Berita > Artikel > Jurnal Komunitas

NGOSS Community, Konyol Tapi Segarnya Luar Biasa

Rabu, 18 April 2018 11:22:33
1224 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Current
Rasanya kegembiraan bulutangkis tak pernah putus bagi NGOSS Community. Selalu saja ada ide-ide “konyol” yang membuat kegairahan bermain bulutangkis tak pernah surut.

Umur komunitas yang tak lebih dua tahun ini kembali membuat ajang bermain bulutangkis di Bogor, tepatnya di GOR Galaxy pada Sabtu, 21 April 2018 dari pukul 09.00 WIB hingga tuntas.

Turnamen gendongan ini selalu bikin heboh para anggotanya. Betapa tidak. Pesertanya selalu berebut mencari partner yang pas buat naik ke podium juara. Memang tak sekedar maen bareng biasa, tapi maen bareng yang digelar dengan bentuk turnamen dan memperebutkan hadiah yang menarik. Pesertanya biasa-biasa saja, tapi yang gendong punya pengalaman segudang di bulutangkis nasional, bahkan di bulutangkis dunia. Ada nama-nama Fran Kurniawan dan Agripina Prima Rahmanto Putra yang turun bertanding.

Menariknya, nama NGOSS berawal saat turnamen super series masih menjadi kalender Badminton World Federation (BWF). Disangka “SS” yang ada di NGOSS singkatan Super Series, tak taunya “Super Serius”. Yang atlet biasanya mainnya bisa candaan, tapi yang gendong mainnya benar-benar “super serius”. He he he.

Afdolnya NGOSS Community adalah “Nganu Open Super Serius”. Komunitas bulutangkis yang biasa main di Hall Jaya Baru, Depok. Tapi kini telah merambah ke Bogor. Selain Fran dan Agri, tercatat nama Markis Kido dan Rian Agung Saputro pernah meramaikannya.

"Nganu itu apa ya, kog jadi nama komunitas?" tanya kami suatu kali kepada Haji Heri, sang penggagas, suatu kali di Istora Senayan saat ajang Daihatsu Indonesia Masters 2018.

“Nganu itu, ya nganu,” jawabnya terkekeh.

“Komunitas kita ya cuma buat fun aja, senang maen bareng aja. Lebih seru karena ada mantan pemain nasionalnya buat ngeramein,” tutur Heri yang juga masuk di kepengurusan Pengkot PBSI Kota Depok, Jawa Barat.

Persisnya candaan selalu menghiasi komunitas ini bila obrolan di grup Whatsapp. Selalu saja ada kekonyolan segar meramaikannnya.

“Sabtu datang ya, ada lontong sayur lho,” Haji Heri mengingatkan kami dua hari lalu.

“Boleh, boleh,” jawab kami yang penasaran dengan lontong sayur Haji Heri yang selalu menjadi sajian kuliner di setiap ajang NGOSS.

Asyikk! (*)

Berita Jurnal Komunitas Lainnya