Berita > Artikel > Wawancara

Bongkar Pasang Herry IP Cari Ganda Putra Kedua

Rabu, 19 November 2014 15:30:32
2941 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Ricky Karanda Suwardi & Angga Pratama

    © Badmintonindonesia.org

  • Ricky Karanda Suwardi & Angga Pratama

    © Badmintonindonesia.org

  • Ricky Karanda Suwardi & Angga Pratama

    © Badmintonindonesia.org

  • Herry I.P.

    © Badmintonindonesia.org

  • Herry I.P.

    © Badmintonindonesia.org

Sektor ganda putra sedang meramu kombinasi pasangan yang mumpuni. Salah satu upaya mencapai tujuan tersebut adalah dengan melakukan bongkar pasangan di dua turnamen, Hong Kong Open Super Series dan Macau Open Grand Prix Gold 2014. Dua pasangan ganda putra, Angga Pratama/Rian Agung Saputro dan Ricky Karanda Suwardi/ Berry Angriawan harus saling bertukar partner.

Pada babak pertama Hong Kong Open, Angga yang berduet bersama Ricky, dihentikan unggulan pertama asal Korea, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, lewat pertarungan sengit dengan skor akhir 20-22, 23-25. Sementara Rian yang bermain bersama Berry dikalahkan wakil Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata, 19-21, 12-21.

Bagaimana komentar Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Herry Iman Pierngadi atas bongkar pasang di ganda putra? Bagaimana juga kondisi Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang kini masih menjadi andalan di sektor ini? Berikut petikan wawancara Badmintonindonesia.org bersama Herry IP yang dilangsungkan di stadion Hong Kong Coliseum, Rabu (19/11) siang.

Apa pertimbangan anda dalam melakukan bongkar pasang di ganda putra?

Salah satu tujuan awal bongkar pasang di ganda putra ini adalah untuk mencari pasangan ganda putra kedua setelah Hendra (Setiawan)/(Mohammad) Ahsan. Seperti diketahui Angga (Pratama)/Rian (Agung Saputro) prestasinya masih turun naik. Makanya kami cari apakah ada kemungkinan kombinasi baru atau yang lama dipertahankan. Kami akan melihat di dua turnamen, selain Hong Kong Open Super Series 2014, akan dicoba juga di Macau Open Grand Prix Gold 2014.

Bagaimana pendapat anda mengenai hasil yang diraih para pemain di Hong Kong?

Perkiraan untuk menang memang berat buat Angga/Ricky, tetapi mereka kalah karena adu setting yang selisih poinnya sedikit. Menurut saya, kekalahan ini karena kurang kematangan sebagai pasangan, Angga/Ricky kan baru berpasangan. Ada saat-saat salah pengertian sedikit, tetapi secara keseluruhan baik. Mereka cukup menyulitkan Lee/Yoo yang kita tahu selalu konsisten di setiap pertandingan. Buat saya hasil ini cukup mengejutkan dan saya rasa Angga/Ricky sudah tampil maksimal.

Bagaimana penilaian anda tentang penampilan Rian/Berry?

Di game kedua saya lihat Rian/Berry masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Kedua pemain ini masih belum in di pertandingan pertama mereka, ada beberapa kali kesalahan posisi. Hal ini dialami juga oleh Angga/Ricky, tetapi kerjasama dan adaptasi Angga/Ricky lebih cepat dibandingkan Rian/Berry. Contohnya, Rian yang seharusnya banyak di belakang, malah lebih sering di depan. Rotasi permainan mereka masih belum seperti yang diharapkan.

Tadi disebutkan bahwa Angga/Ricky dan Rian/Berry akan dipantau hingga Macau Open, jika hasilnya memuaskan, apakah ada kemungkinan kombinasi baru ini terus dipertahankan?

Kemungkinan itu ada, setelah pertandingan di Macau Open, akan ada evaluasi dan keputusan pada Januari 2015. Penilaian bukan hanya dilihat hasil akhir kalah menang saja, namun prosesnya juga, bagaimana cara bermain dan sebagainya.

Jika mereka mulai berpasangan pada awal tahun depan, apakah ada rencana diproyeksikan untuk Olimpiade Rio de Janeiro 2016 mendampingi Hendra/Ahsan?

Bisa saja seperti itu, karena tahun depan mulai pengumpulan poin untuk olimpiade.

Performa Hendra/Ahsan sebagai ganda putra andalan masih belum menggembirakan di turnamen China Open Super Series Premier 2014 lalu. Apa yang sebenarnya terjadi?

Hendra/Ahsan memang kala itu under-performed, masih belum in. Selain itu, para pemain muda Tiongkok juga tampil luar biasa, istilahnya seperti kesetanan, di smash tidak mati, pukulanya juga pas semua. Memang untuk pemain yang sudah tidak muda lagi, Hendra/Ahsan butuh persiapan yang lebih lama dari turnamen ke turnamen. Terutama Hendra, tentunya dia sudah tidak seperti anak muda, butuh waktu yang lebih lama untuk recovery, namun baik Hendra maupun Ahsan tidak ada masalah cedera.

Apakah Hendra/Ahsan ada kemajuan di Hong Kong?

Hari ini di babak pertama mereka tampil lebih baik dari di Tiongkok, tetapi juga belum maksimal. Semoga besok bisa bermain lebih baik lagi.

Hendra/Ahsan akan bertemu lagi dengan Fu Haifeng/Zhang Nan yang mengalahkan mereka di Denmark Open Super Series Premier 2014, bagaimana peluangnya?

Kami berharap Hendra/Ahsan bisa revans. Pasangan Tiongkok ini unggul di pertahanan yang kuat, mereka pemain senior dan tidak mudah untuk dikalahkan. Hendra/Ahsan harus pintar-pintar mengatur serangan. (badmintondindonesia.org)

Berita Wawancara Lainnya