Berita > Artikel

Tak Lagi Harapkan Kejutan, Tunggal Putra Uji Kematangan

Jumat, 09 Juni 2017 11:16:16
22385 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Anthony Sinisuka Ginting

    ©Badmintonindonesia.org

  • Jonatan Christie

    ©Badmintonindonesia.org

  • Ihsan Maulana Mustofa

    ©PBDjarum.org

BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 (BIOSSP) sebagai kejuaraan terakbar bulutangkis di Indonesia bakal segera digelar pekan depan. Kejuaraan berhadiah total USD 1,000,000 (sekitar Rp. 13,3 miliar) yang merupakan salah satu dari lima turnamen bulutangkis terbesar di dunia, akan dilangsungkan di Plennary Hall JCC, Senayan, Jakarta, pada 12-18 Juni 2017.

Selaku tuan rumah Indonesia tengah bekerja keras mempersiapkan para atlet untuk berburu gelar di kandang sendiri. Dua sektor andalan, ganda putra dan ganda campuran masih menjadi andalan.

Walau demikian, nomor tunggal putra tak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti walaupun tak dijagokan, sektor ini mampu menyumbang angka kemenangan untuk Indonesia saat menghadapi Denmark di Piala Sudirman 2017. Kala itu Anthony Sinisuka Ginting berhasil menundukkan peraih medali perunggu Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Viktor Axelsen. Jonatan Christie pun baru saja menjadi runner up di kejuaraan Thailand Open Grand Prix Gold 2017.

Para pemain tunggal putra juga tak jarang membuat kejutan di gelaran Indonesia Open. Dua tahun silam, Anthony yang harus merangkak dari babak kualifikasi, berhasil menembus babak delapan besar, dalam perjalanannya, ia memulangkan unggulan keempat asal India, Srikanth K, dengan skor 14-21, 22-20 dan 21-13.

Di BIOSSP 2016, giliran Jonatan yang membuat kejutan dengan menaklukkan peraih dua medali emas di Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012, Lin Dan. Jonatan menaklukkan Super Dan asal Tiongkok ini dengan straight game, 21-12 dan 21-12.

Ihsan Maulana Mustofa tahun lalu pun menjadi sorotan saat berhasil menjajaki semifinal. Langah Ihsan terhenti di tangan pemain rangking dua dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei.

“Di turnamen ini, saya mau lihat kematangan pemain-pemain tunggal putra, bukan lagi soal berharap ada kejutan dari mereka. Mudah-mudahan pada saat tanding nanti, semuanya bisa tampil percaya diri, karena ini mempengaruhi hasil,” kata Hendry Saputra, Kepala Pelatih Tunggal Putra PP PBSI, mengutip di situs resmi PBSI Badmintonindonesia.org.

Namun langkah para punggawa tunggal putra di BIOSSP tahun ini tidaklah mudah. Ihsan yang harus melewati babak kualifikasi, harus berhadapan dengan Wei Nan (Hong Kong) dan ada kemungkinan berebut tiket babak utama dengan seniornya, Sony Dwi Kuncoro.

Sedangkan Anthony di babak kedua berpeluang bertemu dengan Lee Chong Wei. Sebelumnya, Tommy Sugiarto yang akan berhadapan dengan Chong Wei di babak pertama. Jonatan pun bakal berjumpa peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Chen Long (Tiongkok), di babak kedua.

“Soal undian yang berat, memang wajar, ini kan turnamen kelas peremier, kita nggak bisa juga memilih lawan. Saya masih menghitung peluang melawan siapa-siapa saja. Contohnya, Ginting kalau menang sekali, ada peluang ketemu Chong Wei, jadi targetnya Ginting harus bisa menang dulu lawan Chong Wei,” jelas Hendry.

“Kalau Jonatan, targetnya bisa melewati Chen Long di babak 16 besar. Untuk Ihsan, masuk main draw dulu, setelah itu kita lihat lagi lawannya. Bayu (Pangisthu) dan Panji (Ahmad Maulana) mudah-mudahan bisa masuk kualifikasi dari status waiting list,” tambah Hendry.

Ia juga memberi keterangan mengenai kondisi Ihsan yang beberapa waktu lalu mengalami cedera engkel kanan.

“Sampai saat ini kondisi Ihsan sudah 80 persen pulih dari cedera engkel,” pungkasnya. (*)

Berita Artikel Lainnya