Berita > Artikel

Pelatih Kepala Masih Kosong, Minarti Kerja Ekstra

Sabtu, 04 Februari 2017 11:56:23
12904 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Hasil skuad tunggal putri di ajang Syed Modi International Badminton Championships 2017 mendapat acungan jempol. Celaan yang kerap dilontarkan kepada atlet tunggal putri yang dianggap sebagai pelanggan putaran satu mulai tersisihkan.

Di ajang berkelas grand prix gold yang berakhir pekan lalu, tiga tunggal putri Pelatnas Cipayung, Fitriani, Gregoria Mariska dah Hanna Ramadini sukses menembus babak semifinal. Sayang, upaya mengganjal andalan tuan rumah, PV Sindhu tak berbuah manis. Gregoria yang tampil di final masih harus mengakui keunggulan Sindhu dalam laga dua game 13-21 dan 14-21.

“Karena tampil kurang fokus, saya bermain buru-buru dan ingin cepat mematikan bola,” ungkap Gregoria menilai kekalahannya di final mengatasi Sindhu, peraih medali perak Olimpiade Rio.

Walau akhirnya Gregoria hanya menempati posisi runner up, pujian pun tumpah dari penggemar bulutangkis Tanah Air. Pujian manis juga tak ketinggalan untuk Fitriani dan Hanna yang sukses menembus babak semfiinal.

Pujian pun mengalir tak hanya kepada ketiga skuad tunggal putri yang berjaya di India, namun kepada Minarti Timur, pelatih yang mendampingi juga mendapat apresiasi. Nama Minarti Timur tentu sudah tak asing lagi bagi pecinta bulutangkis di Tanah Air. Peraih medali pera peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 di nomor ganda campuran berpasangan dengan Tri Kusharyanto, sederetan gelar juara di ajang Indonesia Open pernah dikantonginya (1995, 1996, 1997 dan 19980. Usai berkarir sebagai atlet, Minarti yang melatih di Filipina sejak tahun 2005, akhirnya Agustus 2016 kembali ke klubnya PB Djarum, klub yang membesarkan namanya sebagai pelatih di Kudus.

Belum cukup setahun melatih di klub lamanya, Minarti mendapat kerpercayaan sebagai asisten pelatih tunggal putri utama di Pelatnas Cipayung. Minarti saat ini bekerja seorang diri menggemblieng tunggal putri utama tanpa kepala pelatih yang masih diperam PBSI. Seperti diungkapkan Susy Susanti, pelatih kepala tunggal putri utama yang menggantikan posisi Bambang Supriyanto telah ada, hanya belum diumumkan menjelang ajang All England 2017. Penundaan ini hanya untuk tidak memecah program pelatihan jelang All England mendatang.

Walau belum satu bulan mendapat kepercayaan melatih tunggal putri utama Pelatnas Cipayung, Minarti yang menggantikan posisi Sarwendah sukses membawa tiga tunggal putri Indonesia menembus babak semifinal di India pekan lalu.

Kali ini, tak ikut ambil ambian bagian di ajang Princess Sirivannavari Thailand Masters 2017 turnamen berkelas grand prix gold yang akan berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok pekan depan (7-12 Februari), skuad tunggal putri kembali akan berlatih keras. Harapan kepada Minarti Timur dan kepala pelatih tunggal putri yang terpilih nantinya, akan bisa mengembalikan kejayaan tunggal putri seperti eranya Susy Susanti. Semoga. (fk)

Berita Artikel Lainnya