Berita > Artikel > Sosok

Praveen: “Saya ingin buktikan kalau saya bisa”

Senin, 15 Agustus 2016 00:57:59
1543 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Photo: © Yves Lacroix - Badminton Photo

  • Photo: © Yves Lacroix - Badminton Photo

  • Current
Nama pemain ganda campuran, Praveen Jordan belakangan ini berhasil mencuri perhatian. Setelah sukses menjadi juara All England 2016 bersama Debby Susanto, Jordan juga menjadi salah satu punggawa Indonesia di Olimpiade Rio 2016.

Siapa sangka bakatnya di bidang olahraga rupanya sudah ada sejak ia kecil. Jordan kecil menyukai hampir semua jenis olahraga, mulai dari basket, renang, sepakbola dan tentunya, bulutangkis. Tak hanya gemar berolahraga, Jordan juga kerap mengukir prestasi. 

Namun rupanya sepakbola lah yang mencuri perhatian Jordan lebih dulu. Di sekolah dasar, Jordan bahkan terpilih menjadi tim kesebelasan untuk turun bertanding.

“Seneng banget dulu bisa kepilih di tim sepakbola SD. Tapi pas besok paginya mau tanding, sepatu saya tiba-tiba hilang. Bingung juga, saya cari-cari di rumah nggak ketemu. Akhirnya saya nggak bisa main. Sedih sih, tapi mau gimana lagi. Nggak punya sepatu ya nggak bisa main,” kenang atlet yang akrab disapa Ucok tersebut.

Jordan kecil tak mengetahui, ternyata sepatu bolanya dulu disembunyikan sang papa. Papa Jordan rupanya kurang berkenan jika putra kesayangannya itu menekuni olahraga sepakbola.

“Baru taunya pas udah gede. Ternyata sepatu saya dulu disembunyikan ha ha ha,” kata Jordan.

“Papa saya memang nggak begitu setuju kalau saya main sepakbola. Kata papa kalau sepakbola itu istilahnya badan ketemu badan, jadi resiko cederanya lebih tinggi. Jadi nggak disetujui. Papa juga dulu kan main sepakbola dan kakinya hancur, jadi dia nggak mau saya seperti itu. Ya walaupun sebenarnya setiap olahraga itu pasti ada resiko cederanya. Pas saya ambil bulutangkis, saya didukung banget sama papa,” cerita Jordan lagi.

Jordan akhirnya dilatih sang papa bermain bulutangkis. Lama-lama Jordan makin jatuh hati dan memilih tekuni olahraga tepok bulu tersebut.

Perjuangan Jordan kini mulai terbayar. Rasa bahagia terus meliputi perasaannya. Bagaimana tidak, setelah berhasil masuk Pelatnas di awal tahun 2013, Jordan pun berhasil mencapai targetnya untuk main di Olimpiade. 

“Excited dan speechless. Dari awal masuk Pelatnas dengan pelatih itu tujuannya ke Olimpiade. Senang banget karena bisa tercapai, walaupun baru lolos aja. Karena kalau Olimpiade itu kan nggak sembarangan orang bisa daftar. Tapi ada kualifikasinya. Jadi saya ingin buktikan kalau saya bisa,” ungkap Jordan.

Di Olimpiade Rio 2016, kini Jordan/Debby sudah sampai di babak perempat final. Sayang keduanya harus terlibat “perang saudara” dengan rekannya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pertandingan babak perempat final akan berlangsung Senin (15/8) pukul 05.55 WIB di Riocentro Pavilion 4. (pbsi)

Berita Sosok Lainnya