Bulutangkis.comBerita > Artikel > Sosok
Indah: “Inginnya tahun ini bisa juara”
Oleh : admin_2 Selasa, 16 Juni 2020 12:29:56
Seperti turnamen internasional lainnya, ajang bulutangkis World Junior Championships 2020 juga mengalami penundaan ke tahun depan. Masih di tempat yang sama, Auckland, Selandia Baru, WJC 2020 akan digelar pada 11-16 Januari 2021 untuk memperebutkan Piala Suhandinata di nomor beregu campuran, sementara nomor perorangan yang memperebutkan Piala Eye Level akan digelar pada 18-24 Januari 2021.
Seperti turnamen internasional lainnya, ajang bulutangkis World Junior Championships 2020 juga mengalami penundaan ke tahun depan. Masih di tempat yang sama, Auckland, Selandia Baru, WJC 2020 akan digelar pada 11-16 Januari 2021 untuk memperebutkan Piala Suhandinata di nomor beregu campuran, sementara nomor perorangan yang memperebutkan Piala Eye Level akan digelar pada 18-24 Januari 2021.

Walau ajang WJC 2020 harus diundur akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia, tim junior Indonesia tetap mempersiapkan diri untuk mengulang sukses tahun lalu. Pada ajang WJC 2019 di Kazan, Rusia, prestasi tim Merah Putih cukup bersinar. Indonesia berhasil merebut Piala Suhandinata di nomor beregu campuran dan satu Piala Eye Level dari ganda putra Leo Rolly Carnando/ Daniel Marthin.

Satu yang menjadi andalan Indonesia, Indah Cahya Sari Jamil, pemain spesialis ganda campuran, bisa merebut gelar juara di sana. Indah pun berharap mampu membawa pulang medali emas dari kejuraan tertinggi level junior tersebut.

Indah sendiri sejauh ini sudah dua kali ambil bagian dari turnamen ini. Pada tahun 2018, atlet kelahiran Makassar tersebut berhasil merebut medali emas sektor ganda campuran, bersama Leo Rolly Carnando. Kemudian di tahun 2019, Leo/Indah membawa pulang medali perak. Di tahun yang sama, Indah bersama tim junior Indonesia lainnya juga sukses merebut Piala Suhandinata untuk yang pertama kalinya.

“Inginnya tahun ini bisa juara. Kan ini tahun terakhir juga buat saya. Pengen penutupan yang baik, insya Allah. Tapi tetap fokus step by step. Walaupun harus tertunda karena wabah ini, nggak apa-apa. Hitung-hitung persiapan saya lebih panjang,” kata Indah mengutip di laman resmi PBSI.

Berbicara soal peluang, Indah mengaku cukup waspada dengan calon lawan yang akan dihadapinya. Beberapa pemain bagus dikatakan Indah sudah banyak bermunculan dari berbagai negara.

“Peluangnya ada, tapi nggak gampang juga. Kemarin di turnamen terakhir German dan Belanda juga lawannya ada yang alot. Padahal itupun Tiongkok belum ada yang ikut tanding di sana. Jadi belum tahu, Tiongkok ada pemain baru lagi atau gimana. Yang penting persiapan saya sendiri harus bagus. Soal partner juga kan belum tahu, tergantung pelatih nanti gimana, saya ikut aja. Terakhir main setelah Leo naik ke usia senior, saya berpasangan sama Teges (Satriaji Cahyo Hutomo),” jelas Indah.

Teges/Indah melakukan debutnya pada Februari lalu di turnamen Austrian Open 2020. Meski bermain di level turnamen senior, mereka mampu tampil baik dan mencapai babak perempat final. Setelah itu Teges/Indah berhasil mencetak prestasi dengan merebut dua gelar juara pada Dutch Junior International 2020 dan German Junior 2020, Maret lalu. (*)
Bulutangkis.com : http://bulutangkis.com
Versi online: http://bulutangkis.com /mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=108010