Berita > Artikel > Jurnal Komunitas

Tak Cukup Hanya Latihan, Turnamen Internal Juga Digelar

Minggu, 04 September 2016 07:56:13
618 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Current
Pehobi bulutangkis yang rutin latihan sebagai ajang olahraga, tak cukup hanya berlatih. Kejenuhan berlatih pun diisi dengan menggelar turnamen internal dengan cara gendongan.

Begitu juga dengan komunitas bulutangkis Galaxy Badminton Community yang bermarkas di GOR Galaxy Bogor. Setelah berlatih rutin seminggu dua kali, turnamen internal pun digelar Sabtu (03/09) lalu. Delapan pasangan siap bertarung. Empat pasangan di pool A diisi pasangan Agus/Dendy yang merupakan unggulan satu, Noery/Hafizh, Hamid/Budi dan Arif W./Aldy. Sedangkan di pool B, pasangan Haji Heri/Rifky menempati unggulan dua bersama tiga pasangan lainnya, Heru/Rama, Sajar/Didit, JBen/Amry.

"Bukan hadiah uang jadi rebutan, tapi harga diri dipertaruhkan. Setidaknya tidak jadi juru kuncilah," ungkap Sajar yang kerap jadi juru kunci di setiap turnamen internal Galaxy.

Laga yang dimulai pukul 14.00 WIB, berjalan ketat. Noery/Hafizh yang terkenal keuletannya harus melewati semua pertandingan dengan rubber game.

Unggulan pun tak berjalan mulus. Mas Agus yang berpasangan dengan Dendy sempat mengalami gangguan perut. Maag kambuh, terpaksa pulang ke rumah dengan ojek online untuk menghindari macetnya kota Bogor hanya mengambil obat sakit perut.

"Jam 10 pas nganter istri maag menjadi-jadi, akhirnya saya pulang naik ojek. Saya kasih obat maag lambung," ungkap Agus.

"Saya makan obat lambungnya dengan dosis agak tinggi sambil tiduran jam 12.00 agak mendingan. Jeleknya dampaknya pas main tangan gemeteran efek obat dan jantung, sehingga service tinggi melulu dan main net kacau," tambah Agus.

Beruntung Agus yang dicover Dendy yang bermain luar biasa kemarin behasil meloloskan diri ke partai final. Bertemu Sajar di partai final menjadi anti klimax. Lolos ke final, sepertinya Sajar terlalu puas, apalagi biasa menjadi juru kunci.

Sajar yang berpasangan dengan Didit akhirnya harus mengakui keunggulan pasangan Agus/Dendy. Sajar/Didit menyerah dua game langsung dengan skor 14-21 dan 11-21.

"Beruntung kita bisa menang. Tadi di partai penyisihan terakhir semakin baik maagnya, apalagi di final sudah semakin baik," ungkap Agus dengan sumringah.

Sementara Sajar tampak menikmati posisi Runner-up.

"Langka nih ke final, setidaknya gak juru kunci seperti biasanya," ungkap Sajar sambil tertawa.

Gelaran turnamen internal Galaxy ya g sederhana tetap meriah dengan EO yang handal JBen dan nyonya. Tak hanya mengelola turnamen, kemarin nyonya JBen menyambut semua yang datang di Galaxy dengan suguhan es buah khas Bogor.

"Terima kasih buat Mas Heri dari Depok dengan lontong sayurnya yang maknyus, pak Heru dengan snacknya. Juga pak Agus dengan shuttlecock dan lapangannya," JBen menyampaikan ungkapan terima kasihnya.

"Kita akan lanjut turnamen di Jaya Baru Depok, turnamen spesial endut. Ntr awal Oktober," ungkap Jben.

Turnamen berakhir, semuanya merasa puas.

"Yang penting silaturahminya," ungkap Heri yang menjadi atlet tamu dari Depok. Juga Noery dari Pondok Kopi juga merasakan hal yang sama walau kali ini tak berhasil menjuarai.

"Yang penting kita happy," ungkap Noery.

Salam tiga jari! (*)

Berita Jurnal Komunitas Lainnya