Berita > Berita

Sutiyoso Intervensi Undian Kejurnas

Selasa, 14 November 2006 14:52:08
721 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

[Surabaya] Ketua Umum PB PBSI Sutiyoso campur tangan menyelesaikan polemik seputar protes kubu SGS Bandung terhadap hasil undian Djarum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bulutangkis Antarklub di Medan, Sumut, 14-18 November, dengan mengubah hasil undian sebelumnya.

Asisten Manajer sekaligus pelatih PB Suryanaga Surabaya, Wijanarko Adi Mulya, Senin (13/11) mengungkapkan, Sutiyoso mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tertanggal 13 Nopember yang merevisi hasil undian sebelumnya. Dalam SK itu disebutkan, SGS Bandung yang sebelumnya berada di Grup D, bertukar posisi dengan Klub Mutiara Bandung di Grup E. Sementara klub unggulan, seperti Tangkas, Jaya Raya, Djarum Kudus dan Suryanaga, tidak ada perubahan dan posisi grupnya tetap sesuai hasil undian sebelumnya.

Keputusan sepihak Sutiyoso itu sangat disesalkan kubu Suryanaga, karena dipastikan pada babak delapan besar sudah harus bertemu SGS Bandung. Sementara klub unggulan lain tidak mempermasalahkan perubahan tersebut. Kedua klub yang diperkuat pebulutangkis Pelatnas ini dipastikan akan mulus menjuarai masing-masing grup dan bertemu di delapan besar.

Padahal dengan hasil undian sebelumnya, pada babak delapan besar Suryanaga seharusnya akan bertemu Mutiara Bandung, sementara SGS menghadapi Djarum Kudus. Hasil undian yang tidak menguntungkan itulah, yang kemudian membuat kubu SGS Bandung melancarkan protes ke PBSI, bahkan sempat mengancam mundur jika undian tidak diubah.
PBSI tampaknya tidak berdaya dan memenuhi protes kubu SGS yang memiliki kartu truf sang juara dunia Taufik Hidayat, dengan mengesampingkan klub lain yang merasa dirugikan jika undian harus di ulang.

Mengubah undian sebenarnya bukan porsi ketua umum, tapi referee. Cuma karena Julius Tetelepta sebagai referee IBF tidak bersikap tegas, akhirnya klub yang jadi korban, kata Wijanarko.

Ia mengaku sangat menyesalkan munculnya intervensi dari Ketua Umum PB PBSI dalam masalah ini, apalagi tanpa meminta pertimbangan klub yang bersangkutan.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengprov PBSI Jatim, Yacob Rusdianto mengusulkan dihapuskannya sistem unggulan dan melakukan undian ulang dengan sistem pool. Dengan cara ini, tidak ada klub unggulan yang dirugikan dan diuntungkan.

Dalam sejarah kejurnas, ini pertama kalinya ketua umum PBSI ikut intervensi masalah undian. Suryanaga dengan sangat terpaksa harus menerima kenyataan ini, tapi yang jelas masalah ini jadi preseden buruk bulutangkis Indonesia, tegasnya. (Ant/W-11/suarapembaruan.co.id)

Berita Berita Lainnya