Berita > Artikel > Sosok

Lin Dan Salah Satu Idola Greysia

Senin, 15 Agustus 2016 15:04:38
2101 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Photo: © Yves Lacroix - Badminton Photo

  • Photo: © Yves Lacroix - Badminton Photo

  • Current
Kiprah Greysia Polii di dunia perbulutangkisan dunia kian mantap. Bersama pasangan mainnya, Nitya Krishinda Maheswari, Greysia kini menjadi andalan tim Merah-Putih di ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Peringkat empat dunia yang kini ditempati Greysia/Nitya, bukan diraih dalam semalam. Butuh kerja keras dan pengorbanan untuk meraihnya. Bermula dari kemenangan cemerlang dengan meraih emas di Asian Games Incheon 2014, karier Greysia/Nitya kian melesat.

Keduanya menjadi salah satu ganda putri yang ditakuti. Gelar super series yang awalnya mimpi pun akhirnya menjadi kenyataan. Satu gelar dari Korea Open Super Series 2015 menjadi milik Greysia/Nitya.

“Kuncinya, sebagai pemain ganda, kita harus saling percaya dengan partner kita. Artinya harus yakin bahwa kami sama-sama menginginkan yang terbaik dan berusaha memberikan yang terbaik di setiap pertandingan,” tutur Greysia.

“Menurut saya, Nitya adalah pebulutangkis yang punya komitmen dengan apa yang sudah direncanakan,” Greysia memuji pasangannya.

Di balik suksesnya, Greysia ternyata banyak belajar dari para tokoh yang menginspirasi. Diam-diam, Greysia kagum dengan perjuangan seorang Zhang Ning, pebulutangkis tunggal putri dari Tiongkok yang berhasil meraih dua medali emas di Olimpiade Athena 2004 dan Olimpiade Beijing 2008.

“Saat menjuarai olimpiade, usianya sudah tidak muda lagi. Bisa saja di usia tersebut atlet perempuan sudah menikah dan berhenti main. Namun Zhang masih mampu membuktikan untuk bisa main lagi di olimpiade dan menang. Bukan cuma soal juaranya, tetapi bagaimana motivasi dia dibalik gelar juaranya,” ujar Greysia, pemain dari klub Jaya Raya Jakarta, kepada Badmintonindonesia.org.

Sosok Lin Dan, salah satu pebulutangkis terbaik sepanjang sejarah yang juga memenangkan dua medali emas olimpiade di Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012, juga dikagumi Greysia.

“Saya kagum dengan kepintaran seorang Lin Dan. Waktu persiapan menuju Olimpiade Beijing 2008, tekanan begitu besar kepadanya. Saat berhadapan dengan Lee Chong Wei (Malaysia), yang menjadi musuh bebuyutannya, Lin Dan bukan cuma menunjukkan rekor kemenangan yang panjang, tetapi bagaimana dia memberikan seluruh kemampuan terbaiknya saat bertanding di kejuaraan penting,” cerita atlet kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1987 ini.

Belajar dari para tokoh membuat Greysia banyak memetik pelajaran. Greysia pun mengaku kagum dengan Agnez Mo, salah satu artis papan atas Indonesia yang juga teman baiknya. Agnez dan Greysia memang dekat, beberapa kali Agnez muncul di Istora untuk memberikan dukungan langsung kepada Greysia yang tengah bertanding di ajang Indonesia Open.

“Agnez itu artis tetapi kehidupannya seperti atlet. Dia adalah fighter, daya juangnya bagus. Meskipun artis, kalau sudah diluar profesinya, ya dia adalah teman yang tulus, nggak ngartis. Saya juga kagum akan kegigihannya, kami saling belajar satu sama lain,” ungkap Greysia. (*)

Berita Sosok Lainnya