Berita > Artikel > Wawancara

Umar Djaidi: 'Ini menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua'¯

Senin, 06 Juli 2015 08:49:47
2230 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Apriani Rahayu & Fachriza Abimanyu

    Ā©Badmintonindonesia.org

  • Perunggu Beregu

    ©Badmintonindonesia.org

  • Umar Djaidi, Manajer Tim

Membawa pulang dua medali perunggu dari nomor perorangan dan beregu dari ajang Asia Junior Championships 2015 diluar harapan semula. Berangkat ke Bangkok, Thailand dua pekan lalu disampaikan Umar Djaidi, manajer tim Indonesia, bahwa tim diharapkan mampu membawa pulang satu emas dari nomor perorangan dan satu perunggu dari nomor beregu.

Usai pertandingan final di CPB Badminton Training Center, Bangkok hari Minggu (05/07) kemarin, jurnalis Badmintonindonesia.org yang mengikuti perjalanan tim Junior Indonesia berlaga ibukota di Negeri Gajah Putih pun menyempatkan obrol-obrol dengan Umar Djaidi. Berikut kami sajikan petikan obrolan yang kami terima melalu email dari Bangkok.

'Indonesia menargetkan satu medali emas dari turnamen ini, tapi ternyata baru membawa pulang dua medali perunggu. Apa evaluasi dari Anda?'¯

'Kalau di nomor beregu saya kira prediksi semifinal itu tercapai. Tapi untuk nomor perorangan, kita hanya mendapat satu perunggu dan ini meleset dari target. Saya pikir ini menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua, buat pemain, buat seluruh stakeholder yang terlibat dalam bulutangkis. Sebab saya lihat ini, Tiongkok begitu mendominasi. Sementara kita sendiri masih mengharapkan di satu atau dua sektor untuk bisa main sampai babak akhir, tapi nyatanya hanya mendapat satu perunggu.'¯

'¯Persiapan tim junior Indonesia menuju Asia Junior Championships 2015, kurang dari satu bulan. Apakah hal tersebut berpengaruh pada penampilan mereka?'¯

'Pendeknya waktu persiapan tentu ada pengaruhnya. Kalau persiapan kita lebih matang saya yakin tim junior bisa lebih baik.'¯

'¯Pemain Indonesia beberapa menduduki posisi sebagai unggulan, tapi ternyata harus kalah lebih awal. Apakah mereka tampil beban sebagai unggulan turnamen?'¯

'Kalau beban saya pikir tidak ada. Hanya kita masih kalah bersaing. Pemain Tiongkok misalnya, mereka betul-betul siap dengan turnamen ini, mereka punya kekuatan yang merata. Dengan Korea atau Jepang dalam turnamen ini, kita juga masih kalah meski tidak terlalu jauh, seperti dengan Tiongkok.'¯

'¯Tiongkok tahun ini berhasil menyapu bersih enam gelar (1 emas beregu dan 5 emas perorangan #red) di Asia Junior Championships 2015, menurut Anda sejauh mana gap antara junior Indonesia dengan Tiongkok?'¯

'Pembinaan yang sehat itu sebetulnya harus memunculkan pemain yang merata di semua sektor. Tapi jujur untuk AJC tahun ini, kita masih bertumpu di tunggal putra. Itu pun meleset dengan kalahnya Firman Abdul Kholik. Saya pikir awalnya Firman bisa bertahan hingga babak akhir, karena lawannya yang dikalahkan di beregu pun bisa masuk final. Tapi sekali lagi Tiongkok itu merata di semua sektor. Sementara kita masih ada bolong-bolongnya. Ini menjadi PR kita bersama.'¯

'¯Sejauh mana perkembangan atlet junior Indonesia dibandingkan dengan negara lain?'¯

'Kalau kita melihat posisi dulu, tim Indonesia masih dikejar oleh tim lain untuk pencapaiannya. Namun sekarang kita harus menyadari bahwa kitalah yang harus mengejar negara-negara lain. Dibanding Tiongkok, junior kita masih di belakang mereka. Untuk Korea dan Jepang kita masih sejajar, itupun harus tetap waspada, karena kenyataannya capaian kita masih di bawah mereka.'¯

'¯Apa saja yang harus dipersiapkan tim junior menuju World Junior Championships 2015 mendatang?'¯

'Banyak aspek yang yang harus dikejar dan diperbaiki menuju World Junior Championships 2015. Aspek teknis dan mental para atlet harus diperkuat lagi, terutama mereka yang akan main di beregu.' (*)

Berita Wawancara Lainnya