Berita > Artikel > Pariwara

Prestasi dan Apresiasi

Sabtu, 15 April 2017 16:45:33
3656 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Ada prestasi, ada apresiasi. Itu adalah hal lumrah yang biasanya berlaku. Sama halnya dengan sukses yang diraih pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon yang menjuarai ajang All England 2017 di Birmingham, Maret lalu.

Apresiasi untuk Kevin/Marcus pun langsung diberikan oleh Pemerintah RI melalui Menpora Imam Nahrawi. Masing-masing pemain mendapatkan bonus sebesar Rp. 250 juta.

Bonus pun tak terhenti sampai disitu. Beruntung Kevin memiliki klub sebesar Djarum Kudus yang selalu konsisten menggelontorkan bonus bagi atlet binaannya yang berhasil menggapai prestasi. Bonus sejumlah yang sama pun diterima Kevin.

Sayangnya, tak semua klub memiliki kemampuan yang setara dengan Djarum Kudus. Itulah yang harus dialami Marcus. PB Tangkas yang menaunginya selama ini boleh jadi tak mampu mengikuti jejak PB Djarum dalam memanjakan atlet binaannya.

Tapi, yang tak boleh diabakaikan, sukses memenangkan All England bukan kerja keras Kevin seorang. Sukses itu diraih berkat upaya bahu membahu yang dilakukan kedua pemain. Lantas, apa jadinya ketika ternyata apresiasi yang diberikan ternyata tak sama besar.

Selintas, boleh jadi, orang menganggap itu bukan persoalan penting. Untuk sekali atau dua kali apresiasi mungkin tak terlalu menimbulkan masalah. Tapi, ketika itu harus terjadi berulang kali maka hampir dipastikan resistensi di antara pemain akan terjadi.

Yang perlu diingat target untuk Kevin dan Marcus bukan hanya terhenti sampai di All England 2017. Di usianya yang baru menginjak 22 tahun, keduanya diharapkan masih mampu mendulang prestasi-prestasi lain dengan klimaknya di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Lantas, apa jadinya ketika dalam perjalanan menuju Tokyo 2020 psikologis kedua pemain harus diganggu dengan persoalan seperti ini? Untuk itu berikutnya barangkali perlu lebih bijaksana lagi. Semua demi medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Demikian salam pembuka Daryadi, Pemimpin Redaksi Majalah Bulutangkis Indonesia, pada edisi bulan April 2017.

Sukses Marcus/Kevin menjuarai All England Open 2017, ajang bulutangkis tertua di dunia ini memang begitu fenomenal. Pasangan ganda putra ini berhasil meneruskan tradisi gelar All England sejak ditorekan kembali lewat pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir satu dekade terakhir. Dan majalah Bulutangkis Indonesia edisi April pun menyajikan cerita-cerita di balik berita sukses duet Marcus/ Kevin di All England lalu sebagai sajian utama.

Jika merasa diri sebagai penggemar bulutangkis di Tanah Air, maka majalah Bulutangkis Indonesia edisi April ini pun layak dibaca. Banyak cerita-cerita menarik lainnya yang belum pernah didengar sebelumnya. Sayang untuk dilewatkan! (*)

Majalah BULUTANGKIS INDONESIA
Alamat redaksi :
Grand Depok City
Sektor Melati Blok D1 No.5
Depok 16413
Telp/fax: (021) 8760254
Email: majalahbulutangkisindonesia@gmail.com

Info berlangganan :
WA : 0817-734-835
Line : majalahbulutangkis

Berita Pariwara Lainnya