Bulutangkis.comBerita > Artikel
Andai Saja Pelatnas Sekarang Tidak Terlalu Kaku
Oleh : admin Rabu, 30 Januari 2019 09:01:51
Rasanya terlalu sadis yah kalau mengecilkan peran Owi.
Dalam nomor ganda baik Ganda Campuran (XD), Ganda Putra (MD), maupun Ganda Putri (WD), bahwa setiap pemain saling melengkapi, berjuang bersama sehingga akan terlihat apakah ganda tersebut bekerja sama secara baik atau tidak dengan raihan gelarnya.
Rasanya terlalu sadis yah kalau mengecilkan peran Owi. Dalam nomor ganda baik Ganda Campuran (XD), Ganda Putra (MD), maupun Ganda Putri (WD), bahwa setiap pemain saling melengkapi, berjuang bersama sehingga akan terlihat apakah ganda tersebut bekerja sama secara baik atau tidak dengan raihan gelarnya.

Dan faktanya, Owi/Butet bisa kompak selama berpasangan meraih berbagai gelar level atas dari juara dunia, All England, Indonesia Open hingga emas Olimpiade Rio. Belum tentu Butet akan meraih emas olimpiade jika berpasangan dengan selain Owi.

Tapi harus diakui, skill, kerja keras, kemauan keras dan disiplin tinggi serta omelan dari Butetlah yang sudah mengantar Owi meraih berbagai gelar itu. Karena sebelum berpasangan dengan Owi, Butet sudah menjadi pemain level atas berpasangan dengan Nova meraih berbagai gelar, bahkan sudah meraih gelar juara dunia di usia 19 tahun.

Sementara saat itu Owi masih jadi pemain kelas menengah berpasangan dengan Richi Puspita Dili yang berkutat di tour menengah/Grand Prix (GP) dan kemudian dengan Greys. Jadi sudah sepatutnya Owi juga berterima kasih karena sudah beruntung dipilih Butet sebgai pasangannya dan mengangkatnya menjadi pemain level atas.

Sekarang setelah Butet pensiun, waktunya Owi membuktikan apakah kemampuanya sebagai pemain level atas selama ini bisa membawa partner barunya ke level atas dan meraih berbagai gelar juga seperti Butet?

Kita tunggu duet Owi/Winny pemirsah. :-))

Tapi, sebenarnya saya juga termasuk yang cukup pesimis sih Owi bisa mengangkat partnernya karena beberapa kali dicoba dengan Gloria dan Della hasilnya kurang memuaskan. Bisa saja nasibnya seperti Nova, yang begitu ditinggal Butet kembali susah meraih gelar level atas seperti saat sebelum berpasangan dengan Butet.

Karena yang istimewa itu Butetnya itu. Begitu Nova berpasangan dengan Butet, Nova/Butet menjelma menjadi XD tangguh papan atas bahkan meraih gelar juara dunia padahal saat itu Butet masih junior.

Pun begitu saat Butet menggandeng Owi, mereka jadi XD tangguh yang meraih banyak gelar sementara Nova yang ditinggalkan Butet tidak lagi bisa meraih gelar bergengsi walaupun berpasangan dengan Vita.

Waktu Owi di pelatnas maksimal paling sampai Olimpiade Tokyo 2020, jadi kalau Owi masih punya motivasi meraih tempat di Olimpiade Tokyo, butuh usaha yang sangat keras untuk bisa menggandeng partner barunya bisa bersaing di level atas saat ini apalagi usia Owi sudah kepala 3.

Tapi sebetulnya Owi itu masih jadi pemain putra XD terbaik di pelatnas. Dibanding Praveen, permainan Owi lebih safe, jadi Owi punya modal itu. Tinggal butuh motivasi kuat dan partner yang klop dengan permainannya.

Butet memang pemain spesial untuk sektor XD kita. Boleh jadi hanya Minarti Timur dan Verawaty Fajrinlah pemain wanita nomor XD yang mendekati prestasinya di perbulutangkisan modern.

Pemain yang spesial itu mampu tetap berprestasi dengan pasangan yang berbeda, kelebihan itu jarang dimiliki pemain XD kita karena pemain cewek yang memiliki skill di atas rata-rata untuk nomor XD di pelatnas kita sangat langka. Butet sudah membuktikan bisa berprestasi dengan 2 pasangan berbeda yaitu Owi dan Nova dengan sama bagusnya.

Untuk nomor MD sih kita punya beberapa pemain spesial. Candra wijaya dulu bisa bermain bagus bersama Sigit Budiarto maupun Tony Gunawan. Hendra Setiawan juga bisa meraih berbagai gelar baik dgn Kido maupun Ahsan. Kevin juga berpotensi menjadi pemain spesial, kalau nanti Gideon pensiun Kevin masih mampu berprestasi dengan pemain lain.

Sayangnya untuk nomor XD dan WD sangat langka karena susah sekali menemukan pemain ganda yang putri yang punya skill dan kemampuan defend di atas rata-rata. Padahal di China pemain cewek yang punya skill tinggi selalu muncul. Dari jaman Gao Ling, Du Jing, Zhao Tingting, Yu Yang, Zhao Yunlei, Ma Jin hingga sekarang ada Huang Yaqiong dan Huang Dongping, tak ada habisnya

Sekarang Badminton Lovers (BL) hanya bisa berharap-harap cemas menantikan siapa yang bakal bisa meneruskan prestasi Butet di nomor XD.

Andai saja pelatnas kita sekarang gak terlalu kaku, mau main rangkap seperti dulu. Mungkin bisa ditemukan bibit putri XD ada di pemain WD. Bukankah dulu Butet waktu junior pun sempat fokus main WD sebelum kemudian beralih ke nomor XD? (Johantjun)
Bulutangkis.com : http://bulutangkis.com
Versi online: http://bulutangkis.com /mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=106555