Berita > Artikel

Ironi Semangat BWF (Bagian 2)

Rabu, 11 April 2018 11:13:18
8166 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Menarik ulasan mas Moemoe di artikel sebelumnya, saya mencoba menambah sedikit catatan lagi. Membuat menarik suatu turnamen bulutangkis seharusnya dengan menambah menarik sisi lain turnamennya, bukan hal teknis yang seharusnya sudah dibakukan kembali diutak-atik.

Jika membandingkan di olahraga tenis, di lihat di sisi teknis, orang sudah tahu dimana letak khasnya turnamen Roland Garros dengan warna merah lapangannya, bahasa non Inggrisnya. Wimbledon dengan lampangan rumput hijaunya, baju pemain yang harus putih dan lain-lain yang menyebabkan turnamen-turnamen itu memiliki kekhasan dan menarik baik bagi peserta maupun penonton.

Sebenarnya, turnamen Eropa pun sudah memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan turnamen di wilayah lain (Asia, Afrika dan Amerika) terutama terkait akses informasi pertandingan.

Saya memperhatikan sejak beberapa minggu ini, khususnya untuk turnamen Eropa yang bahkan kelas kecil (International Challenge) seperti Orleans Masters di Prancis dan Finnish Open, akses informasinya tetap dikelola dengan baik. Dan ini dilanjutkan dengan turnamen yang ada di Belanda (19th Victor Dutch International 2018 yang akan mulai 12 April ini). Kita sudah dapat mengakses informasi jadwal pertandingan sampai dengan babak pertama maindraw (hari Jumat) padahal turnamen masih beberapa hari lagi, selain fasilitas livescore/livestreaming yang lebih mudah diperoleh relatif dibandingkan dengan yang di Asia.

Bandingkan dengan turnamen yang ada di China dan Indonesia, yang bahkan sampai hari ini (saat sebelum menulis ini), informasi sejenis belum ada. USM Indonesia International Series lebih parah lagi, informasi drawingnya pun belum bisa diakses. Turnamen osaka IC kemarin masih lebih baik, sehari sebelum turnamen, jadwal pertandingan sudah dapat diakses.

Maka yangg perlu dilakukan Badminton World Federation (BWF) adalah menggabungkan kebaikan-kebaikan dari turnamen tersebut, terutama diluar aturan baku, bukan malah mengutak-atik yang sudah menarik dan jelas.

Jika keunggulan penyelenggaraan khas Asia digabung dengan keunggulan manajemen pertandingan (termasuk akses informasi) khas Eropa sudah bisa distandarkan, maka saya percaya turnamen bulutangkis akan menjadi semakin menarik meski aturan baku pertandingan yang sekarang berlangsung tidak diutak-atik lagi. Apalagi jika penonton Indonesia bisa diekspor kemana-mana, maka semua turnamen bulutangkis akan ramai dan berwarna seperti suasana Istora. (Arifzai)

Berita Artikel Lainnya