Berita > Artikel

Ada Atlet Dinomorduakan, Kenapa Bisa?

Senin, 24 April 2017 03:50:19
13726 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Richard Minaky

    ©Badmintonindonesia.org

  • Hendri Saputra

    ©Badmintonindonesia.org

  • Eng Hian

    ©Badmintonindonesia.org

Ini merupakan resiko buat saya. Karena kemarin satu tahun setengah saya benar-benar konsentrasi buat persiapan Olimpiade. Sehingga untuk pemain muda hanya menjalankan program rutin. Bisa dibilang mereka dinomorduakan sementara. Dampaknya harus saya terima dan kedepannya harus bekerja keras lagi.

Pernyataan di atas diungkapkan, Richard Mainaky, Kepala Pelatih Ganda Campuran Pelatnas Cipayung,  mengevaluasi penampilan buruk ganda campuran lapis dua setelah Tur Asia Superserie (India, Malaysia, Singapore) yang baru lalu.

Memprihatinkan, setelah delapan bulan Olimpiade Rio 2016 berlalu, Richard masih berkutat dengan alasan yang sama.

Tapi to be fair, masalah fokus pelatih akan pemain/pasangan prioritas (favorit?) ini tidak hanya terjadi pada Richard saja, tapi juga pelatih lainnya di Pelatnas Cipayung.

''Firman dan Bayu akan lebih kami perhatikan tahun ini setelah tahun lalu kami berfokus buat Jonatan, Ihsan dan Ginting. Mereka harus menunjukkan stamina, disiplin dan komitmen latihan, fokus, keseriusan, cara berpikir dan daya juang yang lebih lagi tahun ini. Mereka harus ingat setiap akhir tahun ada promosi dan degradasi." Ini evaluasi senada dari Hendry Saputra, Kepala Pelatih Tunggal Putra Pelatnas Cipayung tentang penampilan buruk Firman Abdul Kholik dan Muhammad Bayu Pangisthu di China Master 2017.

Sebelumnya kita juga mendengar masalah yang sama diungkapkan Kepala Pelatih Ganda Putri,  Eng Hian, yang lebih fokus dengan pasangan prioritasnya Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari daripada pasangan ganda putri lainnya. Lebih parahnya, Eng Hian baru mengevaluasi hal ini setelah satu kepengurusan berlalu (4 tahun).

Sebagai manusia biasa adalah hal yang wajar jika pelatih juga mempunyai keterbatasan. Keterbatasan dalam seberapa banyak pemain/pasangan yang dapat dilatihnya dengan maksimal. Mungkin coach Hendry hanya sanggup fokus melatih 3 pemain kesayangannya Jonatan, Ihsan dan Ginting. Coach Richard hanya sanggup 2 pasangan Owi/Butet dan Praven/Debby. Coach Eng Hian hanya bisa fokus pada satu pasangan Greysia/Nitya.

Justru disini pertanyaan besarnya, ''Dimana peran 2 asisten pelatih di masing-masing sektor dalam melatih pemain lainnya?''

Kalau melihat evaluasi dari Richard, Hendry dan Eng Hian ini, bisa dibilang terkesan para asisten pelatih ini tidak ada hasilnya sama sekali karena para pemain lapis tidak terurus (dengan baik/ maksimal).

Cara-cara kepelatihan yang sangat tergantung hanya kepada Kepala Pelatih ini patut dipertanyakan. Sangat tidak bisa diterima di tengah sulitnya mencari bakat kelas dunia. Jika bakat seorang Firman Abdul Kholik yang di usianya baru menginjak 17 tahun sudah mampu menjadi finalis Indonesia GP 2014 dan memukau di Sudirman Cup 2015, kini dua tahun kemudian menjadi tenggelam tidak terurus oleh Coach Hendry Saputra karena lebih memperhatikan Jonatan, Ihsan dan Ginting. Saya yakin bakat Firman sesungguhnya tidak kalah dari Jonatan, Ihsan dan Ginting.

Dan sesungguhnya bukan hanya Firman yang perlu diperhatikan tapi juga Bayu, Anggia, Rosyta, Alfian, Gloria dan seluruh pemain yang berada di Pelatnas Cipayung. Jika tidak sanggup mengurus mereka semua (yang sekarang berjumlah 100 pemain) untuk apa mereka dipanggil sebanyak itu?

Ini semua tidak akan bisa berjalan atau berhasil jika hanya bergantung pada kemampuan diri Coach Richard, Eng Hian dan Hendry seorang.

Disinilah perlunya peran dan tanggung jawab Kabid Binpres yang kini dipegang Susy Susanti. Kabid Binpres semestinya turun langsung bersama Kepala Pelatih untuk membuat sebuah sistem pelatihan atau buku panduan yang memetakan potensi masing-masing setiap pemain dan program pelatihan untuk setiap pemain yang bisa dijalankan oleh semua pelatih (kepala pelatih dan asisten pelatih). Dan di bawah pengawasan atau supervisi Kabid Binpres.

Sudah adakah sistem pelatihan ini? (Chico Aura)

Berita Artikel Lainnya