadi korban. Saya turut berduka atas hal itu. Semoga Tuhan memberkati Indonesia,'' demikian tulis Chou.

Pengalaman bertanding pada ajang Asian Games 2018 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, sepertinya menjadi pengalaman berkesan bagi pebulutangkis kelahiran 8 Januari 1990, yang terkenal dingin. Ekspresi Chou yang dingin saat berlaga di lapangan ini menjadi salah satu obrolan menarik bagi Valentino Napitupulu, Broto Happy dan Yuni Kartika saat final bulutangkis perorangan Asian Games 2018 lewat siaran televisi Indosiar. Di final, Chou bertemu dengan wakil Indonesia, Jonatan Christie. Chou akhirnya meraih medali perak usai kekalahannya dari Jonatan. Chou bisa merasakan bulutangkis memang menjadi olahraga kebanggaan masyarakat Indonesia.

''Saya tahu bahwa badminton di Indonesia bukan hanya sekedar olahraga, tapi Indonesia telah menjadi salah satu rumah terbesar bagi badminton. Saya akan memberikan permainan terbaik saya pada pertandingan hari ini untuk mendukung Indonesia. Saya sayang kalian semua, Tuhan berkati,'' demikian tulis Chou lebih lanjut di wall instagramnya.

Chou akhirnya mempersembahkan gelar juara dari ajang berhadiah total USD 600,000. Gelar juara dipersembahkannya bagi korban gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia, dengan mengalahkan andalan Indonesia, Tommy Sugiarto 21-13 dan 21-16.

Sukses Chou di Korea Open 2018 menjadi buah perjuangannya setelah gagal dari mulai Asian Games 2018, Japan Open 2018 hingga China Open 2018. (*)
Bulutangkis.com : http://bulutangkis.com
Versi online: http://bulutangkis.com /mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=106106