Berita > Berita

Ayah Juara di Kudus, Akram Juara di Korea dan Singapura

Jumat, 09 Desember 2016 07:39:26
1399 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Ahmad, Budi Darmawan & Ben Jufri

    ©Bulutangkis.com

  • ©PBDjarum.org

Walau tak bertemu putra tercinta, Al Akram Ichmawan M, pebulutangkis muda PB Djarum, Muhammad Sang Ayah tercinta taklah begitu sedih saat berlaga di grand final Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2016 yang berlangsung di GOR Jati Kudus pada 30 November - 1 Desember 2016 lalu.

Ahmad, demikian sapaan akrab Muhammad, menyadari anaknya yang kini menjadi skuad junior PB Djarum, jebolan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2014, tentunya harus siap mengikuti program pelatihan dan turnamen yang sudah dijadwalkan pelatih dan klubnya. Pada saat yang bersamaan, Akram harus mengikuti turnamen yang berurutan yaitu Korea Junior Open Badminton Championships 2016 (21 – 27 November) dan Singapore Youth International Series 2016 (29 November – 4 Desember).

“Iya sedari awal memang sudah tahu kalau Akram akan bertanding keluar, makanya gak terlalu sedih,” ungkap Ahmad.

Akhirnya tanpa disaksikan putra tercinta berlaga di GOR Jati Kudus yang merupakan pusat pelatihan atlet-atlet PB Djarum, Ahmad yang berpasangan dengan Ben Jufri sukses naik ke podium juara. Ahmad/Ben wakil Bulutangkis.com yang merupakan juara KBAM 2016 zona Indonesia Barat untuk kategori usia 35 – 45 tahun meraih gelar juara setelah memetik tiga kemenangan atas lawan-lawannya. Ketiga lawan yang dihadapi pasangan Ahmad/Ben pada kejuaran bulutangkis antar insan media yang didukung Bakti Olahraga Djarum Foundation ini adalah juara dari zona Indonesia Tengah dan zona Indonesia Timur serta pasangan favorit yang merupakan pilihan panitia.

Ternyata sukses Akram merebut gelar juara di Korea, menjadi motivasi tersendiri bagi sang ayah untuk bermain lebih semangat di ajang KBAM 2016 untuk juga bisa membawa pulang gelar juara. Pada ajang Korea Junior Open Badminton Championships 2016, sukses merebut dua gelar juara pada nomor tunggal putra U13 dan nomor ganda putra U13 yang berpasangan dengan Dinar Taufiqul Hafizh.

“Ayah dan anak saling memberi semangat,” ungkap Ahmad.

Ahmad pun mengungkapkan, jika nantinya sang anak pulang dari turnamen dan mendengar cerita bahwa ayahnya bisa juara di tempatnya berlatih, maka harapan sang ayah terhadap putranya Akram akan semakin giat berlatih.

Hasil luar biasa pun ditorehkan Akram pada turnamen berikutnya di Singapore Youth International Series 2016. Kembali Akram menyabet dua gelar juara pada nomor tunggal putra U13 dan ganda putra U13 yang juga berpasangan dengan Taufiqul. Dua gelar Akram di Singapura melengkapi sukses PB Djarum yang memboyong lima gelar juara.

Akram kelahiran Bekasi, 22 Desember 2004 merupakan anak dari pasangan Ahmad dan Nirwana. Akram yang merupakan putra kedua dari enam bersaudara diperkenalkan sang ayah tercinta berlatih bulutangkis sedari usia 5 tahun. Untuk menimba pengalaman bulutangkis Akram, sang ayah pun sempat menitipkan untuk berlatih di PB Suluh Jakarta Timur.

“Masuk ke PB Suluh, biar banyak game dan sparring dengan anak-anak klub lainnya,” Ahmad bercerita.

Kini di PB Djarum Kudus, harapan Ahmad semakin terbuka agar Akram kelak bisa menuai prestasi lebih gemilang lagi. (fk)

Berita Berita Lainnya