Berita > Berita

Susy Susanti: "Kami harus mengakui keunggulan tim China"

Kamis, 12 Oktober 2017 16:41:23
1416 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Skuad muda Indonesia harus terhenti langkahnya di babak perempat final kejuaraan bulutangkis Blibli.com Yonex-Sunrise BWF World Junior Championships 2017. Langkah tim merah putih ditaklukkan Tiongkok 1-3 pada laga yang berlangsung di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Kamis (12/10).

Susy Susanti, selaku manajer tim Indonesia, pun angkat bicara mengenai hasil yang dicapai timnya tersebut.

“Hari ini kami harus mengakui keunggulan tim China. Seperti yang sudah diprediski, kans kita ada di tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran. Tapi di susunan pemain mereka ada yang rangkap. Tim Indonesia sendiri pasti juga sedih. Karena kami berharap bisa lolos,” kata Susy.

Dengan mengandalkan tiga nomor tersebut, Susy menambahkan, Indonesia sebenarnya punya peluang untuk menang di ganda putra dan tunggal putra. Penampilan dua wakil ini cukup baik di game pertama, sayang di game kedua dan tiga, mereka gagal mengamankan kemenangannya.

“Ganda putra sebenarnya ada kesempatan. Game pertama, Adnan/Fikri bisa memberikan perlawanan, mereka bisa menang. Tapi sayang di game kedua saat poin kritis agak sedikit tegang. Game ketiga mereka dibawah tekanan. Tunggal putri, Gregoria bisa tampil maksimal. Sayang di sektor tunggal putra, kita sebenarnya punya kesempatan. Pemain-pemain Indonesia pada saat game pertama mereka bisa menguasai keadaan. Tapi di game kedua di saat mereka sudah menekan lawan, harusnya terus seperti itu. Tapi mereka justru berganti pola, malah mati sendiri. Hal itu yang menjadi catatan buat kami,” jelas Susy mengutip di situs Badmintonindonesia.org.

“Untuk ganda putri sebenarnya kami berharap bisa menyamakan skor 2-2. Tapi sayang sejak awal mereka tertekan, sehingga Jauza/Ribka tidak bisa mengeluarkan permainan dengan maksimal,” tambahnya.

Penampilan setiap atlet yang diturunkan, tak luput dari perhatian Susy. Ia mengatakan sudah membuat catatan khusus dari permainan para atlet tersebut. Susy juga berharap, di nomor perorangan nanti, junior Indonesia bisa bermain lebih baik lagi.

“Stamina, konsentrasi, fokus, keyakinan dan keberanian, saya rasa itu yang menjadi kendala kami di pertandingan beregu kali ini. Mudah-mudahan di perorangan nanti, bisa menjadi masukan dan evaluasi agar lebih baik lagi,” pungkas Susy. (*)

Berita Berita Lainnya