Berita > Artikel

Kevin dan Standar Kesombongan (Bagian 3)

Jumat, 02 Juni 2017 11:02:04
11831 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Kevin Sanjaya Sukamuljo & Gideon Markus Fernaldi

    ©Badmintoindonesia.org

  • Kevin Sanjaya Sukamuljo & Gideon Markus Fernaldi

    ©Badmintoindonesia.org

Kevin itu unik. Dia tipikal seniman yang selalu menjadikan lapangan sebagai ajang unjuk kemampuan. Seniman lapangan biasanya hadir karena dikaruniai bakat besar. Bersyukurnya, Kevin juga melengkapi dirinya dengan kemampuan teknis yang prima.

Kekalahan Kevin di Piala Sudirman 2017 bagi saya adalah wajar. Usia dan jam terbangnya memungkinkan mentalnya belum terbangun sempurna. Ingat, Kevin ini debutan baru di kelompok elit dunia. Ia adalah roket yang menjadikan kita sering terlena bahwa dari sisi pengalaman ia masih kalah dengan pemain-pemain papan atas lainnya.

Yes, Kevin bersama Gideon adalah pasangan nomor satu dunia sekarang ini. Namun, sekali lagi, di tengah persaingan yang sangat ketat dan seimbang, Kevin dan Gideon bukanlah satu-satunya pasangan terkuat.

Melihat sorot mata Kevin ketika bertanding sangat meyakinkan. Saya pun yakin, jika Kevin bisa mengevaluasi dirinya dan mengevaluasi kekalahannya kemarin - terutama bagaimana mengelola emosi - ia akan kembali menjadi monster yang menakutkan.

Kemarin saja sebenarnya mereka sudah tidak melakukan kekeliruan seperti permainan sebelumnya yang membuat mereka kalah dari pasangan yang sama. Hanya pengelolaan mental yang kurang yang menjadikan mereka akhirnya tumbang. (moemoe)

Berita Artikel Lainnya