Berita > Artikel > Jurnal Komunitas

NGOSS IX, Budi/Koko Kembali Juara

Rabu, 25 April 2018 13:57:10
610 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Turnamen gendongan NGOSS (NGanu Open Super Serius) IX yang maunya buat canda-candaan seperti di grup WA, tapi nyatanya di pertarungan “Super Serius” benar-benar tak bisa dihindari di lapangan. Semua pasangan mengeluarkan kemampuannya untuk tidak mau kalah begitu saja.

Empat pool yang dengan empat pasangan di setiap poolnya harus berjibaku untuk merebut posisi teratas di masing-masing pool. GOR Galaxy di Tajur, Bogor pun menjadi saksi para “penggila” mabar turnamen NGOSS hari Sabtu (21/4) lalu, bertarung untuk bisa naik ke podium juara.

Para peserta yang banyak tinggal di Jakarta, Sabtu lalu harus berjuang lebih dulu “di jalanan” sebelum turun bertarung di GOR Galaxy. Tak seperti biasanya, lalu lintas tol Jagorawi ke arah puncak mengalami kemacetan yang membuat para peserta merasa dag dig dug, khawatir terlambat. Ustadz Qury yang berpasangan dengan Anbiya di Pool B pun memutuskan masuk kembali ke jalan biasa melalui Jalan Raya Bogor.

Bukannya menjadi lebih cepat, tapi di Jalan Raya Bogor Ustadz Qury yang merupakan Ketua Umum PBSI Depok pun terhambat kemacetan. Tak ayal, turnamen yang seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB harus diundurkan sejam lebih.

Keluwesan JBen yang biasa menjadi EO bersama nyonya memutuskan untuk membuka turnamen undur sejaman menanti para jagoan untuk tiba di GOR Galaxy.

Dan untungnya Lontong Sayur yang menjadi suguhan utama mabar turnamen tak terlambat tiba di Bogor dari Depok. Haji Heri yang hari Sabtu kemarin berpasangan dengan Fran Kurniawan benar-benar bisa tiba ‘’on time”, dan peserta Bogor pun serta para wasit yang telah menunggu bisa menikmati enaknya Lontong Sayur Haji Heri.

Turnamen NGanu Open Super Serius IX lalu “Betul-betul NGanu” mainnya.  Maunya candaan, dan benar memang bisa tertawa, tapi di lapangan pertarungan super serius ketatnya. Keempat pasangan di setiap pasangan bukan lawan-lawan mudah untuk ditaklukkan.

Pasangan Budi/Koko yang sebelumnya di NGOSS VIII menjadi kampiunnya berhasil menjuarai Pool A, melaju ke semifinal bertemu dengan duet Sajar “Gelap”/Didit yang menjuarai Pool C. Sajar “Gelap” menurut Haji Heru dengan candanya, rada tidak terlihat saat di kegelapan.

Melaju ke semifinal bukanlah langkah mudah bagi Budi/Koko. Mereka harus bertarung ketat menghadapi lawan-lawannya. Menang dua game atas pasangan Nurman/Christian 21-13 dan 21-16. Di partai penentuan harus main rubber game untuk mengalahkan Heru/Ahmad dengan sko 21-16, 17-21 dan 21-14. Sedangkan duet Sajar/Didit sukses menekuk pasangan Noery/Riky 21-14 dan 21-16.

Sementara Fran Kurniawan yang harus jungkir balik “menggendong” Haji Heri berhasil menjuarai Pool D. Walau pertarungan diisi canda tawa bersama Haji Heri, Fran yang memang berpengalaman bertanding di turnamen internasional mampu menaklukkan lawan-lawannya. Heri/Fran mengalahkan duet Toni/Dendy 17-21, 21-15 dan 21-13. Dan mengalahkan Jben/Biksu dua game langsung 21-12 dan 21-11.

Sedangkan Agus Riyanto/Agri bisa menjuarai Pool B usai mengalahkan duet Ustadz Qury/Anbiya 21-17 dan 21-16. Dan mengalahkan Edo/Pepen 21-11 dan 21-11.

Partai semifinal benar-benar menjadi partai sesungguhnya “Nganu”, segala tipu daya pun dikeluarkan untuk bisa mencuri kemenangan. Budi/Koko bisa menuntaskan kemenangan dua game langsung atas Sajar/Didit dengan skor 21-14 dan 22-20. Sedangkan Agus/Agri harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk main rubber game menaklukkan Heri/Fran 14-21, 21-11 dan 21-13.

Walau turnamen sekedar buat canda-canda, tapi panitia yang dijalankan Jben tak sekedar bercanda-canda. Wasit yang digunakan di turnamen yang tak masuk kalender resmi ini pun menggunakan wasit yang bersertifikan. Dedy Darmawan menjadi wasit ketua di turnamen yang berlangsung sehari ini.

Usai main rubber game di semifinal, tak butuh waktu istirahat yang cukup bagi duet Agus yang berpasangan dengan mantan pebulutangkis Pelatnas, Agri yang merupakan anak Sigit Pamungkas, untuk berlaga di final melawan Budi/Koko. Tak terlihat keletihan, rupanya, seperti kata Haji Heri, lontong sayur rupanya menambah esktra tenaga Agus untuk menghadapi pasangan Budi/Koko. Setelah main rubber game, Agus/Agri akhirnya harus puas di posisi runner up. Agus/Agri mengakui keunggulan duet Budi/Koko dengan skor 21-13, 12-21 dan 17-21.

Naik ke podium juara, Budi/Koko yang berhasil mempertahankan gelar juara dengan menyabet hadiah uang sebesar 2 juta rupiah.

Walau terlihat semuanya kelelahan, istimewanya Agus Riyanto yang harus main rubber game di semifinal dan final merasakan kegembiraan bisa bersilaturahmi.

“Kita siap gelar lagi sebelum puasa,” ungkap Agus Riyanto yang kali ini di NGOSS IX menjadi sponsor turnamen. “Gor Galaxy siap menyambut teman-teman semua,” tambahnya.

Tak sekedar bertanding bulutangkis, para peserta dari Jakarta pun menjadikan ajang NGOSS sebagai wisata ke kota Bogor. Bogor yang tak jauh dari Jakarta menjadi salah satu tempat pilihan wisata kuliner bagi penduduk di kawasan Jabotabek. Fran Kurniawan bersama keluarga memilih menginap di Hotel Amaroossa Bogor bersama keluarga.

Sampai ketemu di NGOSS X. (*)

Berita Jurnal Komunitas Lainnya