Bulutangkis.comBerita > Berita
Pandemi Tak Surutkan Gairah Bulutangkis, PBSI Pengkot Medan Gelar Turnamen
Oleh : admin Rabu, 16 Desember 2020 12:57:26
Pandemi Covid-19 yang belum berakhir tak membuat insan bulutangkis menghentikan aktivitas. Begitu juga dengan insan bulutangkis kota Medan, Sumut, yang mencoba menjaga gairah berolahraga bulutangkis tetap membara dengan menggelar kejuaraan bulutangkis di penghujung tahun 2020, usai vacum dalam beberapa bulan terakhir sejak masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak bulan Maret lalu.
Pandemi Covid-19 yang belum berakhir tak membuat insan bulutangkis menghentikan aktivitas. Begitu juga dengan insan bulutangkis kota Medan, Sumut, yang mencoba menjaga gairah berolahraga bulutangkis tetap membara dengan menggelar kejuaraan bulutangkis di penghujung tahun 2020, usai vacum dalam beberapa bulan terakhir sejak masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak bulan Maret lalu.

PBSI Pengkot Medan yang tidak bisa menggelar kejurkot seperti biasa sebagai kalender resmi seriap tahunnya, akhirnya menggelar kejuaraan bertitel Kejuaraan Bulutangkis PB Hiqua Wijaya Open 2020. Kejuaraan berlangsung selama lima hari (15-19 Desember 2020) di Gedung Olahraga (GOR) Hiqua Wijaya Jalan Karsa, Medan.

Kejuaraan ini mempertandingkan nomor-nomor sebagai berikut, Pra-Usia Dini putra/putri usia di bawah 9 tahun (tunggal), Usia Dini putra/putri usia di bawah 11 tahun (tunggal), Anak-anak putra/putri usia di bawah 13 tahun (tunggal dan ganda, Pemula putra/putri usia di bawah 15 tahun (tunggal dan ganda), Remaja putra/putri usia di bawah 17 tahun (tunggal, ganda dan ganda campuran), Taruna putra/putri usia di bawah 19 tahun (tunggal, ganda dan ganda campuran), Ganda Dewasa (putra dan putri), Ganda Veteran Putra +90, dan Ganda Veteran Putra +100.

Dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah, kejuaraan dibuka resmi oleh Akhyar Nasution, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan. Pembukaan ditandai dengan pemukulan servis yang dilakukan Akhyar didampingi Ketua PBSI Pengkot Medan, Heryson Edhie Suwidar.

Hal menarik, disebutkan panitia bahwa kejuaraan ini mendapat sambutan hangat dari para atlet bulutangkis kota Medan khususnya, dan Sumatera Utara pada umumnya. Tercatat ada 400 atlet yang turun berlaga. Dalam sambutannya Akhyar berharap kejuaraan ini nantinya dapat melahirkan pebulutangkis muda andal yang dapat mengharumkan nama Kota Medan di kancah perbulutangkisan nasional maupun internasional.

Namun, tak semua nomor bisa dipertandingkan seperti ganda dewasa putri, Veteran U90, Veteran U100, ganda taruna putri, ganda remaja putri, ganda pemula putri dan tunggal taruna putri. Disebutkan panitia karena kuota yang diharapkan tak tercapai.

Kepada Bulutangkis.com, Herison mengungkapkan kejuaraan ini dimaksudkan sebagai penyegaran akibat lamanya tak ada kejuaraan akibat pandemi.

'Sebagai ajang uji coba akibat lamanya istirahat bertanding akibat psbb,' sebut Herison.

Boleh dibilang kejuaraan bulutangkis di penutup tahun ini terheboh sepanjang kejuaraan bulutangkis di Medan. Disebutkan Herison karena ramainya peserta yang mendaftar.

486 peserta yang mendaftar di kejuaraan berasal dari PB yang ada di kota Medan dan daerah Sumatera Utara lainnya seperti Binjai, Langkat, Medan, Balige Toba, Aceh, Asahan, Labura, Deli Serdang, Simalungun, Pematang Siantar dan Batubara.

'Bahkan ada juga yang datang dari Sumbar dan Riau,' ujar Herison menutup obrolan dengan Bulutangkis.com. (*)
Bulutangkis.com : http://bulutangkis.com
Versi online: http://bulutangkis.com /mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=108153