Berita > Artikel

Greysia/Apriyani, Selepas Juara di Bangkok

Rabu, 18 Juli 2018 13:54:18
2052 klik
Oleh : admin
Kirim ke teman   Versi Cetak

  • ©Badmintonthai.or.th

  • ©Badmintonthai.or.th

  • Current
Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, berhasil naik ke podium juara pada ajang Thailand Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 500. Podium juara yang dinaiki Greysia/Apriyani di Bangkok akhir pekan lalu, bukanlah podium pertama buat mereka di tahun ini, bukan pula gelar mereka di level tertinggi.

Namun sukses merebut kemenangan pada laga final yang berlangsung di Nimibutr Stadium ini menjadi satu catatan penting bagi perjalanan karier pasangan rangking enam dunia tersebut.

Kemenangan tersebut tentunya jadi momen tersendiri bagi Greysia/Apriyani. Mereka berhasil 'menuntaskan dendam' atas musuh bebuyutan mereka, Misaki Matsutomo/ Ayaka Takahashi. Ganda putri Jepang ini selalu menjadi batu sandungan perjalanan Greysia/Apriyani untuk menapak tangga juara. Lima kekalahan tanpa balas dari Misaki/Ayaka membuat rasa penasaran ganda andalan Indonesia ini begitu membungkah.

Nimibutr Stadium akhirnya menjadi saksi kemenangan Greysia/Apriyani untuk menjebol keperkasaan Misaki/Ayaka. Greysia/Apriyani merebut kemenangan yang meyakinkan hanya dua game langsung atas Misaki/Ayaka dengan skor 21-13 dan 21-10.

Bertemu duet Misaki/Ayaka, bagaikan “momok” tersendiri bagi Greysia/Apriyani yang mulai berpasangan sejak awal tahun lalu. Padahal sejumlah ganda putri elit dunia berhasil mereka tumbangkan. Tercatat pasangan ganda putri yang pernah dilibas Greysia/Apriyani, seperti Chen Qingchen/ Jia Yifan (Tiongkok), Yuki Fukushima/ Sayaka Hirota (Jepang), Kamilla Rytter Juhl/ Christinna Pedersen (Denmark), Lee So Hee/ Shin Seung Chan (Korea), dan sebagainya. Akan tetapi Greysia/Apriyani seperti menemui kebuntuan saat bertemu Misaki/Ayaka.

“Di pertandingan ini mereka bisa mengalahkan Misaki/Ayaka yang dalam lima pertemuan sebelumnya mereka tidak pernah menang. Kali ini menang straight game dan dengan skor yang cukup jauh. Sebetulnya jika Greysia/Apriyani bisa mengeluarkan semua kemampuan mereka dan mengatasi masalah non-teknis di lapangan, maka hasilnya akan dahsyat,” ungkap Eng Hian, Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI.

“Persoalan non teknis ini tidak hanya ada di Apriyani sebagai pemain muda, tetapi juga Greysia yang lebih senior. Mereka berdua harus sadar bahwa potensi mereka begitu luar biasa, tinggal bagaimana mereka, sejauh mana bisa mengendalikan diri mereka untuk fokus seratus persen pada permainan?” Eng Hian menambahkan, mengutip di situs resmi PBSI.

Disebutkan Eng Hian lebih jauh bahwa ia menerapkan strategi baru yang ia terapkan di beberapa pasangan ganda putri Indonesia saat menjalani laga melawan Misaki/Ayaka di Blibli Indonesia Open 2018.

“Soal teknik permainan, saya sempat melakukan eksperimen saat Misaki/Ayaka berhadapan dengan Virni (Putri)/Jauza (Fadhila Sugiarto) dan Agatha (Imanuela)/Fadia (Silva Ramadhanti) di Indonesia Open kemarin,” papar Eng.

“Lalu strategi ini saya coba terapkan pada Greysia/Apriyani yang memiliki skill lebih matang dan pengalaman lebih banyak. Ternyata ini berhasil, disamping soal non-teknis yang bisa diatasi Greysia/Apriyani di lapangan,” tambahnya.

Kemenangan ini sebaiknya tak membuat Greysia/Apriyani terlena, karena tugas-tugas selanjutnya sudah di depan mata. Kejuaraan Dunia 2018 dan Asian Games 2018 akan menjadi tantangan tersendiri bagi Greysia/Apriyani. Kejuaraan Dunia adalah sebuah turnamen penting dimana gelarnya menjadi idaman semua pebulutangkis di dunia.

Sedangkan Asian Games merupakan event akbar yang punya tempat tersendiri di hati Greysia, dimana empat tahun lalu ia dan Nitya Krishinda Maheswari mencetak prestasi gemilang dengan merebut medali emas.

Kini menjadi salah satu pasangan andalan ganda putri Indonesia, tentunya Greysia yang memiliki moto “come back stronger” ini ingin mengulang sukses dengan partner yang lebih muda. Ditambah lagi, Asian Games kali ini akan menjadi momen penting dimana Indonesia menjadi tuan rumah.

Tak hanya Misaki/Ayka, lawan-lawan lainnya pun tentu tentu akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bisa mengalahkan Greysia/Apriyani.

Apalagi medali emas Asian Games menjadi incaran Misaki/Ayaka juga, setelah berhasil memenangkan medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Pada Asian Games Incheon 2014, Matsutomo/Takahashi terhenti di tangan Greysia/Nitya.

Tampil di hadapan publik sendiri adalah suatu hal yang luar biasa sekaligus tak mudah untuk dijalani. Hal inilah yang yang mesti diwaspadai Greysia/Apriyani. (*)

Berita Artikel Lainnya