Berita > Artikel > Sosok

Wiyagus Sosok Pemersatu Bulutangkis Jabar

Jumat, 18 Mei 2018 13:47:16
10382 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • Taufik, Wiyagus, Lutfi & Widi

    ©Bulutangkis.com

  • Iie, Wiyagus & Taufik

    ©Bulutangkis.com

  • Akhmad Wiyagus & Lutfi Hamid

    ©Bulutangkis.com

“Pak Akhmad Wiyagus merupakan sosok pemersatu,” sebut Lutfi Hamid mantan Ketua Umum PBSI Pengprov Jawa Barat dalam acara silaturahmi pengurus PBSI se-Jawa Barat atas terpilihnya Akhmad Wiyagus sebagai Ketua Umum yang baru periode 2018-2022.

Apa yang disampaikan Lutfi Hamid rasanya tak bisa disangkal. Pada acara silaturahmi yang berlangsung dua pekan lalu, tepatnya hari Minggu (6/5) di GOR Bulutangkis Batununggal Indah Club, Bandung, suasana silaturahmi yang sederhana banyak dihadiri tokoh-tokoh bulutangkis Jawa Barat. Terlihat hadir seperti Tony Cahyadi, Umar Djaidi, Taufik Hidayat, Iie Sumirat, serta beberapa lainnya. Begitu juga dengan para pengurus pengkab dan pengkot se-Jawa Barat, pengurus klub-klub yang ada di Jawa Barat (seperti PB Mutiara Cardinal, PB SGS PLN, PB Kayp1, dan beberapa lainnya), serta atlet-atlet Jawa Barat juga terlihat hadir.

Semuanya yang hadir menyambut hangat terpilihnya Akhmad Wiyagus sebagai nakoda yang baru PBSI Jawa Barat untuk lima tahun kedepan. Brigjen Pol Akhmad Wiyagus, yang sehari-harinya menjabat Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri terpilih dalam Musprov yang berlangsung di Karawang pertengahan bulan April lalu.

Pada kesempatan silaturahmi, Wiyagus menyebutkan daerah Jawa Barat sebagai lumbung bulutangkis nasional. Sebagai nakoda, Wiyagus berkeingingan memajukan bulutangkis Jawa Barat. Beberapa hal yang menjadi fokus Wiyagus dalam program kerjanya adalah masalah sumber daya dan anggaran. Wiyagus menyadari betapa pentingnya peranan para pengurus di organisasi bulutangkis, peran pengurus sebagai partner yang mendongkrak prestasi atlet tidak bisa diabaikan begitu saja.

Begitu juga anggaran, menjadi perhatian utama Wiyagus pria lulusan Akpol (Akademi Kepolisian) tahun 1989 ini. Sebuah organisasi tanpa didukung anggaran yang memadai tentunya tak mudah menjalankan program-program yang sudah dibuat. Sebagai nakoda PBSI Jawa Barat dirinya akan memperhatikan dan ingin membantu pengkab dan pengkot untuk mewujudkan program memajukan atlet-atlet bulutangkis di daerahnya masing-masing pengkab/pengkot.

Kesibukan sehari-hari Wiyagus di Polri, tak membuatnya jauh dari bulutangkis. Saat ini di kepengurusan PP PBSI, Wiyagus duduk sebagai Ketua Dewan Pembina Keabsahan SI PBSI, dan di posisi ini membuat dirinya cukup mengetahui maraknya pencurian umur.

“Pencurian umur ini cukup memprihatikan. Dalam satu kesempatan kami mengetahui bahwa inisiatif pencurian umur itu dari orang tua atlet,” sebut Wiyagus saat silaturahmi.

Keprihatinan Wiyagus juga melihat ada atlet yang berlaku curang, hingga melakukan perbuatan tercela seperti yang dilakukan atlet-atlet bulutangkis Malaysia yang kena hukuman 20 tahun dilarang bermain bulutangkis akibat terlibat pengaturan skor.

“Kita ingin atlet yang jujur,” tambah Wiyagus.

Akhmad Wiyagus, yang di masa kecilnya juga merupakan atlet bulutangkis di masa remajanya sebelum memilih karir di Akpol, menyadari persaingan bulutangkis saat ini benar-benar sangat ketat. Pembinaan atlet-atlet bultangkis pun tak mudah dilakukan. Majunya teknologi informasi membuat semua perkembangan bulutangkis mudah diikuti. Dalam kondisi seperti ini para pelatih harus berinovasi dan kreatif di dalam mendidik anak-anak didiknya.

“Apa yang dilakukan PB Djarum patut ditiru, mereka berinovasi,” pujian Wiyagus atas apa yang telah dilakukan PB Djarum dalam mencari talenta-talenta bulutangkis.

Sejumlah tantangan pun menanti dihadapan Wiyagus beserta segenap kepengurusannya untuk memajukan bulutangkis Jawa Barat.

“Kita akan merumuskan program-program yang tajam, bukan mengawang-awang. Mohon dukungan semua pihak,” sebut Wiyagus. Wiyagus juga mengingatkan semua yang terlibat di kepengurusannya agar dapat bekerja maksimal.

Saat acara silaturahmi yang dipandu Herman Subarjah, juga menyebutkan nama-nama sususunan kepengurusan yang masuk dalam nakoda Akhmad Wiyagus untuk masa lima tahun ke depan. Beberapa diantaranya, Herman Subarjah, terpilih kembali sebagai Sekretaris Umum (Sekum), Taufik Hidayat pada posisi Wakil Ketua I.

Lutfi Hamid juga mengingatkan segenap pengurus yang terpilih agar memberikan kontribusinya membantu kapal yang dinakodai Wiyagus.

“Jangan hanya saat pelantikan hadir pake jas, tapi setelah satu tahun sudah tidak kelihatan lagi, semua sibuk masing-masing,” Lutfi mengingatkan.

Tak menunggu pelantikan kepengurusan secara resmi, Akhmad Wiyagus pun berkesempatan memberikan reward kepada satu sosok bulutangkis Jawa Barat yang sudah tak asing lagi, Iie Sumirat. Iie yang lahir di Bandung, 15 November 1950, dikenal sebagai satu dari “The Magnificent Seven” bulutangkis Indonesia pada tahun 1970'an bersama Rudi Hartono, Liem Swie King, Tjun Tjun, Johan Wahyudi, Christian Hadinata dan Ade Tjandra.

Tak hanya itu, Iie yang khas dengan gaya eksentriknya di lapangan serta punya senjata “bola kedut” merupakan “Pembunuh Raksasa” China. Saat ajang invitasi bulutangkis Asia, yang diselenggarakan World Badminton Championship di Bangkok pada 1976, Iie menumbangkah dua jagoan China, Tang Hsein Hu dan Hou Chia Chang, yang mengantarkannya ke podium juara. Mengakhiri karir bulutangkis sebagai pemain di usianya yang ke 32 tahun, Iie mendirikan klub bulutangkis Sarana Muda yang kemudian menjadi SGS Elektrik. Satu anak didiknya yang bersinar adalah Taufik Hidayat, peraih medali emas olimpiade Athena 2004. Kini di usianya yang ke 67, Iie masih aktif melatih di PB SGS Elektrik Bandung mencari talenta-talenta muda.

Pada kesempatan yang sama, Lutfi Hamid yang pernah menjadi tim manajer bulutangkis Indonesia pada ajang Kejuaraan Thomas Cup menyerahkan cendera mata kepada Wiyagus sebagai kenang-kenangan berupa tas tangan tim Indonesia.

“Semoga pak Wiyagus tetap semangat memimpin bulutangkis Jawa Barat. Ini ada tulisannya, Bulutangkis Jiwaku, Sportifitas Nafasku. Merah Putih Kesetiaanku,” ujar Lutfi sambil menyerahkan tas tangan kepada Wiyagus.

Silaturahmi sosok-sosok bulutangkis pun semakin cair saat acara maen bareng. Satu laga menarik partai “Senju” (Senior Junior), Lutfi Hamid berpasangan dengan Taufik Hidayat melawan Akhmad Wiyagus yang berpasangan dengan Widi Chandra.

Keakraban silaturahmi terpilihnya Akhmad Wiyagus pun mengawali perjalanan kepengurusan masa 2018-2022. Semoga prestasi bulutangkis Jawa Barat semakin mendongkrak prestasi bulutangkis Indonesia. (fk)

Berita Sosok Lainnya