Bulutangkis.comBerita > Artikel > Sosok
Tekad Leo Di Masa Pandemi Corona
Oleh : admin_2 Selasa, 12 Mei 2020 07:04:50
Bagi pemain muda yang terpilih menjadi skuad Pelatnas Cipayung, bergabung dengan para senior adalah kesempatan langka yang tak ingin disia-siakan. Hal ini pun dirasakan Leo Rolly Carnando, pemain muda yang kini tengah bersiap untuk menapaki level senior. Sebelumnya, Leo menjadi pemain junior dengan gelar terlengkap di nomor ganda putra, ganda campuran dan nomor beregu.
Bagi pemain muda yang terpilih menjadi skuad Pelatnas Cipayung, bergabung dengan para senior adalah kesempatan langka yang tak ingin disia-siakan. Hal ini pun dirasakan Leo Rolly Carnando, pemain muda yang kini tengah bersiap untuk menapaki level senior. Sebelumnya, Leo menjadi pemain junior dengan gelar terlengkap di nomor ganda putra, ganda campuran dan nomor beregu.

Torehan prestasi Leo membuat decak kagum para penggemar bulutangkis di Tanah Air. Bersama Daniel Marthin, Leo merebut gelar Juara Dunia Junior ganda putra tahun 2019. Masih di tahun yang sama, Leo dan tim Indonesia berhasil meraih gelar juara beregu dan mencetak sejarah dengan membawa pulang Piala Suhandinata. Sebelumnya di tahun 2018, Leo bersama Indah Cahya Sari Jamil menjadi Juara Dunia Junior. Sedangkan di Kejuaraan Dunia Junior tahun 2019, Leo/Indah mendapat medali perak di nomor perorangan.

Pandemi Covid-19 ini membuat kita harus menunda menyaksikan kiprah Leo di level senior. Seluruh turnamen terpaksa dibatalkan oleh federasi bulutangkis dunia (BWF). Leo pun harus menunggu lebih lama lagi untuk memulai tournya di level yang lebih tinggi.

Duo Daniel/Leo seharusnya sudah mulai mengikuti turnamen BWF World Tour Super 300 di ajang Spain Masters 2020 dan Thailand Masters 2020. Hingga saat ini semua pemain masih menunggu jadwal turnamen terbaru yang bakal dirilis BWF. Sejauh ini baru turnamen level elit yang diumumkan penyelenggaraannya yaitu final Piala Thomas dan Uber 2020 pada Oktober mendatang.

''Agak bingung juga sih, tapi mau bagaimana lagi ya? Turnamen dibatalkan itu kan demi keselamatan semua. Kita lihat lagi ke depannya bagaimana, semoga cepat berlalu pandeminya,'' kata Leo saat berbincang dengan Badmintonindonesia.org.

''Rencananya sebelum pandemi mau main di level Super 500 di India. Levelnya tinggi tapi banyak top player yang absen, jadi nama kami masuk. Tapi kemudian turnamennya ditunda dan belum ada informasi lagi,'' ungkap Leo.

Leo/Daniel berupaya untuk terus menjaga kondisi dan mempertahankan performa mereka yang sedang menanjak. Berada dalam satu tim ganda putra Indonesia diakui Leo menjadi nilai tambah baginya dan Daniel untuk menjajaki level senior.

Leo banyak memetik pengalaman dari para seniornya yang kini merajai dua peringkat dunia tertinggi ganda putra yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

''Di pelatnas kan sering latihan sama mas Kevin, koh Sinyo (Marcus), koh S (Hendra) dan bang Ahsan. Latihannya sama top player semua. Pemain dari negara lain saja banyak yang mau latihan ke Indonesia karena sparring-nya bagus-bagus, jadi saya merasa beruntung,'' sebut Leo.

''Selama nggak tanding, saya masih latihan bareng sama mereka, jadi feel bermainnya nggak hilang. Walau pun sekarang latihannya belum bisa normal, tapi saya coba banyak belajar dari para senior,'' lanjut pemain kelahiran Klaten, 29 Juli 2001 ini.

Momen karantina tertutup di pelatnas juga dimanfaatkan Leo untuk menjalankan ibadah puasa. Leo bertekad untuk puasa penuh di bulan Ramadan kali ini. (*)
Bulutangkis.com : http://bulutangkis.com
Versi online: http://bulutangkis.com /mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=108000