Berita > Artikel > Wawancara

Ketika Gronya Somerville Tersenyum Manis

Selasa, 26 Mei 2015 07:46:51
3046 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Gronya Somerville

  • Gronya Somerville & Jae James

Diawali keterlambatan para pemain yang akan hadir di Campbell Cove, The Rock di pusat kota Sydney membuat para peliput berita The Star Australian Open sibuk mengabadikan panorama dengan latar belakang opera house dan harbour bridge.

Akhirnya tiba juga para pemain dunia berkendara bus yang diawali bus mini. Rupanya Jan O'gersen andalan Denmark turun dari bus tersebut diikuti pelatihnya.

Kemudian terlihat beberapa sedan berpenumpang para sponsor, direktur ABO 2015 Loke Poh disertai Lin Dan, Chen Long, Li Xuei Rui, Gronya Sommervile dan para security pemain Tiongkok.

Kick Off yang sudah tidak terlalu diminati hanya karena dilakukan beberapa menit saja. Pada kesempatan ini Loke Poh, Direktur ABO 2015 memberikan sambutan pendeknya yang kemudian dilanjutkan foto bersama.

Membandingkan kick off tahun lalu, para peliput kali ini sudah semakin banyak. Ini membuat para fotografer harus lebih sigap untuk mendapatkan tempat 'shooting' terbaik. Belum lagi para penggemar bulutangkis juga ikut berdesakkan dikerumunan para peliput berita.

Pebulutangkis Tiongkok, Lin Dan menjadi yang paling banyak dikerubuti para penggemar. Chen Long dan Li Xuerui pun tak kalah menjadi sasaran para penggemar. Akupun akhirnya mendekati Gronya Sommerville yang terlihat sendirian.

'Selamat pagi Gronya, apa kabar?' sapaku dalam bahasa Indonesia. Gronya kebingungan, namun memberikan tersenyum membalas sapaanku.

'You don't understand what I am saying?' lanjutku dalam bahasa Inggris.

'No,' balasnya tersenyum.

'Aku kira kamu bisa berbahasa Indonesia dikarenakan kamu berpasangan dengan Setyana Mapasa dari Indonesia,' aku meneruskan dalam bahasa Inggris.

'Iya benar aku berpasangan dengan dia, tetapi tidak belajar bahasa Indonesia,' balas Gronya .

'Boleh aku tanya beberapa pertanyaan?'
'Boleh.'

'Kok kelihatannya kamu suka sekali berpasangan dengan pemain kidal seperti Leanne Choo dan Setyana Mapasa, apakah merasa lebih klop ketimbang yang right handed?'

'Hahahaha, bisa saja. Tidaklah, saya tidak bisa memilih siapa yang akan dipasangkan dengan saya. karena semua diatur oleh Badminton Australia,' balasnya.

'Mengapa dipasangkan dengan Setyana Mapasa, padahal di Sudirman Cup 2015 minggu lalu kamu berpasangan dengan Leanne Choo bahkan tidak terkalahkan di semua pertandingan,' tanyaku lagi.

'Kami hanya bertiga, maka yang dipilih hanya dua. Saya dan Setyana untuk bermain di Australian Badminton Open 2015.'

'Bagaimana permainan Setyana menurut kamu sebagai pasangan?'

'Wah, cocok sekali. Dia bermain bagus.'

'Apakah Tyana tambah gemuk atau masih gemuk?'

' Hahahahaha, tidaklah. Dia sudah kurusan sekarang.'

'Penggemar kamu cukup banyak lho di Indonesia. Bagaimana jika nanti minggu depan para penggemarmu berteriak 'Gronya, Gronya di saat kamu bertanding?'

'Wow,' senyumnya semakin manis si Gronya. 'Saya piker saya akan grogi jika banyak yang berteriak memanggil nama saya di saat saya bertanding,'lanjutnya.

'Kamu luar biasa di ajang Sudirman Cup minggu lalu, saya harap kamu bisa terus naik prestasinya menyamai pemain dunia lainnya.'

'Mereka itu hebat-hebat,' balas Gronya dengan tersenyum.

'Umurmu 20 tahun kan?'

'Iya.'

'Nah, jalan kariermu di bulutangkis cemerlang deh. Yang utama jangan menyerah dan terus main yang terbaik pasti kamu berhasil menjadi pemain dunia yang ditakuti,' aku memberi semangat.

'Iya,' balasnya tertawa kecil.

'Good luck for ABO 2015,' aku mengakhir obrolan dengan Gronya.

'Thank you,' balasnya sambil senyum terus. (*)

Liputan: Jae James dari Sydney, Australia.

Berita Wawancara Lainnya