Berita > Artikel > Jurnal Komunitas

Gendut Jaya Baru Open 2, Mabarnya Aki-aki dan Endut-endut

Selasa, 11 Oktober 2016 14:03:24
730 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Photo Bareng

    ©Bulutangkis.com

  • Photo Bareng

    ©Bulutangkis.com

  • Rifky, Heri, Dedy, Sholeh & Rama

    ©Bulutangkis.com

  • Noery Soefihady

    ©Bulutangkis.com

JBen selalu saja tak kehabisan ide membuat mabar bulutangkis menjadi menarik dan rame. Sebelumnya mengemas turnamen gendongan muda tua dengan label ‘’Brondong Tua’’ dan turnamen endut-endut “Gendut Open”, kini mabar veteran diberi label turnamen “Aki-aki”. Dan serunya kali ini, turnamen biasa berhadiah uang dan raket, tapi kali ini para juara akan dihadiahi helm.

Pekan lalu (Sabtu, 1 Oktober) di Hall Jaya Baru, Depok, Jawa Barat, Jben, EO yang bisa menggelar mabar MBI dan BTC, kali ini menggelar dua kelas mabar turnamen “Aki-Aki Jaya Baru Open” dengan peserta veteran berusia di atas 35 tahun dan “Gendut Jaya Baru Open” yang spesial pesertanya yang ‘endut-endut’.

Walau kelas aki-aki dan endut-endut, tak membuat turnamen akan berlangsung mudah dan tak rame. Di kelas aki-aki nama Jeffer Rosobin, mantan pebulutangkis nasional pun ikut meramaikan. Selain itu ada Rio dan Aput yang biasa menggendong yang muda-muda. Sementara di kelas endut-endut, jagoan mabar BTC pun turun ke lapangan seperti pasangan Heri Van Mangkuprojo/Rifky, Budi Sugianto/ Albert, Agus Riyanto/Ahmad, Noery Soefihadi/ Amry. Keempat pasangan ini merupakan unggulan satu hingga empat di kelas endut-endut.

‘’Wah, serem bener nih pesertanya. Moga gak jadi juru kunci aja nih,” ungkap Sajar senyum. Kali ini Sajar berpasangan dengan Arief turun di kelas aki-aki.

“Ah gaya lu, emang lu biasa jurkun,” JBen nimpali omongan. Kali ini Jben berpasangan dengan Didit turun di kelas endut-endut.

Di kelas aki-aki yang diikuti 16 pasangan menggunakan sistim gugur. Sementara di kelompok endut-endut yang diikuti 12 pasangan dibagi empat group. Duet Heri/Rifky yang menjadi unggulan satu di kelas endut-endut tak ingin sesumbar. Berada satu group dengan pasangan Victor Kaaro/Gepeng dan Sholeh/Rama, Heri menyebutkan lawan terberatnya pasangan Sholeh/Rama.

“Mas Soleh ilmunya ngeri dari Jogja, bawa tombak khusus buat ngalahin saya doing,” sebut Heri sambil melirik-lirik pasangan lainnya di satu group, Victor/Gepeng.

Sesuai perkiraan, mabar tak berlangsung mudah. Peserta aki-aki bagaikan diesel, makin lama bermain semakin bertenaga. Di kelas aki-aki, duet Jeffer/Aras benar-benar tak terbendung. Bye di pertandingan pertama, di babak kedua (8 besar) Jeffer/Aras menaklukkan Rizal/Leo dua game langsung 21-9 dan 21-11. Babak semifinal juga dilewati Jefer/Aras dengan mudah dengan mengalahkan pasangan Kana/Iyan dua game langsung 21-13 dan 21-12.

Melaju ke final, Jeffer/Aras bertemu pasangan Aput/Koko yang mengalahkan pasangan Rio/Teguh lewat pertarungan dua game 21-19 dan 21-10. Walau menyandang aki-aki, duet Jeffer/Aras tak berhasil ditaklukkan pasangan Aput/Koko. Jeffer/Aras merebut gelar juara dengan mengalahkan pasangan Aput/Koko dua game langsung 21-14 dan 21-12.

Merebut gelar juara di kelas aki-aki, Jeffer/Aras membawa pulang hadiah uang tunai sebesar 1,5 juta rupiah. Sementara pasangan Aput/Koko menerima 1 juta rupiah, dan para semifinalis menerima souvenir masing-masing helm.

“Terima kasih MBI, kita bisa ikutan partisipasi untuk silaturahmi,” ujar Jeffer usai menerima hadiah. “Di tunggu di turnamen berikutnya,” tambah Jeffer yang selalu bersedia diundang jika tidak ada halangan berarti.

Partai endut-endut pun tak mudah buat para unggulan. Bahkan unggulan satu, Heri/Rifky yang menjaga-jaga pasangan Sholeh/Rama, harus menelan pil pahit di tangan duet Victor/Gepeng. Heri/Rifky harus menyerah di tangan duet Victor/Gepeng dengan rubber game 13-21, 21-16 dan 18-21. Sementara tiket semifinal menjadi milik duet Victor/Gepeng yang memenangkan laga lainnya melawan Sholeh/Rama dua game langsung 21-10 dan 21-14.

Sayangnya duet Victor/Gepeng tak berhasil melaju hingga ke final. Tiket final menjadi milik pasangan Agus Riyanto/Ahmad yang memenangkan pertadingan dengan skor 21-18 dan 21-19. Sementara tiket final lainnya menjadi milik Budi/Albert dengan mengalahkan pasangan Noery/Amry lewat tiga game 8-21, 21-12 dan 21-11.

Duet Agus Riyanto/Ahmad pun naik ke podium juara. Di partai final Agus/Ahmad mengalahkan pasangan Budi/Albert lewat laga dua game yang ketat 21-18 dan 21-17.

“Lutut sakit sampai lupa kalua di lapangan bulutangkis. Ahmad mainnya kesetanan,” ungkap Agus Riyanto sumringah.

Turnamen pun berakhir sekitar pukul 17.00 WIB, semua peserta keletihan, tapi tetap menebar senyum puas.

“Terima kasih untuk semua peserta Gendut Open 2. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata. Sampai ketemu di next turnamen. Pak Haji Heri, terima kasih lonton sayurnya, mantap tenan,” sebut Jben didampingi nyonya menjadi EO.

Jben pun menyampaikan terima kasihnya atas dukungan teman-teman yang ikut berpartisipasi mensukseskan mabar Gendut Open 2. kaos turnamen (Bangun Baja Perkasa - mas Sholeh), shutlecock YY (Pak Agus), Lapangan (Om Budi), Hadiah (Pak Haji Heri+Om Budi), Lontong Sayur (Pak Haji Heri), Es Buah (Nyonya JBen) dan Snack & Air Mineral (Pak Heru).

“Mas Arief, emang aku difota lagi buka baju?” teriak Noery ke Arief yang selalu mengabadikan momen-momen lucu.

“Ini fotonya,” timpal Arief. Sambil menshare grup WA.

“Asem tenan, serius ada toh,” Noery pun ketawa ngakak.

“Mas Arief, filenya jangan hilang buat maskot abadi Gendut Open ya,” timpal Heri.

“Maskotnya lontong sayur, sing maknyus aja mas Haji,” Noery ketawa lebar membalas.

“Ntar dibakar deh fotonya,” balas JBen tertawa.

Menutup turnamen, Jben mengungkapkan dalam waktu dekat akan ada mabar menyambut kunjungan balasan tim bulutangkis Negeri Sabah. (*)

Berita Jurnal Komunitas Lainnya