Berita > Berita

Kembalinya Momota ke Jajaran Elite Dunia

Minggu, 08 Juli 2018 20:25:46
1150 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak



Minggu yang sempurna bagi Kento Momota. Pebulutangkis tunggal putra Jepang itu sukses menggondol gelar juara Blibli Indonesia Open 2018.

Kendati turun sebagai pemain non unggulan, atlet berusia 24 tahun itu tampil trengginas layaknya pemain top. Jagoan dunia seperti Kidambi Srikanth dan Lee Chong Wei mampu diatasi. Dua pemain andalan tuan rumah, Anthony Ginting dan Tommy Sugiarto pun bukan tandingan dia.

Puncaknya, Momota sukses mempermalukan pemain terbaik dunia saat ini, Viktor Axelsen. Kemenangan dua game langsung, 21-14 dan 21-9 sukses dicetak dalam laga final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, hari Minggu (08/07).

Bagi Momota, hasil ini semakin menjauhkan rekor pertemuannya dengan Viktor di lapangan. Ia memenangkan delapan dari sembilan pertandingan kontra sang lawan yang juga merupakan juara dunia 2017 itu.

“Puas sekali bisa menang turnamen besar seperti Indonesia Open ini. Tidak ada strategi khusus. Saya hanya berusaha menunjukkan permainan terbaik,” kata Momota selepas laga.

“Sebenarnya pertandingan tidak berjalan mudah. Kondisi fisik saya sudah lelah. Tapi, kemudian saya bisa balik dengan kemampuan terbaik saya,” lanjutnya.

Ini merupakan gelar prestisius pertama bagi Momota sejak kembali berkompetisi tahun lalu.

Ia harus memulai dari turnamen-turnamen level bawah untuk mengumpulkan poin yang hilang akibat absen setahun. Hasilnya, rentetan trofi juara berhasil dia pulang seperti Belgian Open, Czech Open, Dutch Open, dan Hongkong Open.

Masuk 2018, Momota mulai terjun ke turnamen yang lebih tinggi. Hasilnya ia mampu bersaing. Gelar Juara Asia, Runner up Malaysia Open, dan juara Blibli Indonesia Open menjadi bukti. Peringkatnya pun melonjak tajam ke nomor delapan dunia.

“Sekarang semakin banyak orang yang mendukung saya. Terima kasih saya ucapkan. Selanjutnya saya akan terus menaikkan level permainan supaya bisa terus memuaskan para pendukung saya,” ungkap Kento.

Sementara itu, Viktor tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengaku bermain buruk di final.

“Pertandingan yang sangat cepat. Kontrol bola dan pergerakan saya selalu salah. Mohon maaf untuk fans. Selamat juga untuk Momota. Saya harus latihan keras lagi setelah ini,” tandas Viktor. (jhs)

Berita Berita Lainnya