Berita > Berita

Fisik Terkuras Faktor Kekalahan Anggia/Ketut

Minggu, 18 Juni 2017 03:04:25
2806 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Langkah ganda putri Indonesia Anggia Shitta Awanda/ Ni Ketut Maheswari Istarani harus terhenti di babak semifinal BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017 setelah menuai kekalahan.

Kekalahan Anggia/Ketut dialami dari pasangan unggulan kelima asal Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan dengan straight game 12-21, 17-21 dengan perlawanan 37 menit pada pertandingan yang berlangsung hari Sabtu (17/06) di Planery Hall, Jakarta Convention Centre, Jakarta.

Bermain didukung penonton yang memadati Plenary Hall Jakarta Convention Center tak membuat Anggia/Ketut keluar dari tekanan lawan pada game pertama. Kesalahan yang berulang kali di lakukan oleh Anggia menguntungkan pasangan Tiongkok. Chen/Jia tampi gemilang dengan serangan taktis dan penempatan bola yang membuat Anggia/Ketut kebingungan di lapangan. Anggia/Ketut harus melepas game pertama dengan angka 12-21.

Perlawanan diberikan oleh Anggia/Ketut atas pasangan negeri panda tersebut pada game kedua. Bahkan kedua pasangan sempat unggul 11-9 di interval game kedua. Namun keunggulan itu tidak mampu bertahan lama. Pasangan Tiongkok melancarkan aksi serangan yang lebjh intensif selepas interval game kedua.

Pertandingan pun berlangsung alot dengan saling kejaf mengejar angka. sayangnya pada akhir game kedua ini kesalahan berbuah poin gratis untuk lawan pada game pertama kembali terulang di game kedua. Alhasil mereka dari unggul 17-15 berhasil dikunci lawan hingga angka 17-20. Satu pukulan Anggia yang tak mampu menyebrangi net mengakhiri game kedua sekaligus memupuskan harapan mereka dengan skor 17-21.

"Kami tidak bisa keluar dari tekanan lawan sehingga permainan kami tidak keluar seperti kemari. kami juga kehilangan fokus saat hampir bisa menang di gim kedua," ungkap Ketut selepas pertandingan.

Meskipun kekecewaan diungkapkan oleh mereka akibat kekalahannya hari ini. namun mereka mengaku cukup puas karena sudah mencapai target pribadi yang diinginkan. Mereka juga menambahkan faktor fisik yang terkuras akibat jadwal pertandingan yang selalu mereka lakoni pada tengah malam mempengaruhi pertandingan mereka tadi.

"Walaupun begitu. tetapi kami tak mau menjadikan itu sebagai alasan. ya memang jadwal kami seperit itu. dan kami harus jalani," tutup Anggia. (luky)

Berita Berita Lainnya