Berita > Artikel

Muda dan Berbahaya

Minggu, 29 Oktober 2017 11:35:07
3893 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Menurunnya performa Lee Chong Wei di dua kejuaraan superseries terakhir (Denmark Open 2017 dan French Open 2017), bisa diartikan sebagai pertanda era baru tunggal putra elit dunia.

Melaju ke babak dua Denmark Open, Lee harus terhenti di tangan pebulutangkis India, Prannoy H.S. dengan rubber game 17-21, 21-11 dan 19-21. Kemudiah di French Open, Lee dihentikan Kenta Nishimoto di babak satu hanya dalam laga dua game 14-21 dan 15-21.

Secara demografi, 10 besar rangking dunia tunggal putra saat ini diisi oleh oleh 5 orang pemain berusia 21-25 tahun dan 5 orang pemain berusia di atas 25 tahun. Secara special, ada dua nama yang saat ini berusia di atas 34 tahun, yakni Lin Dan dan Lee Chong Wei. Di peringkat 11 - 20, hanya ada 3 pemain berusia di atas 30. Secara total pemain berusia di bawah 25 mendominasi 20 besar rangking dunia.

Rangking, berdasarkan cara perhitungannya, mengambarkan penampilan pemain secara menyeluruh berdasarkan 10 hasil terbaik dari turnamen (kejuaraan bulutangkis) yang diikutinya. Tidak hanya kejuaraan superseries ataupun kejuaraan dunia tapi juga kejuaraan lain dengan level lebih rendah. Apabila melihat persaingan level atas yang paling up to date, hasil turnamen superseries bisa dijadikan acuan dimana dari 9 yang sudah diselenggarakan hanya 2 event yang dimenangi oleh pemain di atas 25 tahun, tepatnya Lin Dan dan Lee Chong Wei. Selebihnya, Kidambi Srikanth menjadi yang teratas disusul oleh Viktor Axelsen serta Sai Praneet dan Antony Ginting sebagai emerging talent di podium superseries.

Selain Srikanth, Viktor, Antony dan Praneet ada nama-nama muda potensial lain yang sudah cukup popular sebelumnya seperti Kento Momota yang tidak akan lama lagi akan kembali ke sirkuit, Jonatan Christy, Shi Yuqi, Tzu Wei Wang, Anders Antonsen, Sameer Verma dan Prannoy.

Catatan tersendiri bagi Srikanth, dengan masuk final 5 kali dan telah memenangkan 3 diantaranya (dan mungkin malam ini di Paris menjadi yang keempat kalinya), Srikanth akan menjadi pemain tunggal putra paling tersukses di superseries tahun ini. Flash back ke final superseries pertamanya di China Open 2015, penampilan Srikanth saat ini jauh lebih tenang dan matang, tidak terlihat raut nervous.

Tahun 2018 akan menjadi era baru persaiangan tunggal putra setelah hampir 15 tahun terakhir hampir bisa dikatakan tahunnya 4 kings plus Chen Long. India akan menjadi Indonesia/ Denmark/ China jaman dulu dimana ada bintang dan shadownya. Seperti Lin Dan, Bao Chun Lai, Chen Long, Peter Gade dan Kenneth Jonassen serta Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro. Srikanth masih punya banyak calon shadow (Praneet, Prannoy, Sameer), Viktor akan punya Anders dan bisa jadi bertambah dengan Momota dan Nishimoto. (petebakar)

Berita Artikel Lainnya