Berita > Berita > Klub

Ikhsan Rumbay, Atlet Muda Terbaik PB Djarum 2017

Jumat, 12 Januari 2018 07:55:44
1255 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay

  • Ikhsan, Luluk Hadiyanto & Yoppy Rosimin

  • Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay & Yoppy Rosimin

Prestasi gemilang ditorehkan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay di tahun 2017. Pebulutangkis muda kelahiran Tomohon, 15 Januari 2000 ini naik podium juara di ajang Kejurnas 2017 untuk kategori tunggal putra taruna. Penampilannya juga tak mengecewakan saat tampil di ajang Superliga Junior 2017 lalu.

Tak heran jika ia dianugerahi penghargaan Atlet Muda Terbaik 2017 oleh klub yang kini menaunginya, PB Djarum. Hadiah tabungan sebesar Rp. 25 juta pun diterima Ikhsan. Tak hanya itu, prestasi Ikhsan yang menjadi juara tunggal taruna putra di Kejurnas 2017 juga diapresiasi oleh PB Djarum. Ikhsan juga diguyur bonus sebesar Rp. 15 juta.

Prestasinya sepanjang 2017 membuat namanya masuk dalam jajaran pemain yang dipanggil bergabung ke Pelatnas PBSI, terhitung Januari 2018.

“Tentunya semangat masuk pelatnas, apalagi bisa bertemu pemain-pemain senior seperti Jonatan Christie dan sebagainya,” sebut Ikhsan.

“Pasti tekanannya di pelatnas itu beda, mau nggak mau harus adaptasi. Tetapi saya jalani saja. Pertama saya ke pelatnas rasanya tegang, ketemu senior, ketemu yang udah juara super series. Lalu saya berpikir kenapa harus tegang, bukannya bagus saya ketemu mereka dan termotivasi?” tambahnya.

“Penghargaan ini menjadi motivasi buat saya, semoga prestasi saya lebih baik dari tahun lalu. Target utama saya adalah olimpiade junior (Youth Olympic),” kata Ikhsan dalam acara pemberian penghargaan yang berlangsung siang kemarin (Kamis, 11/1), di Senayan, Jakarta.

Perjalanan Ikhsan menuju pelatnas ternyata sangat panjang. Ia ternyata sempat berlatih ke Papua, kemudian pindah ke Bandung saat usianya 11 tahun. Namun Ikhsan kecil ternyata tak sanggup berpisah lama-lama dengan kedua orangtuanya, ia pun kembali lagi ke Manado.

“Saya termotivasi lagi waktu saya kalah dari Gatjra (Piliang Fiqihilahi Cupu) di Sirkuit Nasional Manado 2015. Lalu ada tawaran bergabung ke SKO Ragunan,” ungkap Ikhsan yang mengidolakan Lin Dan.

Kekalahan memang kerap membuat semangat Ikhsan makin terpompa. Ia pun menceritakan awalnya ia bertekad serius di bulutangkis.

“Waktu kecil saya suka main bulutangkis di depan rumah, dan saya kalah dari teman saya. Lalu papa saya bilang apakah saya mau menang dari dia? Papa saya bilang kalau mau menang ya saya harus latihan,” ceritanya Ikhsan yang sejak kecil rajin nonton pertandingan Taufik Hidayat. Hingga kini pukulan backhand yang menjadi ciri khas Taufik menjadi pukulan favoritnya.

Prestasi yang ditorehkan Ikhsan ini pun mendapat apresiasi dari Kemenpora yang selama ini membina Ikhsan di SKO Ragunan. Walau kini menjadi atlet PB Djarum yang berhasil melangkah ke Pelatnas Cipayung, namun Ikhsan masih tercatat sebagai siswa Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan. Ikhsan kini masih tercatas sebagai siswa SKO Ragunan yang duduk di bangku kelas 12.

SKO Ragunan yang selama ini didukung Kemenpora lewat Asdep Sentra merasa ikut bangga dengan keberhasilan Ikhsan menembus Pelatnas Cipayung. Walau dengan fasilitas yang minim Pusdiklat SKO Ragunan mampu berkontribusi lewat atlet-atlet bulutangkisnya menjadi tim Pelatnas PBSI. Adapun sebelumnya yang berhasil menembus Pelatnas adalah Amri Syahnawi, Yeremia E. Rambitan. Dan kini Ikhsan juga berhasil menjadi skuad Pelatnas. Semua capaian ini menyiratkan pembinaan bulutangkis di SKO Ragunan telah mulai kembali memperlihatkan buahnya setelah kehilangan auranya selama dua dasawarsa.

Kegembiraan ini pun terlihat diraut Luluk Hadiyanto yang selama ini melatih Ikhsan di SKO Ragunan. Setelah melepas Ikhsan ke PB Djarum dan kini sukses menembus Pelatnas Cipayung membuat harapan Luluk kiranya Ikhsan bisa meraih sukses lebih tinggi lagi di kemudian hari.

“Harapan saya, Ikhsan bisa berprestasi lebih tinggi di tingkat dunia dan sebagai pemain tunggal putra yang tangguh,” ungkap Luluk Hadiyanto yang selama ini melatih Ikhsan di SKO Ragunan.

Bagi Luluk, reward yang diterima Ikhsan di PB Djarum ini juga membuat bangga pelatih-pelatih di SKO Ragunan bahwa siswa SKO Ragunan mampu meraih prestasi lebih baik lagi.

Luluk yang kini berkarir di Kemenpora dan berhasil mengangkat Ikhsan menjadi atlet berprestasi tak luput mendapat reward dari PB Djarum. Luluk yang merupakan alumni atlet PB Djarum mendapat penghargaan berupa TV LED Polytron 43 inch

Sukses Ikhsan yang meraih gelar perdananya di kejuaraan Deyana Lomban 2008 menjadi modal Ikhsan untuk lebih berprestasi lagi. Ikhsan yang kini telah bergabung ke pelatnas kian terbuka langkahnya untuk meraih mimpinya menjadi pebulutangkis nomor satu dunia. (*)

Berita Klub Lainnya