Berita > Artikel > Jurnal Komunitas

Catatan Ringan Usai Semifinal Badminton Asia Team Championships 2018

Minggu, 11 Februari 2018 12:10:33
2354 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Hasil babak semifinal Badminton Asia Team Championships 2018 semalam (Sabtu, 10/2) bisa dibilang cukup dramatis dengan hasil akhir happy ending di kubu Indonesia dan nyesak di kubu Korea. Kalo di mobil legend ini namanya Epic Comeback.

Tapi terlepas mau menang atau kalah tambah lagi bawaan udah pasrah dengan posisi 14-20 terus ditambah lagi nyimak di jejaring sosial betapa mirisnya liat mental-mental Badminton Lovers Indonesia yang cuma tahu hasil kalau kalah cuma modal bacot sumpah serapah doang.

Padahal dimatch ini ada sebuah proses dimana Firman Abdul Kholik selama ini cuma sekedar anak bawang dan tenggelam di bawah bayangan Jonathan, Anthony dan Ihsan diberi sebuah tanggung jawab team. Dan hasilnya penampilan Firman aku bilang mantap jiwa dan sukses menjadi partai penentu.

Terlepas dari kontroversial kemenangan itu hak penuh wasit, karena wasit yang melihat langsung posisi raket Lee Dong Keun apakah mengenai net atau tidak. Selain itu kalau hanya melihat dari cuplikan kita hanya bisa mengira-ngira kecuali ada replay streaming di area net langsung.

Catatan tak baik buat Asosiasi Badminton Asia sampai sekarang gak berubah dalam mengelar hajatan event. Sudah websitenya jadul dan penyelenggaraan pun kalah dari Eropa. Mminim streaming. Babak semfinal yang hanya 2 court saja gak sanggup nyediakan streaming di court 2. Beruntung masih ada live streaming di court 1.

Oh ya, urusan eksis di instgram menurut saya itu bukan poin utama. Itu urusan atlet yang bersangkutan. Sekelas Ratchanok dan Chen Qingchen pun juga gila eksis. Nelum ada aspek korelasinya.

Yang jadi poin utama itu Ihsan yang bisa dibilang paling senior di sektor tunggal sampai kini belum menunjukan prestasi yang stabil. Termasuk Jonathan dan Firman. Prestasi individunya masih minim. Ditunggu banget ini pembuktiannya di individu usai BATC ini. (yoe_dha)

Berita Jurnal Komunitas Lainnya