Berita > Artikel

Kevin dan Standar Kesombongan (Bagian 2)

Jumat, 02 Juni 2017 10:55:32
6579 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Kevin Sanjaya Sukamuljo & Gideon Markus Fernaldi

    ©Badmintoindonesia.org

  • Kevin Sanjaya Sukamuljo & Gideon Markus Fernaldi

    ©Badmintoindonesia.org

Saya melihat justru dari sisi lawan yang dihadapi, Mathias Boe/ Carsten Mogensen dengan segudang pengalamannya, bisa tampil sabar dan apik sekali menghadapi Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon, tidak terpancing emosi seperti Goh V Shem /Tan Wee Kiong, “Duo Mads” (Mads Conrad/Mads Kolding), Li Junhui/Liu Yuchen dan Chai Biao/Hong Wei. Hal inilah yang menjadi kunci untuk mengalahkan Kevin/Gideon, dan saya rasa siapapun pasangannya kalau bisa meniru Boe/Mogensen, akan punya peluang mengalahkan Kevin/Gideon, bahkan juga Tai Tzu Ying.

Kalau flick service di poin-poin kritis, dibilang sombong terlalu pede, gak ngerti juga. Flick servicenya Kevin selama ini memang kadang berhasil, kadang difault. Mungkin lebih ke faktor kurang beruntung saja. Kalau dibilang nekat, mungkin saya bisa setuju.

Jadi intinya yang saya lihat, bukan melulu karena gayanya si Kevin, Kevin/Gieon itu kalah. Orang mungkin percaya anggapan orang bijak, jangan sombong nanti jatuh sendiri, karma itu ada dan lain-lain, tapi yang saya nilai kekalahan dua kali dari Boe/Mogensen memang bukan karena faktor gaya atau sifatnya si Kevin.

Saya pribadi menilai, tidak ada yang harus diubah (bukan tidak ada yang salah) dari gaya bermainnya, selama tidak menyalahi aturan dan bisa menghasilkan prestasi. Seiring bertambahnya usia, saya meyakini akan ada pendewasaan dalam sikap nantinya suatu saat.

Kalau ada anggapan dari pihak luar yang negatif, saya rasa tidak perlu dihiraukan. (monalisa)

Berita Artikel Lainnya