Berita > Artikel > Wawancara

Herry IP: “Mereka komitmennya luar biasa”

Senin, 19 Maret 2018 06:52:46
2580 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Satu gelar juara berhasil disabet Indonesia dari ajang All England 2018 BWF World Tour Super 1000, kejuaraan bulutangkis tertua di dunia. Sukses ini ditorehkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon.

Pasangan ganda putra peringkat satu dunia ini mengalahkan musuh bebuyutan mereka Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark), pada final hari Minggu (18/3) di Arena Birmingham, Inggris, dengan skor 21-18, 21-17. 

Berikut ini petikan wawancara yang kami kutip dari  Badmintonindonesia.org dengan Herry Iman Pierngadi, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI yang mendampingi Kevin/Marcus selama bertanding di All England 2018. 

Apa komentar anda mengenai pertandingan final? 

Tadi sebetulnya Kevin/Marcus bermain terlalu slow, bukan polanya mereka, tapi namanya pertandingan kan banyak strategi. Mainnya kan tidak seperti biasa, no lob serang, tadi banyak defense. Boe/Mogensen memang mengubah pola main, mereka memperlambat, karena mereka kalah cepat dari Kevin/Marcus. 

Tetapi ini sudah diantisipasi, akan bermain seperti ini, bermain lambat

Kevin/Marcus tampaknya tidak terlalu mengalami banyak masalah dengan aturan servis baru?

Soal servis, selama di All England ini malah menguntungkan untuk Kevin/Marcus. Karena di hari ini, game pertama servisnya banyak servis drive, kalau bahasanya anak-anak, servis nyolong, mencuri kesempatan. 

Kevin/Marcus masih tak terkalahkan sejak China Open 2017, apa rahasianya?

Komitmen mereka, karena kedua pemain ini komitmennya luar biasa dan tidak mau ngalah, tidak mau menyerah. Saya bilang mereka berdua ini fighter sekali. 

Kerja keras, komitmen, trust antara pemain dan pelatih itu penting, kerjasama dua sisi dari pemain dan pelatih. Secara teknis, kita diskusi terus, ngomong terus, karena ini penting.

Ada nilai-nilai yang patut dicontoh tim ganda putra dari Kevin/Marcus? 

Oh itu pasti, fighting spiritnya mereka modal utama, harus jadi role model untuk pemain lainnya di tim ganda putra.

Tidak mudah meraih gelar juara di turnamen sekelas All England, bagaimana menurut anda mental bertanding Kevin/Marcus?

Kalau mereka memang sudah terbukti mentalnya, luar biasa. Ini bawaan dari diri sendiri, saya sebagai pelatih cuma memotivasi mereka.

Banyak yang mengatakan, Kevin/Marcus setelah juara All England tahun lalu, percaya dirinya meningkat drastis, apa benar seperti itu?

 All England memang menjadi salah satu ujian buat seorang pebulutangkis. Kalau dia sudah menjuarai All England, Kejuaraan Dunia, Olimpiade, level dan kepercayaan diri mereka pasti meningkat

Sebelum berangkat ke All England, Kevin/Marcus mengalami cedera, namun mereka justru bisa mempertahankan gelar?

Itulah, kondisi ini membuat Kevin/Marcus menyiasati dengan sedikit mengubah cara dan pola main. Sebenarnya Kevin itu belum seratus persen, sebelum tanding, dia warming up dengan tarik karet, untuk menjaga tangannya. Marcus juga ada masalah dengan tangannya. Dengan kondisi apapun, mereka bisa mengatasi. 

Bagaimana anda menilai penampilan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di All England ini?

Hendra/Ahsan sudah tidak muda lagi, khususnya Hendra, beda-beda tipis umurnya sama Boe/Mogensen, jadi kecepatannya berkurang. Ini yang harus diperhatikan. Jelang Piala Thomas nanti, saya mau mencari solusi bagaimana sih pola main yang cocok untuk Hendra/Ahsan. (*)

Berita Wawancara Lainnya