Berita > Artikel > Wawancara

Lius Pongoh: ''Secara keseluruhan hasil yang dicapai cukup baik''

Senin, 01 September 2014 08:03:17
2403 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Lius Pongoh, Tim Manajer Indonesia

    © BadmintonIndonesia.org

  • Tommy Sugiarto

    © BadmintonIndonesia.org

  • Della Destiara Haris & Anggia Shitta Awanda

    © BadmintonIndonesia.org

  • Nitya Krishinda Maheswari & Greysia Polii

    © BadmintonIndonesia.org

  • Ryan Agung Saputro & Angga Pratama

    © BadmintonIndonesia.org

  • Suci Rizki Andini & Tiara Rosalia Nuraidah

    © BadmintonIndonesia.org

  • Berry Angriawan & Ricky Karanda Suwardi

    © BadmintonIndonesia.org

  • Bellaetrix Manuputty

    © BadmintonIndonesia.org

  • Lindaweni Fanetri

    © BadmintonIndonesia.org

Ajang BWF World Championships 2014 telah berakhir. Tim bulutangkis Indonesia membawa pulang satu medali perunggu lewat wakil tunggal putra Tommy Sugiarto. Sementara pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari belum berhasil memenuhi target pertama ke babak semifinal setelah dihentikan pasangan Jepang di babak perempat final.

Meskipun belum meraih target, namun perjuangan para pebulutangkis Indonesia mendapat apresiasi dari Gita Wirjawan selaku Ketua Umum PP PBSI.

'Selamat kepada Tommy atas keberhasilannya memenuhi target medali perunggu BWF World Championships 2014. Buat pemain yang lain, jangan putus asa karena saya yakin semua sudah berusaha maksimal namun belum bisa meraih hasil seperti yang kita harapkan. Tetap semangat dan kembali giat berlatih untuk mempersiapkan diri jelang Asian Games 2014,' kata Gita yang dihubungi dari Jakarta.

'Kedepannya kami akan mengevaluasi penampilan para atlet dan memperbaiki kekurangan yang ada guna mencapai target yang ditetapkan PBSI kepada masing-masing pemain,' imbuh Gita.

Apa evaluasi Lius Pongoh selaku manajer tim Indonesia di kejuaraan ini? Berikut petikan wawancara Lius dengan Badmintonindonesia.org.

Apa komentar anda mengenai hasil yang diraih pemain-pemain Indonesia di BWF World Championships 2014?

'Secara keseluruhan hasil yang dicapai pemain-pemain Indonesia cukup baik, walaupun ada beberapa yang targetnya belum tercapai seperti ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Namun sektor ganda putri juga mencatat prestasi cukup baik lewat pasangan Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris yang mengalahkan unggulan pertama dari Tiongkok.

Sedangkan di tunggal putra, sejak awal Tommy Sugiarto memang menjadi andalan. Target Tommy minimal ke babak semfinal dan dia sudah mencapai target tersebut.

Dari lima wakil yang lolos ke perempat final, kami sebetulnya berharap setidaknya ada dua wakil yang lolos ke semifinal.'

Bagaimana evaluasi di dua nomor ini?
'Agak disayangkan juga saat pertandingan semifinal antara Tommy dan Chen Long, sebetulnya Tommy punya peluang untuk rubber game. Seandainya dia tidak terpeleset di game kedua, mungkin saja ceritanya akan lain. Kami menyesalkan keputusan wasit yang menolak permintaan Tommy agar lapangannya dikeringkan. Kami sudah laporkan masalah ini ke referee.

Greysia/Nitya juga sebetulnya punya peluang saat melawan Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda (Jepang). Kalau melawan pasangan Jepang intinya jangan membuat kesalahan sendiri, tetapi ini malah mati-mati sendiri.'

Anggia/Della berhasil mengalahkan Bao Yixin/Tang Jinhua, unggulan pertama dari Tiongkok, bagaimana komentar anda?

'Penampilan Anggia/Della di turnamen ini cukup baik, lawannya sampai bingung mau menerapkan permainan apa. Kami rasa Anggia/Della punya prospek kedepannya. Mengenai Suci (Rizki Andini)/Tiara (Rosalia Nuraidah), memang ada masalah non teknis yang mesti diperbaiki, namanya bermain ganda itu berbeda dengan bermain tunggal, tidak bisa semaunya sendiri dan tidak boleh keras kepala.'

Pasangan ganda putra Angga Pratama/Rian Agung Saputro belum berhasil menundukkan lawan yang sama yaitu Kim Ki Jung/Kim Sa Rang (Korea), apa pendapat anda?

'Sama dengan di ganda putri, kekalahan di ganda putra juga disayangkan. Angga/Rian memang terlihat bermain dibawah tekanan. Mereka terlihat serba salah di lapangan. Mau main dengan bola-bola pendek kalah kencang pukulannya. Sedangkan mau angkat bola juga 'kena tembak' terus.

Ricky (Karanda Suwardi)/Berry (Angriawan) tampil kurang berani dan seperti kurang percaya diri. Kedepannya tidak boleh lagi seperti ini.'

Sektor tunggal putri masih belum berhasil mengirim wakil ke babak perempat final, apa yang terjadi?

'Penampilan Bellaetrix (Manuputty) di kejuaraan ini memang tidak seperti biasanya. Awalnya kami mengira dia sedang sakit atau cedera, ternyata memang dia mengaku tidak bisa mengeluarkan kemampuannya.

Bella mengatakan kalau mainnya tidak enak, ya mau tidak mau harus 'dienakkin', kita tidak bisa berharap suasana dan kondisi mendukung kita untuk bermain enak. Sebaiknya Bella jangan mengikuti perasaan bermain kurang enak, dia kan sudah tahu apa kelebihan dan kekurangannya, ini yang harus dipersiapkan lagi.

Sedangkan Linda (Wenifanetri) pun kemampuan tekniknya juga sama seperti Bella, tidak ada masalah. Tetapi kakinya memang agak berat, kalau dapat bola di belakang, dia sering terlambat kembali ke depan lapangan.' (badmintonindonesia.org)

Berita Wawancara Lainnya