Berita > Artikel > Pariwara

Rexy Mainaky: “Saya sudah malas bicara bulutangkis Indonesia”

Minggu, 29 Januari 2017 10:45:16
9175 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Pergantian nakoda PBSI dari Gita Wirjawan ke Wiranto akhirnya berbuntut para awak kapal pun banyak yang berganti. Namun saat nama Rexy Mainaky tak lagi menempati posisi Kabid Binpres PP PBSI di kepengurusan Wiranto masa bakti 2016 -2020, tentunya menyisakan tanda tanya di kalangan pecinta bulutangkis di Tanah Air.

‘’Ada Apa Dengan Rexy?’’ Demikian cerita sampul majalah “Bulutangkis Indonesia” edisi 18, bulan Januari 2017. Daryadi, Pemimpin Redaksi majalah Bulutangkis Indonesia pada pengantar redaksi di kolom Salam Bulutangkis mencoba menjelaskan mengapa majalah Bulutangkis Indonesia edisi Januari awal tahun ini mengangkat cerita utama tidak terpilihnya lagi Rexy di kepengurusan Wiranto.

“Saya sudah malas bicara bulutangkis Indonesia,” demikian respon Rexy dalam pesan Whatsapp kepada Daryadi. Rexy terkesan enggan bertemu dengan Daryadi.

“Jawaban singkat inilah yang membuat saya penasaran. Karena meski singkat maknanya teramat dalam, seolah menyimpan rasa kecewa yang mendalam. Setengah memaksa kami pun bertemu di airport Soekarno Hatta jelang kepergiannya ke Kuala Lumpur, rumah keduanya selama 10 tahun terakhir ini,” demikian tulis Daryadi di kolom pengantar redaksi.

Penasaran dengan cerita “Ada Apa Dengan Rexy?” Silakan baca wawancara Bulutangkis Indonesia dengan Rexy Mainaky di edisi bulan Januari.

Tak hanya cerita Rexy Mainaky, pada ada edisi kali ini mundurnya Lindaweni Fanetri, andalan utama tunggal putri Indonesia menjadi salah satu isi majalah Bulutangkis Indonesia. Di saat tunggal putri junior Pelatnas Cipayung butuh sosok senior yang bisa mengayomi, mundurnya Lindaweni menjadikan adik-adik juniornya di Cipayung merasa kehilangan. Lalu kemana Lindaweni usai menggantungkan raket?

Masih banyak cerita menarik lainnya dikupas Bulutangkis Indonesia. Tak hanya cerita pebulutangkis Indonesia, tapi cerita pebulutangkis mancanegara pun ada di dalam. Tak luput “Si Ganteng dari Negeri Dongeng”, Victor Axelsen pun mendapat tempat yang istimewa. Ada juga cerita sosok Tai Tzy-ying, pahlawan baru dari Taiwan.

Wow, banyak cerita menarik lainnya. Penasaran? Jika belum berlangganan, silakan cari di kios-kios majalah terdekat di tempat Anda. Atau jika belum menemukannya, bisa kontak telpon dan email di bawah ini.

Ayo, jangan sampai kehabisan. (fk)

Majalah BULUTANGKIS INDONESIA
Alamat redaksi:
Grand Depok City
Sektor Melati Blok D1 No.5
Depok 16413
Telp/fax: (021) 8760254
Email: majalahbulutangkisindonesia@gmail.com

Info berlangganan :
WA : 0817-734-835
Line : majalahbulutangkis

Berita Pariwara Lainnya