Berita > Berita > Klub

Bawa 4 Atlet dari Serang, Berhasil Loloskan Sang Anak

Jumat, 08 September 2017 13:11:20
943 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Agung & Gilang Pangestu

  • Gilang Pangestu

Tak sia-sia usaha Agung membawa empat orang anak didiknya untuk mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis di Kota Kudus, Jawa Tengah. Satu orang atletnya berhasil lolos ke tahap final.

Terasa lebih istimewa karena atlet yang lolos tersebut adalah anak kandungnya sendiri, Gilang Pangestu. Ia lolos ke tahap final secara otomatis setelah mampu mengalahkan semua lawan-lawannya dalam pertandingan.

Perjuangan Agung untuk membawa empat orang anak yang masih kecil tidaklah mudah. Ia menempuh perjalanan jauh selama 14 jam dari kota Serang menggunakan bus hingga tiba di Semarang. Selanjutnya, ia melanjutkan perjalanan menggunakan taksi menuju Kudus.

“Saya sudah biasa membawa banyak anak untuk mengikuti pertandingan. Biasanya saya bisa membawa sampai 20 orang anak. Jadi, tidak ada masalah berarti yang saya rasakan kemarin,” tutur ayah dua orang ini.

Kecintaan Agung terhadap bulutangkis tidak perlu diragukan. Sudah 15 tahun ia berkecimpung sebagai pelatih bulutangkis. Setelah pindah dari Nganjuk pada tahun 2015 lalu, dia melanjutkan karir kepelatihannya di Serang.

Di ibukota provinsi Banten itu dia mendirikan klub bulutangkis PB Rajawali. Saat ini, ada 32 orang atlet yang berlatih di klub tersebut. Agung dibantu oleh dua orang pelatih lainnya untuk membina atlet-atlet tersebut.

“Kami latihan 6 jam setiap harinya dengan menyewa lapangan. Jumlah lapangan di Serang tidak sebanyak di Jawa. Dulu di Nganjuk kami hanya membayar biaya pemakaian listrik karena lapangan milik Pengda. Sementara disini kami harus membayar sewa lapangan juga,” ujarnya.

Sementara itu, tahun ini bukanlah pengalaman pertama baginya menemani atlet binaan untuk mengikuti Audisi Umum. Ketika masih tinggal di Nganjuk dulu, Agung sudah dua kali mengantar para atletnya audisi. Bahkan, satu orang atletnya berhasil lolos sebagai pemain PB Djarum.

“Sayangnya cuma 8 bulan dia di PB Djarum. Masalah indisipliner membuat dia harus dipulangkan,” tutur Agung.

Harapan Besar untuk Sang Anak

Kecintaan Agung kepada dunia tepok bulu merembet ke sang anak, Gilang Pangestu. Melihat sang anak yang tertarik menekuni olahraga bulutangkis, Agung pun serius untuk melatihnya.

Setelah bertahun-tahun melatih sendiri sang anak, Agung berkeyakinan bahwa tahun inilah waktunya bagi Gilang untuk berlatih di klub besar. Ia ingin sang anak menjadi lebih mandiri dan mendapatkan pelatihan yang lebih baik.

“Kalau saya sama dia suka tidak tegaan ketika melatih. Keras sedikit, langsung kasihan. Jadi, tahun ini dia harus pergi ke klub besar,” kata Agung.

Bak gayung bersambung, beberapa bulan yang lalu Gilang mendapat tawaran dari sebuah klub besar untuk bergabung. Namun, Agung tak lantas mengiyakan. Sebabnya, Gilang memiliki tekad besar untuk bisa bergabung ke PB Djarum.

“Saya berterus terang kepada mereka (klub besar) bahwa Gilang ingin mencoba ikut Audisi Umum Djarum dulu. Gilang memang sangat ingin menjadi pemain PB Djarum karena dia melihat banyak atlet-atlet berprestasi muncul dari klub ini,” ungkapnya.

Gilang pertama kali ikut Audisi Umum di Purwokerto. Saat itu, dia masih belum berhasil mendapatkan Super Tiket. Agung menilai bawa kegagalan tersebut lebih disebabkan faktor nonteknis. Ia pun langsung mempersiapkan sang anak lebih baik lagi untuk mencoba lagi di Kudus.

“Mungkin saat itu dia terlalu tegang, sehingga tidak berhasil mengeluarkan permainan terbaiknya. Jadi, setelah itu saya lebih banyak memperkuat sisi nonteknik seperti motivasi untuk persiapan Audisi di Kudus,” ujarnya.

Strategi Agung pun berhasil karena Gilang akhirnya berhasil mendapatkan Super Tiket di Audisi Umum Kudus. Pemain kelahiran 2005 ini selalu meraih kemenangan atas lawan-lawannya.

“Saya yakin dia bisa masuk PB Djarum. Dari awal mulai latihan saat umur 6 tahun hingga sekarang, mental dan permainannya semakin matang. Saya siap melepas dia jika nantinya lolos audisi umum,” pungkasnya.

Saat ini Gilang dan 138 talenta muda lainnya sedang berjuang dalam tahap final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017. (ivan)

Berita Klub Lainnya