Berita > Artikel > Jurnal Komunitas

Puasa, Mabar Pun Tak Terhalangi

Kamis, 23 Juni 2016 12:20:52
881 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Foto bareng

  • Foto bareng

  • Kido, Agus, JBen & Ahmad

  • Foto bareng

  • Kido, Fran & Peserta

Tak mau tertinggal puasa, mabar pun disiasati habis ibadah shalat tarawih. Setelah tiga pekan lalu di tempat yang sama, BTC Jaya Baru Championship Edisi 2 pun digelar, tepatnya Sabtu malam 18 Juni di Hall Jaya Baru Depok, Jawa Barat. Bintang tamu pun kembali bikin ‘ngeri’ duet yang turun berlaga. Ada Markis Kido berpartner dengan Agus Riyanto, dan Fran Kurniawan berduet dengan Heri Van Mangkuprojo.

“Haji Heri mau mempertahankan gelar edisi pertama,” sebut JBen sebelum laga dimulai. JBen yang bertindak sebagai EO pun turun berpasangan dengan Ahmad.

Edisi pertama Heri Van Mangkuprojo bersama Rifky sukses naik ke podium juara dengan menaklukkan duet JBen/Ahmad dua game langsung. Kali ini, Heri yang berduet dengan Fran Kurniawan menjadi salah satu unggulan yang diharapkan bisa menghempang unggulan lainnya, Kido/Riyanto.

“Pak Ben jaga langganan sih,” sebut Heri, yang biasa disapa Haji Heri, menilai gelar yang direbut di edisi pertama.

Seperti di edisi pertama, Sabtu lalu, mabar yang dimulai pukul 21.00 WIB pun diisi 12 pasangan yang terdiri dari 4 grup. Kedua belas pasangan adalah Heri/Fran K. (unggulan 1), Budi/Biksu Kampala (unggulan 2), JBen/Ahmad (unggulan 3), Agus/Markis Kido (unggulan 4), Victor/Rifky, Heru/Iyan, Milan/Iwan, Hendra/Aulia, Frits Mainaky/Koko, Sajar/Rama, Angga/Herman dan Ajidin/Item. Juara grup melaju ke babak semifinal.

“Apakah Markis Kido dan Fran Kurniawan akan bertemu di partai final?” JBen memanasi unggulan lainnya. “Mari kita nantikan perang bintangnya,” tambah JBen sambil melirik Heri Van Mangkuprojo dan Agus Riyanto unggulan lainnya.

“Buset dah, gimana mau ke final, Jben/Ahmad ntar pake Jurus Waringin, bisa terkapar duluan kita,” Heri tertawa.

Heri memang mewaspadai pasangan JBen/Ahmad, pasalnya di BTC Galaxy Turnamen sebulan yang lalu, Ahmad yang berduet dengan Noery Soefihadi yang menjegal duet Kido/Riyanto di semifinal. Ahmad/Noery yang bukan unggulan kala itu sukses membungkam Kido/Riyanto yang merupakan unggulan satu. Ahmad pun kini dengan JBen diperhitungkan sebagai unggulan.

“Iyaa nih, kali ini aku gak diajak, jatah bakso nggak ada, pulang-pulang ngak dianter, tidur di mushola lagii. Wahhh, anak tiri,” kelakar Noery yang kali ini memilih untuk mengikhlaskan duetnya ‘dipinjam’ JBen.

Sedangkan Riyanto dan Kido yang duduk di pojokan pun tak banyak berkomentar turnamen kali ini. Tekad Riyanto dari Bogor ‘Veni, vidi, vici’ pun harus tercapai. Betapa tidak, kekalahan di Bogor menjadi motivasi tersendiri buat berlatih lebih keras lagi dengan Skuad Galaxy.

Laga seru pun berlangsung mulai dari penyisihan grup. Frits Manainaky jagoan BTC dan kampiun veteran dunia pun harus tersingkir. Fritz/Koko pun harus mengakui ketatnya laga BTC Jaya Baru Championship Edisi 2. Begitu juga Victor yang biasa berduet dengan Rio, kali ini bersama Rifky harus menelan pil pahit.

Empat pasangan pun akhirnya melangkah ke semifinal. JBen/Ahmad bertemu Heri/Fran, dan semifinalis lainnya Riyanto/Kido bertemu dengan Budi/Biksu Kampala. Seperti diperkirakan, laga semifinal menjadi milik para unggulan.

Akhirnya di semifinal duet Heri/Fran tak berdaya menghadapi JBen/Ahmad. Laga ketat dua game dimenangkan JBen/Ahmad dengan skor 21-19 dan 28-26.

“Nggak mau komen deh,” seru Heri usai laga. “Kapan kita skudetoan ya, empat pasangan aja. Itu usulnya Sajar,” lanjut Heri tertawa, sambil menyebut empat pasangan yang bakal skudetoan.

“Lho, kog Sajar gak ikutan skudetoan, kan dia yang usul,” balas JBen.

“Kang sajar ngak dianggap ama mas hajiii, “ Noery terbahak-bahak di pojok sambil menonton laga semifinal lainnya.

“Oh iya ya, kalau gitu delapan pasangan deh,” Heri juga tertawa. JBen cuma senyum-senyum.

Sedangkan duet Riyanto/Kido akhirnya juga menembus final. Sempat kehilangan game pertama, Riyanto/Kido, berhasil merebut dua game berikutnya. Riyanto/Kido menyingkirkan Budi/Biksu dengan skor 11-21, 23-21 dan 21-17.

Melaju ke final, Riyanto pum belum mau memberikan komennya. Cuma menebar sedikit senyuman. Masih selangkah lagi naik ke podium juara. Laga tiga game baru dilewati, sementara lawan di final pun tak sembarangan. Lawan yang menghempaskan di Galaxy Bogor, kesempatan membalas terbuka.

Duel final pun seperti diduga berjalan ketat dan melelahkan. Duet Riyanto/Kido akhirnya naik ke podium juara dengan menaklukkan pasangan JBen/Ahmad lewat laga ramai 21-17, 9-21 dan 21-18.

“Serruuuu, kalah dari seorang juara dunia,” ungkap JBen tertawa.

Sukses merebut gelar juara bersama Markis Kido, Riyanto pun akhirnya bisa tersenyum.

“Partai yang melelahkan, 10 set. Dan saya nggak pernah menang dengan skor di bawah 17. Grup neraka sampai keram kaki kanan kiri,” ujar Riyanto tersenyum.

Belum lagi hilang letihnya, JBen pun nyeletuk, “Edisi tiga kapan ya?”

“Habis olimpiade pak,” balas Heri yang juga menjadi pendukung BTC Jaya Baru Championship Edisi 1 dan Edisi 2.

“Edisi tiga ikut aku,” teriak Noery sambil berbisik akan kembali berpartner dengan Ahmad.

“Pada sakaw bulutangkis semua nih,” seru JBen tertawa.

Jelang pukul 02.00 WIB, turnamen pun berakhir. Semua pun siap-siap kembali pulang ke rumah untuk melaksanakan sahurnya. Ucapan terima kasih pun tak terlupakan kepada Agus Riyanto (shuttlecock YY), Heru Sri Naryanto (minuman dan snack), Budi (lapangan dan hadiah), Victor (hadiah), Heri Van Mangkuprojo (hadiah dan bakso Bejo). Dan tentunya para atlet nasional Markis Kido dan Fran Kurniawan yang mau menyempatkan silaturahmi mabar.

Mabar terus berlanjut. Sabtu, 25 Juni 2016 di Hall Swantara Jati Asih, di mulai pukul 17.00 WIB. Mabar Ramadhan 2016, buka bersama dan main bareng bersama Flypower, Adidas Badminton dan Badblong Clothing. (*)

Berita Jurnal Komunitas Lainnya