Berita > Artikel

Endurance, Masalah Jorji

Sabtu, 05 Mei 2018 09:22:15
8843 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Gregoria Mariska Tunjung satu-satunya harapan tunggal putri Indonesia yang mencapai perempat final New Zealand Open 2018, akhirnya harus tersisih.

Kekalahan Jorji, sapaan akrab Gregoria, pada perempat final yang berlangsung hari Jumat (4/5) di Auckland, Selandia Baru, sedikit mengagetkan. Pasalnya dua pertemuan menghadapi Han Yue sebelumnya, Jorji tak pernah menuai kekalahan.

Di ajang BWF World Junior Mixed Team Championships 2017, Jorji meraih kemenangan dari Han Yue dua game langsung 21-17 dan 21-17. Dan di final BWF World Junior Championships 2017 yang mengantarkan Jorji ke podium juara, ia menang rubber game atas Han Yue dengan rubber game 21-13, 13-21 dan 24-22.

Di atas kertas, Jorji pun terlihat lebih unggul. Peringkat Jorji kini telah berada di peringkat 38 dunia, sementara Han Yue masih bertengger di peringkat 112 dunia.

Usai menonton laga Jorji melawan Han Yue yang berlangsung di North Shore Events Centre, Auckland, lewat livestreaming, terlihat satu kelemahan Jorji adalah masalah endurance. Lemahnya daya tahan Jorji membuatnya tak bisa melakukan apa-apa untuk lepas dari tekanan lawan.

Lemahnya ketahanan fisik ini membuat Jorji terlihat tidak pede main rally-rally panjang. Saat di lapangan pertandingan, kita melihat kekurangsabaran Jorji yang ingin cepat-cepat mengakhiri rally. Hal lain yang terlihat, fokus Jorji gampang hilang, ia tidak sabar meladeni permainan lawan (padahal Jorji memegang kontrol permainan tapi finishing tidak nendang). Ketidakfokusan ini membuat akurasi jadi menurun, pergerakan makin lambat, dan banyak bikin error.

Han Yue mainnya bagus sih, tapi sebenarnya masih bisa dikalahkan Jorji.

Hmmm Jorjiiiii, Jorji. Banyak-banyak menambah porsi latihan fisik ya. Belajar tuh dari Tai Tzu Ying. Skill bagus tapi tidak cukup. Tai Tzu Ying sadar akan hal itu makanya dia bentuk fisik (sampe six pack segala). See? Sekarang mainnya sangat konsisten. Diajak main rally bisa, main serang pun bisa. Kuncinya udah jelas, tinggal mau apa nggak buat berubah.

Dan sekali lagi, Jorji juga bisa meniru pola main Maria Kristin Yulianti (terutama pola-pola main dia selama pertandingan Olimpiade Beijing 2008). Worth it banget buat tipikal footwork lazy style kayak dia. Tingkatkan kecerdikan dalam mengarahkan pukulan dan akurasinya.

Good luck! (Mide)

Berita Artikel Lainnya