Berita > Artikel > Badblong

Kenanganku Berburu Tanda Tangan di Australia Open

Selasa, 24 Mei 2016 06:56:46
1284 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Jae Hade dan kaos Badblong

    ©Badblong Clothing

  • Jae Hade dan kaos Badblong

    ©Badblong Clothing

  • Jae Hade dan kaos Badblong

    ©Badblong Clothing

Siapa sih yang tidak mau meminta tanda tangan para pemain dunia? Terutama Lin Dan, pemain cantik dari Denmark Christinna Pedersen / Kamilla Rytter Juhl, atau si cantik Saina Nehwal, si pendiam dan ramah Tommy Sugiarto? Atau idolanya para cowo Bulutangkis.com si cantik Gronya Sommerville? Atau si super lincah Nitya Khrishinda dan Greysia Polii? Atau yang suka bikin gempar lift hotel Angga Pratama sampai Butet yang super cool serta Owi yang murah hati? Atau semua deh diborong. :D

Tak lama lagi Australia Open kembali digelar di Sydney, kenangan meliput di ajang yang sama dua tahun lalu pun ikut mencuat. Tak sabar rasanya menanti dua minggu lagi. Kenangan suasana ruang media yang sangat ramah melintas lagi. Kali ini aku ingin berburu tanda tangan lagi di saat meliput Namun, teringat gaya supervisor volunteer di ruang media yang melarang para awak media meminta tanda tangan atlet di ruang media. Sayangnya aku ini asli Betawi, bandelnya gak ketulungan. Aku selalu “lupa” akan peraturan yang tidak tertulis, maka aku tetap saja minta tanda tangan kepada para pemain yang selesai bertanding.

Itu pula jika aku berada diruangan media, dimana semua pemain yang telah bertanding harus masuk ruangan tsb untuk di foto atau wawancara. Biasanya hanya pemain super top yang diwawancara, yang biasa media suka tidak toleh. Kecuali semifinal, hampir semua pemain diwawancarai.

Aku sengaja membawa kaos dan ditaruh di meja agar setiap pemain yang aku temui, bisa memberikan tanda tangannya. Biasanya mereka dengan senang hati memberikan tanda tangan. Makanya ketua media melihat meja aku selalu ramai. Bahkan semua mengira aku bisa berbicara banyak bahasa karena para pemain tergelak-gelak ketika berbicara dengan aku. Apalagi ketika Carolina Marin duduk di samping aku lalu kami cerita tentang hal-hal lucu dalam bahasa Indonesia.

Pemain Korea Lee Yong Dae dan Yoo Yeon Seong adalah yang pertama membubuhi tanda tangan. Saat pemain Korea berikutnya seperti Kim Hana dan yang lainnya kebingungan dengak aksiku meminta tanda tangan mereka, aku pun langsung menunjukkan tanda tangan Lee Yong Dae di kaos. Baru deh semua pemain Korea ngantri tanda tangan. :))

Ketua panitia yang membawahi media, akhirnya malu-malu meminta tolong kepada aku agar 2 posternya juga dibubuhi tanda tangan para pemain. Hahahaha, ramai dah. Jurnalis lain pada malu-malu.

Di luar perkiraan aku, dimana para pemain rupanya mayoritas humoris dan sangat ramah. Teringat Manu Atri pemain ganda dari India juga gak kalah serunya di kala memberi tanggapan humoris. Ah, kangennya aku menanti suasana ruang media yang ramai dan ramah. Aku berharap mereka semua pemain bulutangkis dari negara manapun selalu sehat dan berbahagia. (Jae Hade)

Berita Badblong Lainnya