Berita > Berita > Klub

Demi Audisi, Tempuh Meulaboh – Pekanbaru 30 Jam

Senin, 27 Maret 2017 08:16:24
737 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Atlet-atlet muda Aceh kini mulai memperlihatkan ketangguhannya. Tercatat ada dua atlet PB Teuku Umar, Meulaboh, Aceh, yang sukses meraih beasiswa bulutangkis Djarum Foundation Bakti Olahraga lewat audisi. Dan ini semakin menyalakan semangat anak-anak muda di provinsi paling barat Nusantara ini untuk berlatih bulutangkis.

Saat ini tercatat tahun ini PB Teuku Umar ada sekitar 60 atlet muda yang berlatih setiap harinya. Dan tujuh diantaranya datang ke GOR Angkasa, Pekanbaru untuk mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017. Tiga atlet putri sudah memastikan diri untuk melaju ke tahap turnamen usai pengumuman screening pada Sabtu (25/3) siang.

Ketiga atlet putri Aceh ini lolos bersama 28 atlet U11, dan 26 U13 lolos ke tahap turnamen. Diantaranya adalah Dwi Safira yang bersaing di U13 lolos bersama sang adik, Della Ramadhani yang bersaing di U11. Mereka datang diantar sang ibu, Salmawati.

“Syukur Alhamdulillah bisa lolos, semoga mereka bisa terus maju ke tahap selanjutnya,” ungkap Salmawati.

Semangat berolahraga memang sudah ada dalam diri mereka. Darah olahraga mengalir kepada Dwi dan Della dari Sang Ibu yang merupakan mantan atlet pencak silat.

“Mereka ngga mau kalau pencak, mungkin takut karena kan ada yang sampai berdarah kalau bertanding. Jadinya saya arahkan ke bulutangkis, tampaknya yang bungsu juga mau saya arahkan ke bulutangkis,” ujar Salmawati, seperti kami kutip di situs resmi PB Djarum.

Pejalanan ke Pekanbaru bukanlah perkara mudah. Salmawati dengan rombongan berjumlah 13 orang lainnya dari PB Teuku Umar harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 30 jam. Berangkat dari Meulaboh pada Rabu (22/3) pagi, mereka baru tiba di Pekanbaru pada Jum’at (24/3) sore.

“Kami harus berganti bus dua kali. Jadi Meulaboh ke Medan, baru Medan ke Pekanbaru. Anak ada yang mabuk perjalanan tetapi sekarang sudah sehat,” ceritanya.

“Kalau bisa lolos terus sampai masuk PB Djarum, alhamdulillah, tetapi kalaupun gagal kami akan terus berlatih lagi dan mencoba lagi,” pungkasnya.

Atlet-atlet PB Teuku Umar sendiri berlatih setiap hari. Mereka memiliki dua sesi latihan, pagi dan sore, setiap Senin sampai Sabtu. Kesuksesan Ananda Kusuma Atmadja Pohan yang bergabung di tahun 2014 dan Mutia Dita Ainul Baroroh di tahun 2016 menjadi atlet PB Djarum, menginspirasi rekan-rekannya di kampung halaman.

Semoga akan ada Ananda dan Mutia selanjutnya dari PB Teuku Umar. (*)

Berita Klub Lainnya