Berita > Berita > Klub

Christian Penasaran Prestasi Tunggal Putri

Sabtu, 05 Mei 2018 08:31:50
1801 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Sektor tunggal putri menjadi salah satu sektor yang terlemah dari lima sektor bulutangkis Indonesia. Jika empat sektor lainnya (tunggal putra, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran) bisa meraih gelar juara di ajang internasional, sektor tunggal putri sulit untuk bersaing di kancah bulutangkis dunia.

Torehan prestasi tunggal putri Indonesia ini membuat legenda ganda putra bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata, merasa tertantang untuk menemukan talenta-talenta berbakat seperti Susy Susanti, Mia Audina dan Maria Kristin Yulianti.

Rasa penasaran itu pun diungkapkan Christian di GOR Arie Lasut, Sulawesi Utara, Jumat (4/5) kemarin saat jumpa pers Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di kota Manado ini. Christian Hadinata yang merupakan Ketua Tim Pencari Bakat PB Djarum merasa tertantang untuk menemukan bibit tunggal putri di Manado.

“Seperti yang kita ketahui kalau pemain ganda asal Sulawesi Utara sudah berprestasi di tinggkat internasional. Baik itu ganda campuran maupun ganda putri. Sedangkan di tunggal putri belum ada sama sekali, kita jadi penasaran dan ingin menjawab tantangan itu. Masa sih, kita tidak bisa menghasilkan atlet di sektor tunggal putri,” ujar Christian.

Menurut pengakuan Christian bahwa satu hal yang positif dengan peningkatan jumlah peserta yang ikut kali ini. Mungkin menjadi salah satu dampak dari prestasi yang didapat atlet-atlet asal Sulawesi Utara, mesti itu bukan datang dari sektornya.

“Contoh paling jelas adalah Liliyana Natsir dan Greysia Polli, prestasinya sudah mendunia. Secara signifikan pasti ada dampaknya,” jelas pemain bulutangkis Indonesia di era tahun 1970an ini.

Atlet kelahiran Purwokerto 1949 ini pun memberi wejangan bagi para peserta Audisi Djarum di Manado bahwa mereka harus bermain maksimal dan belajar memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dari sekarang.

“Karena siap pun yang akan ke Kudus itu pasti lawan-lawannya akan lebih berat. Jadi jangan sampai reputasi pembulutangkis Sulawesi Utara terputus dan harus tetap ada,” tutup Chistian. (*)

Berita Klub Lainnya