Berita > Artikel

Komitmen, Komitmen dan Komitmen

Selasa, 31 Januari 2017 23:01:45
13844 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



“Sejak awal, Djarum Foundation memiliki komitmen untuk memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih para pemain, mulai dari jenjang nasional sampai olimpiade. Harapannya, kepada para pemain yang sudah mampu meraih gelar juara, harus terus meningkatkan prestasi dan tidak boleh puas sampai di situ saja,” ungkap Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, saat membuka acara yang bertajuk “Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum 2016” yang berlangsung pekan lalu (25/1) di Plasa Senayan, Jakarta.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Bakti Olahraga Djarum Foundation tak pernah melewatkan memberikan apresiasi atas pencapaian prestasi yang diukir para atlet PB Djarum. Kembali di awal tahun ini Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan apresiasi atas pencapaian prestasi yang diukir para atlet PB Djarum sepanjang tahun 2016. Kegiatan itu diharapkan bisa memicu semangat untuk para pebulutangkis muda dari klub asal Kudus tersebut. Total hadiah uang tak kurang dari Rp. 600 juta digelontorkan Djarum Foundation kepada para atlet muda berprestasi.

Menjadi catatan tersendiri, tahun 2016 merupakan tahun yang manis bagi PB Djarum, klub bulutangkis asal kota Kudus, Jawa Tengah. Selain raihan medali emas Olimpiade Rio yang dipersembahkan Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir bagi bangsa Indonesia, prestasi di kancah lokal dan pembinaan atlet usia muda juga memiliki catatan apik tersendiri. Di penutup tahun pada ajang Blibli.com Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Badminton 2016 menjadi saksi lahirnya sejumlah atlet muda Indonesia yang berpotensi menjadi bintang masa depan. PB Djarum sukses mendominasi dan menjadi kampiun di ajang bergengsi tersebut.

Acara Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum 2016 ini pun menjadi semarak dengan kehadiran lengkap para atlet-atlet PB Djarum, mulai dari yang junior hingga senior, baik dari yang berprestasi lokal hingga yang berprestasi dunia seperti Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Gloria Emanuelle Widjaja, Rosyita Eka Putri Sari dan banyak lagi.

Lebih lanjut disebutkan Yoppy Rosimin dihadapan para atlet PB Djarum, pelatih dan para awak media yang hadir, bahwa Indonesia berhutang banyak pada bulutangkis atas berbagai prestasi dan supremasi yang dihasilkannya. Pemberian penghargaan kepada para atlet muda adalah salah satu jalan untuk memotivasi mereka agar mampu meraih prestasi lebih tinggi lagi di masa depan.

Sebagai catatan, pada ajang Blibli.com Kejurnas Badminton 2016, PB Djarum sukses meraih gelar juara beregu. Untuk prestasi ini para atlet pun menerima reward bonus sebesar Rp. 450 juta dan 18 unit LED TV. Selain itu, mereka juga membawa pulang empat gelar di nomor perorangan. Juara Ganda Taruna Putri yaitu Ribka Sugiarto/ Febriana Dwipuji Kusuma mendapatkan bonus Rp 20 juta. Juara ganda Taruna Putra yaitu Bagas Maulana/ Calvin Kristanto juga meraih Rp 20 juta. Juara tunggal Taruna Putri, Ghaida Nurul Ghaniyu dan juara tunggal Taruna Putra, Ramadhani Zulkifli masing-masing diberikan Rp 15 juta. Bonus atlet remaja dan taruna PB Djarum yang menjuarai Turnamen Nasional pada 2016 sebesar Rp 16 juta. Dan penghargaan atlet muda berprestasi PB Djarum 2016 kepada Ribka Sugiarto/ Febriana mengantongi bonus sebesar Rp. 25 juta.

Mendengar ungkapan Yoppy Rosimin di awal saat membuka acara pemberian penghargaan atlet berprestasi PB Djarum, kami menggaris bawahi hal utama yang menjadi prioritas utama Bakti Olahraga Djarum Foundation adalah komitmen. Tak sekadar pemanis kata apa yang disebutkan Yoppy. Hanya karena komitmenlah Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum yang berawal di sebuah barak bagi karyawan pabrik rokok Djarum di Kudus. Saat itu di tahun 1969, barak yang digunakan sebagai sarana menyalurkan kesukaan para karyawan bermain bulutangkis, kemudian menjadi arena berkumpulnya pemain-pemain bulutangkis dari luar. Dan paguyuban kecil itu pun kini telah bermetaforsa menjadi satu perkumpulan bulutangkis elit di Indonesia yang mewarnai sejarah perjalanan bulutangkis Indonesia selama hampir lima dasawarsa.

Tak bisa dipungkiri memelihara komitmen bukanlah sesuatu hal yang mudah. Seperti disebutkan Yoppy Rosimin, bukan karena berkelimpahan sumber daya sebuah mimpi bisa diwujudkan.

“Yang utama komitmen. Banyak perusahaan yang besar di Indonesia, dan perjalanan PB Djarum bukan satu dua tahun untuk mewujudkan cita-cita,” ungkap Yoppy menceritakan perjalanan panjang PB Djarum demi memajukan bulutangkis Indonesia.

Sependapat dengan Yoppy, banyak perusahaan-perusahaan besar di Indonesia dengan capaian laba yang super wah. Namun kepedulian terhadap berkontribusi memajukan olahraga bulutangkis masih jauh dari harapan. Pertamina yang merupakan salah satu BUMN terkemuka di Indonesia, dalam berita di satu media online disebutkan Pertamina sepanjang Januari-September 2016 sukses meraup laba hingga US$ 2,83 miliar. Namun melihat kontribusi Pertamina di cabang olahraga bulutangkis sangatlah minim. Tahun lalu Pertamina menggelar kejuaraan bulutangkis berlevel swasta nasional yang kesembilan kalinya dengan total hadiah sebesar Rp. 350 juta, atau setara US$ 25,000. Bisa dibandingkan dengan total hadiah uang BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 yang berjumlah US$ 900,000.

Cerita lainnya, satu perkumpulan bulutangkis elit di Surabaya yang sebelumnya mendapat dukungan sponsorships dari satu perusahaan akhirnya tidak lagi mendapat dukungan dari perusahaan tersebut hanya karena meninggalnya sang pemilik perusahaan. Pewaris perusahaan yang tidak mencintai olahraga tak lagi mendukung pembinaan olahraga yang ada di perusahaannya. Bukan karena perusahaan tak mampu memberikan kontribusi pendanaan bagi pembinaan olahraga, termasuk di dalamnya perkumpulan bulutangkis. Kabar terakhir, perusahaan yang tak berminat lagi membantu pembinaan olahraga tersebut yang selama ini menjadi binaannya, tahun 2015 mencatat laba sebesar Rp 6,43 triliun.

Beruntung, pada beberapa kesempatan kami bisa ikut melihat secara dekat bagaimana Bakti Olahraga Djarum Foundation berkontribusi memajukan olahraga bulutangkis dengan mendukung penuh kegiatan yang berkaitan dengan bulutangkis, dan berkelanjutan. Sebagai salah satu perkumpulan bulutangkis elit di Tanah Air selama beberapa tahun membuka kesempatan menerima atlet-atlet dari penjuru Tanah Air lewat Audisi Umum di markas PB Djarum di Kudus. Dan kini, sejak dua tahun terakhir Bakti Olahraga Djarum Foundation melaksanakan audisi umum dengan menjemput bola ke kantong-kantong bulutangkis di Tanah Air. Kegiatan audisi umum bulutangkis jemput bola ini pun sangat membantu menemukan bibit-bibit bulutangkis yang berkemampuan ekonomi terbatas untuk datang ke Kudus meraih mimpi.

Tak banyak atlet muda bisa ditampung di PB Djarum, Bakti Olahraga Djarum Foundation pun memahami akan kebutuhan pembinaan bulutangkis yang belum merata dan memadai di Tanah Air. Secara berkala Bakti Olahraga Djarum Foundation memilih kota-kota tertentu untuk dikunjungi guna memberikan pelatihan bulutangkis kepada atlet-atlet muda dan pelatih-pelatih yang minim pengetahuan melatih bulutangkis. Lewat program Coaching Clinic, Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama para pelatih handal PB Djarum dan para legenda bulutangkis yang ada di Djarum Badminton All Stars memberikan coaching clinic kepada atlet-atlet muda dan para pelatih di kota-kota yang dikunjungi.

Kejuaraan bulutangkis yang merupakan salah satu sarana bagi atlet untuk mengukur dan mengukir prestasi pun menjadi perhatian Bakti Olahraga Djarum Foundation. Di ajang nasional dukungan Bakti Olahraga Djarum Foundation mendukung Sirkuit Nasional tanpa terputus sejak tahun 2009. Sementara di ajang turnaman internasional Bakti Olahraga Djarum Foundation merupakan sponsor utama gelaran Indonesia Open Super Series sejak tahun 2007 hingga tahun 2013. Walau sejak tahun 2014, sponsor ajang turnamanen Indonesia Open Super Series Premier beralih ke BCA, namun BCA tetap berkolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Selain itu Bakti Olahraga Djarum Foundation pun tak melupakan andil media-media dalam memberitakan perjalanan para atlet-atlet bulutangkis mengukir prestasi. Berita-berita yang disajikan di media akan menjadi virus positif untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga bulutangkis. Tak hanya mendukung turnamen bulutangkis bagi para atlet-atlet berkelas nasional maupun dunia, Bakti Olahraga Djarum Foundation pun mendukung ajang Kejuaraan Bulutangkis Antar Media sejak tahun 2012.

“Kami menyadari bahwa keterlibatan media sangat besar dalam perkembangan bulutangkis di Tanah Air. Selain itu, lewat event ini mari kita sisihkan waktu sejenak sambil bermain bulutangkis, sekaligus menjaga silaturahim di kalangan wartawan,” sebut Budi Darmawan, Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, saat membuka Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2016 zona Barat di Jakarta.

Melihat sederetan program Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah berjalan, ini menjadi bukti bahwa untuk memajukan bulutangkis Indonesia butuh rasa cinta yang dalam terhadap olahraga bulutangkis. Mengulang ungkapan Yoppy Rosimin di atas, tidak semata melimpahnya sumber daya sebuah mimpi besar bisa diraih, akan tetapi adanya komitmen dan kesetiaan terhadap komitmenlah yang memudahkan untuk meraih mimpi besar. Dan komitmen ini pun mendapat garansi dari Victor R Hartono, President Director Djarum Foundation yang akan mengucurkan dana untuk pembinaan bulutangkis Indonesia selama delapan olimpiade lagi. (fk)

Berita Artikel Lainnya