Berita > Artikel

Catatan Ringan Usai Macau Open 2017

Selasa, 14 November 2017 20:07:04
952 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Secara keseluruhan hasil yang dicapai pemain-pemain Indonesia pada kejuaraan bulutangkis Macau Open Grand Prix Gold 2017 di beberapa sektor boleh dibilang lumayan baik.

Tunggal putra bisa meloloskan Ihsan Maulana Mustofa ke babak final, tetapi pemain pelatnas lain yang dikirim ke turnamen berhadiah total USD 120,000 ini banyak yang hanya mencapai babak dua saja. Perlu diliat kembali skuad tunggal putra pelatnas saat ini terutama yang sudah beberapa tahun di pelatnas tapi tidak ada kemajuannya. Mungkin bisa meniru Tiongkok, beberapa pemainnya langsung digantikan dengan pemain yang baru selesai meretas dari junior.

Sektor tunggal putri masih jalan di tempat. Harapan masih bertumpu pada Fitriani dan Gregoria Mariska. Banyak sekali yang harus dibenahi, tidak hanya faktor teknis, tapi juga faktor non teknis, seperti mental pada saat poin-poin akhir dan atau pada saat unggul jauh. Seringkali sudah unggul jauh, malah terkejar dan kalah. Kecerdasan melihat permainan lawan juga harus ditingkatkan, jadi tidak main monoton.

Ganda putra merupakan sektor paling Berjaya bisa mengantongi gelar juara. Pasangan Wahyu Nayaka/ Ade Yusuf membuktikan kalau mereka juga merupakan ganda yang layak diperhitungkan dalam skuad ganda putra Indonesia. Secara pribadi masih ingin adanya rotasi di beberapa ganda putra sehingga bisa merangsek hingga 5 besar dunia selain Kevin Sanjaya/ Marcus Fernaldi Gideon.

Della Destiara Haris makin matang dan berharap mulai dapat seperti Greysia Polii yang bisa membimbing rekannya untuk memenangkan pertandingan. Seperti halnya Greys yang berganti-ganti pasangan, Della juga mencoba berpasangan dengan hampir 4-5 pemain. Saya rasa tinggal menentukan mana pasangan yang paling cocok untuk Della supaya dapat melapis pasangan Greysia/Apriani.

Sektor ganda campuran yang biasanya merupakan salah satu sektor andalan Indonesia yang mulai menjadi titik lemah. Apalagi tanpa kehadiran Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/ Debby Susanto. Daripada mengirim pemain senior yang juga kalah di putaran awal dan kedua, ada baiknya mulai dikirim junior yang baru beralih ke senior, bisa pasangan senior-junior atau junior-junior supaya regenerasi tidak terlambat. (chemile)

Berita Artikel Lainnya