Berita > Artikel > Wawancara

Fajar: “Mereka prima banget”

Minggu, 08 Juli 2018 07:15:03
897 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Walau berlatih bersama di Pelatnas Cipayung, rupanya pasangan ganda putra Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto masih harus mengakui keunggulan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon. Fajar/Rian harus terhenti di babak semifinal Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000 pada laga di Istora Senayan, Jakarta, (Sabtu,7/7).

Hanya dua game langsung, Fajar/Rian menyerah kepada Kevin/Marcus dengan skor 13-21, 10-21.

Ini kekalahan pertama mereka di pertemuan pertama di kalender resmi BWF. Usai laga kemarin, Fajar/Rian sempat obrol-obrol dengan para awak media di media center.

Bagaimana komentar Fajar/Rian mengenai pertandingan melawan Kevin/Marcus?
Fajar: “Pertama, mau menang atau kalah, kami tetap bersyukur untuk hari ini. Hari ini sungguh luar baisa, terutama Kevin di depan kayak mau 'makan bola', susah lewati permainan depan dia. Kami sudah panik duluan dan tidak menemukan permainan kami.”

Rian: “Kurang lebih sama dengan Fajar, mereka bagus di permainan depan net. Permainan kami tidak keluar dan keduluan terus.”

Pertandingan dengan sesama pemain Indonesia pasti tanpa didampingi pelatih, bagaimana rasanya?
Fajar: “Kalau ketemu sesama pemain pelatnas memang tidak didampingi pelatih. Tapi ini bukan suatu alasan untuk kami tidak bisa berkomunikasi. Kalau ada pelatih kan juga nggak semua instruksi pelatih bisa diterapkan karena kan kami yang ada di lapangan."
"Tapi kalau tidak ada pelatih memang kadang blank sendiri. Kalau ada pelatih kan ada yang menginstriksikan cara ubah mainnya bagaimana.”

Apakah pertandingan semalam melawan Zhang (Nan)/Liu (Cheng) mempengaruhi kondisi hari ini?”
Fajar: “Pertandingan semalam tidak bisa dijadikan suatu alasan. Kevin/Marcus kan juga ramai mainnya, sebetulnya kami kalah siap, kalah fokus, di lapangan mereka seperti benar-benar siap mau menang.”

Kekalahan hari ini cukup jauh dari Kevin/Marcus, apakah tidak takut dianggap sengaja mengalah supaya Kevin/Marcus bisa simpan tenaga di final?
Rian: “Kalau dibilang sengaja ngalah sih nggak ya. Kami kan maunya menang, tapi tadi keduluan terus. Mau main bagaimana juga sudah tertekan terus.”

Apa pelajaran yang dipetik dari pertandingan ini untuk kejuaraan selanjutnya, khususnya Asian Games?
Fajar: “Mereka prima banget, pasangan rangking satu dunia dan susah untuk dikalahkan. Kami harus sering latihan lagi, kami kan sering latihan bersama, kami ingin belajar dari kelebihan yang mereka punya.”

Apa Fajar/Rian sempat terbeban dengan nama besar Kevin/Marcus?
Fajar: “Tidak terbeban karena kami latihan bareng terus. Saya juga bingung, di latihan mereka nggak kayak begitu, biasa saja. Mungkin kalau di pertandingan beda, aura dan mental juara mereka besar sekali di lapangan.”

Apa yang harus diperbaiki dari Fajar/Rian jika bertemu lagi dengan Kevin/Marcus?
Rian: “Harus unggul di bola-bola depan net. Mau nggak mau harus ngadu dan siap bola-bola panjang ke belakang.”

Menurut Fajar/Rian, bagaimana peluang Kevin/Marcus di final?
Rian: “Kami optimis Kevin/Marcus bisa menang. Pada pertemuan terakhir di Japan Open 2017, Kevin/Marcus bisa menang dari Inoue/Yuki. Apalagi Kevin/Marcus tadi mainnya bagus sekali.” (*)

Berita Wawancara Lainnya